Ojekan Gratis di Flyover Pesing

Dibalik ganasnya biker Jakarta, ada kemurahan hati yang terselip.

Thanks Pak Frendy atas tumpangannya

Thanks Pak Frendy atas tumpangannya

Jakarta di saat rush hour, sumpek, macet, dan berpolusi. Ketiga hal menyebalkan tersebut banyak disebut oleh para ahli sebagai biang keladi tingginya tempramen warga Ibukota tercinta ini. Banyak orang yang sehari-hari ramah menjadi galak, yang sabar menjadi nafsuan, dan yang baik sejenak menjadi buas.

Beberapa hari yang lalu ketika berangkat ke kantor, saya menjumpai peristiwa menarik seputar biker Jakarta di Flyover Pesing. Ketika itu Bus Transjakarta yang saya tumpangi tiba-tiba berhenti di atas Flyover Pesing. Penumpang mulai gusar karena bus berhenti cukup lama, sementara mesin masih menyala (tentu bukan karena mogok).

Continue reading

Jalur Penyelamat

Suasana di dalam TransJakarta Koridor I, tampak kemacetan di depan Stasiun Jakarta Kota

Suasana di dalam TransJakarta Koridor I, tampak kemacetan di depan Stasiun Jakarta Kota

Sore itu Jalan Hasyim Ashari Harmoni-Roxy macet cukup parah. Semua kendaraan nyaris diam bermenit-menit. Jalan ini pada sore hari terkenal karena kemacetannya yang luar biasa. Pangkal kemacetan ada di mulut flyover Roxy, dimana tiga lajur kendaraan berebut masuk flyover, untuk menghindari perlintasan rel kereta api. Aku yang berdiri menghadap jendela sebelah kiri bus melihat sebuah ambulan dengan sirine yang meraung-raung, mencoba menembus kemacetan. Namun apa daya, kemacetan terjadi di seluruh ruas jalur yang ada. Entah bagaimana perasaan seseorang yang harus diselamatkan sesegera mungkin. Continue reading

Produktif Ketika Terjebak Stagnasi

Why Jogja?  Cukup satu kalimat mengapa aku memilih Yogyakarta menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Jogja itu manusiawi.

Kemacetan di Jalan Bekasi Raya Pulogadung

Kemacetan di Jalan Bekasi Raya Pulogadung

Jakarta memang belum mengalami stagnasi total, tapi perjalanan dari kantor ke rumah yang jaraknya 30 km dalam waktu 3 jam merupakan penderitaan tersendiri. Betul kata orang “Jakarta hanya indah pada waktu subuh dan hari raya Idul Fitri”, Jakarta begitu sepi saat dua moment itu. Dari rumah ke kantor biasanya aku berangkat setelah subuh. TransJakarta alias TJ yang menjadi transportasi andalanku bisa melaju dengan mulus nyaris tanpa ada hambatan pada saat fajar menyingsing.  Continue reading