Menjadi Pemandu Ujian Tulis UGM 2010

Suasana pagi ini tanggal 28 Maret 2010 Yogyakarta tepatnya di kawasan Kampus UGM cukup padat. Mobil-mobil berlalu lalang dengan laju yang cukup cepat. Hari ini adalah pelaksanaan Ujian Tulis UGM yang ke-8 kali dan Kampus UGM akan kedatangan peserta Ujian Tulis sekitar 20.000 orang, hampir setengah dari total peserta yang ikut Ujian Tulis UGM di seluruh Indonesia. Ini adalah kedua kalinya aku menjadi pemandu. Kalau tahun lalu aku ditempatkan di Fakultas Kedokteran Hewan, kali ini aku ditempatkan di Fakultas Geografi dekat dengan Jalan Kaliurang. Disana aku satu pos dengan Tina, teman KKNku di Padang, Sumatera Barat.

Narsis dikit saat mereka ujian 😀

Continue reading

JAGA UJIAN TULIS UGM 2009

Minggu pagi ini aku ditugaskan sama senior di Menwa untuk membantu kelancara Ujian Tulis (Utul) UGM 2009. Aku berangkat ke markas jam 6 pagi, dan suasanya di depan Masjid Kampus UGM ramai dengan kendaraan yang mengarah ke utara alias ke kampus UGM. Ada juga yang sampai rombongan dengan membawa bis. Sampai di markas aku dan Ilham berjalan menuju pos depan Fakultas Kedokteran Hewan tempat aku jaga, sedangkan Ilham sendiri sebetulnya jaga di bundaran Pascasarjana, tapi akhirnya Diklat nyuruh dia jaga bareng aku.

Posko UTUL UGM 2009 depan FKH

Posko UTUL UGM 2009 depan FKH

Ada orang dengan pakaian ala keraton waktu jaga UTUL hihihihi

Ada orang dengan pakaian ala keraton waktu jaga UTUL hihihihi

Tugas kami sebetulnya untuk membantu para peserta yang menanyakan lokasi ujian. Soalnya banyak juga sih peserta yang dari luar Jogja. Peserta UTUL di Jogja sendiri berjumlah sekitar 20.000 orang. Sebetulnya pihak UGM sendiri sudah menghimbau peserta ujian untuk mengecek lokasi tempat mereka ujian nanti sehari sebelumnya. Tetapi di hari H masih aja ada peserta yang bingung dengan lokasi ujiannya. Aku sih maklum aja, mungkin peserta sendiri berhalangan untuk mengecek lokasi ujian.

Semoga temen-temen yang ikut UTUL diberikan yang terbaik saat pengumuman nanti. Dan aku tunggu di Kampus Biru.

Diikuti 44.565 Peserta, Utul UM UGM akan Digelar Minggu, 5 April 2009

Masuk UGM Semakin Mahal Gak Sih??

Masuk UGM Semakin Mahal Gak Sih??

(ugm.ac.id) Sebanyak 44.565 peserta Ujian Masuk (UM) UGM jalur Ujian Tulis (Utul) akan mengikuti ujian secara serentak di 12 kota di Indonesia, Minggu (5/4). Jumlah lokasi tahun ini lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 9 kota. Dari keseluruhan peserta, 23.618 orang akan mengadu kemampuannya di Yogyakarta. Selebihnya, peserta akan mengikuti ujian di sebelas kota lain.

hmm yogya masih jadi yang terbanyak yah padahal udah di topang sama kota Semarang

Di Jakarta, peserta yang akan berkompetisi sebanyak 6.297 orang. Sejumlah 3.025 orang akan menjalani ujian di Pekanbaru, sedangkan 2.338 orang lainnya di Madiun. Tangerang menjadi lokasi ujian dengan peserta berjumlah 2.028 orang. Sementara itu, jumlah peserta yang akan menjalani ujian di Semarang, Cirebon, dan Palembang berturut-turut 1.728, 1.366, dan 1.344 orang. Jumlah yang lebih sedikit akan bersaing di Balikpapan (943 orang), Lhokseumawe (810 orang), Bandar Lampung (708 orang), dan Batam (360 orang).

yang dari indonesia timur gimana dong ujiannya? masa harus ke balikpapan?

Menurut Dr. Ir. Budi Prasetyo Widyobroto, D.E.A., D.E.S.S. selaku Ketua UM UGM, dibandingkan dengan tahun 2008, jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan, yakni sekitar 10.000 orang. “Pada 2008 lalu pendaftar sebanyak 34.466 orang dan tahun ini meningkat menjadi 44.565 orang. Hal ini terkait dengan peningkatan jumlah lulusan siswa SMU dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tutur Budi. Peserta ujian tulis terdiri atas peserta ujian IPA sebanyak 24.890 orang, IPS sebanyak 12.375 orang, dan IPC sebanyak 7.300 orang. Untuk lokasi Yogyakarta, ujian akan dilaksanakan di kampus UGM dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

wah padahal aku kira semakin menurun lhoo, kirain kalah pamor sama Simak UI, ternyata UGM masih tetap diminati

Demi keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan ujian, Budi mengimbau seluruh peserta untuk aktif mengakses informasi terkait dengan kegiatan ujian tulis, meliputi jadwal, ruang, dan denah lokasi tes. Informasi dapat diakses melalui website: http://um.ugm.ac.id atau layanan sms UM UGM 2009, dengan cara mengetik: UM INFO, dan dikirim ke 7890 (Telkomsel, Indosat, Flexi, Fren) atau 9600 (XL). Di samping itu, peserta juga diimbau untuk melihat lokasi dan ruang ujian minimal 1 hari sebelum hari H dan datang sebelum ujian dimulai.

tolong jangan paksa kami menggunakan sms seperti tahun lalu, ketika itu untuk mengakses via web lemotnya minta ampun, terpaksa deh pakai sms. jangan dibisnisin yah pak rektor

Kepada wartawan di Ruang Fortakgama, Kamis (2/4), Budi mengungkapkan maraknya modus penipuan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang memberikan janji dapat memasukkan anaknya ke UGM. Banyak modus yang digunakan dalam menjalankan aksi tersebut. Dituturkannya bahwa sampai saat ini kemungkinan telah banyak korban dari modus-modus seperti itu. Namun, yang melapor ke UGM baru tiga orang. Orang tua siswa mengaku mendapatkan penawaran masuk UGM dengan dikenai biaya yang cukup besar, misalnya untuk masuk ke Fakultas Kedokteran dikenai biaya antara 90-150 juta rupiah.

pakai PBS atau UM yang masuk FK juga kebanyakan segitu kok

“Para orang tua seyogianya tidak tergoda dengan berbagai penawaran dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang berjanji membantu memasukkan ke UGM,” pesan Budi. UGM tidak pernah memungut biaya pendidikan selain yang diumumkan melalui website resmi UGM.

yah selama seseorang mendewakan profesi dokter yah begitu lah pak, tapi mana ada sih yang menggilakan profesi psikolog?hohoho

Untuk mengantisipasi praktik perjokian, selama pelaksanaan ujian tulis seluruh hotspot di kawasan UGM dimatikan. Hal ini dilakukan untuk mencegah kasus seperti yang pernah terjadi di Universitas Islam Indonesia. Ketika itu, salah satu peserta ujian tertangkap menggunakan fasilitas hotspot di kawasan tersebut untuk meminta jawaban dari joki.

wah kalau yang ini saya gak setuju pak, tugas saya lagi buanyak banget

Mengenai persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa Yogyakarta merupakan kota dengan kuota terbesar penerimaan mahasiswa melalui jalur Utul dibandingkan dengan 11 kota lainnya, Budi membantah hal tersebut. Dijelaskannya bahwa semua peserta di 12 lokasi ujian memiliki kesempatan yang sama untuk memperebutkan tiket masuk UGM. “Besaran kuota penerimaan mahasiswa tidak didasarkan pada lokasi ujian. Namun, tetap pada rangking hasil nilai ujian tulis,” ujarnya.

yah jelas yang lulus utul kebanyakan peserta dari Jogja, wong pesertanya aja lebih dari 20.000 kok, ya jelas, coba kalau lhokseumawe 20.000 pasti yang lulus banyak dari sana

Terkait dengan pelaksanaan ujian 5 April esok, Budi juga menyampaikan imbauan kepada warga Yogyakarta untuk tidak menggunakan jalan-jalan di sekitar kampus UGM guna menghindari kemacetan. Sehubungan dengan itu, Kepala Satuan Keamanan dan Keselamatan Kampus (SKKK) UGM, R. Deda Suwandi, S.M.I.K., S.E. selaku Koordinator Keamanan UM UGM 2009, menjelaskan langkah pengamanan yang akan diambil. Pada hari tersebut, akan dilakukan penutupan ruas Jalan Kaliurang (Jalan Persatuan) dan Jalan Prof. Notonagoro (Jalan Olahraga) mulai pukul 06.00-08.00. “Di samping itu, kegiatan pasar Minggu Pagi untuk sementara juga ditiadakan untuk mendukung lancarnya pelaksanaan ujian tulis serta menciptakan suasana yang kondusif,” katanya.

gak ada sunmor    !!!!!, hehehehe gak ngaruh sih, cuma ya sepi aja kalau minggu gak ada sunmor

Sementara itu, pengumuman hasil Utul UM UGM kali ini akan dipublikasikan pada 25 April 2009 melalui website: http://um.ugm.ac.id, layanan sms UM UGM 2009, dan media cetak.

kok lebih cepat ya, dulu aku dibikin stress, soalnya pengumumannya nyaris 2 bulan pasca ujian,,,krik krik krik tanya kenapa

Kritik Untuk Ujuan Tulis UGM


Banyak orang bilang UGM itu kampus kerakyatan, kampus ndeso, kampus biru, kampus pejuang dan kampus lain-lain. Tapi pembaca yang budiman, itu dulu. Sekarang, UGM lebih cocok sebagai kampus konglomerat. Kuliah di UGM ternyata mahal juga.

“mungkin ini wan yang disebut kampus ndeso bayarane kutho”

Yoi betul banget. Untuk masuk UGM lewat Ujian Tulis (melalui jalur inilah mayoritas mahasiswa S1 UGM berasal) dibutuhkan puluhan juta rupiah. Bahkan pada fakultas-fakultas favorit seperti Fakultas Kedokteran dan Ekonomika Bisnis, penerimaan mahasiswa melalui jalur Penelusuran Bakat Swadana (PBS) yang membutuhkan dana puluhan juta rupiah cukup besar. Hal ini menegaskan UGM sudah bukan kampus yang merakyat. Alasan klasik, subsidi pemerintah kurang.

Namun yang akan saya bahas sekarang adalah mengenai Ujian Tulis (UTUL) UGM. Sudah dijelaskan di atas bahwa sebagian besar mahasiswa S1 UGM diterima melalui jalur ini. UTUL banyak diminati karena persyaratannya yang mudah, seperti lulus SMA/SMK/MA maksimal 2 tahun sebelum UTUL. Celakanya, sebagai gerbang mayoritas menuju UGM, UTUL hanya diselenggarakan di 10 kota pada tahun 2008 yaitu Lhokseumawe, Pekanbaru, Batam, Tangerang, Jakarta, Yogyakarta, Balikpapan, Madiun, Banjarmasin, dan Bandarlampung. Dan setiap tahun UTUL hanya diselenggarakan di kota-kota ‘basah’ saja.

“yang penduduknya kaya, daerahnya ramai”

Yang unik lagi, jumlah peserta UTUL paling banyak berada di Yogyakarta (tahun 2008 dari sekitar 35.000 peserta UTUL, 20.000 nya mengikuti UTUL di Jogja), meskipun UTUL di Yogya ini tidak hanya diikuti pelajar-pelajar dari Jogja, namun juga dari kota lain.

“lho kok bisa?”

Begini lho, desas-desus saat UTUL mengatakan bahwa calon mahasiswa yang ikut UTUL di Jogja akan mendapat kuota khusus untuk diterima menjadi mahasiswa UGM. Nah inilah yang membuat banyak orang yang nekat UTUL di Jogja. Padahal menurut aku ini gak bener, karena aku dah mengalami sendiri. Temenku yang lumayan pinter ikut UTUL di Jogja, sementara aku yang biasa-biasa aja ikut UTUL di Jakarta, malah aku yang lolos sementara dia nggak.

Lokasi UTUL yang hanya menjangkau beberapa kota saja dikhawatirkan UGM menjadi monopoli orang Jawa atau daerah kaya saja. Saat ini jarang sekali mahasiswa UGM dari NTT, Maluku, Irian, Sulawesi. Bahkan UGM saat ini seolah-olah dikuasai oleh orang Bantul, Sleman dan lain-lain. Sebetulnya saya mengacungkan jempol buat pelajar Jogja, sepengetahuan saya, Jogja termasuk salah satu kota yang tingkat pendidikannya lumayan baik. Hampir sebagian besar siswa SMA di kota Jogja melanjutkan kuliah, bahkan banyak SMA yang sebagian besar diterima di PTN.

Sebagai Universitas Nasional sudah sepatutnya UGM menyelenggarakan Ujian Masuk secara nasional juga. Saya yakin masih banyak pelajar di daerah yang ingin melanjutkan kuliah di UGM. Namun hanya karena terkendala lokasi ujian yang jauh, mereka akhirnya mengurungkan niat kuliah di UGM. Kesempatan mereka mungkin hanya mengikuti SNMPTN, namun kuota untuk mahasiswa UGM terlampau kecil. Saya berharap kedepannya UGM tidak menjadikan alasan kekurangan dana sebagai penyebab semua ini. Semoga UGM betul-betul menjadi universitas nasional, saya bermimpi memiliki teman dari Aceh hingga Papua, sehingga wawasan saya tentang Indonesia ini semakin bertambah.