Membuat Galau Sang Guntur

Merenungi masa depan di Dermaga Ba'a

Merenungi masa depan di Dermaga Ba’a

Malam ini di dermaga kota Baa. Aku terpukau dengan hamparan bintang yang memenuhi ibukota Rote Ndao itu. Namun berbeda dengan Guntur. Anak asal Pulau Solor yang hidup besar di Rote itu termenung melihat lembaran surat perjanjian beasiswa keperawatan di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Jawa.

“Hei Gun, ni bintang gagah talalu ya” kataku Continue reading

Advertisements

Laboratorium di Desa Kuli, Pulau Rote

Satu satu dia slalu makan

Dua dua dia slalu tumbuh

Tiga tiga dia slalu gerak

Yang empat bernafas

Lima berkembang biak

Belajar di tanam

Parodi dari lagu Satu Satu Aku Sayang Ibu itu dilantunkan dengan nyaring oleh siswaku di SD Inpres Batulai pada jam pertama. Hari ini adalah pelajaran IPA dengan materi penggolongan makhluk hidup dan benda mati. Sudah tiga hari ini para siswa bosan dengan suasana kelas yang kaku. Anak-anak di Pulau Rote sepertinya memang psikomotoris sejati. Duduk diam sambil mendengarkan guru menjelaskan pelajaran terasa sangat membosankan bagi mereka #begitupula denganku.

Continue reading

Akhirnya, Tangga 300

Hutan Bakau yang masih terjaga. Untunglah anak-anak itu mengetahui bahwa Hutan Bakau dapat melindungi desa mereka dari abrasi pantai dan tsunami

Hutan Bakau yang masih terjaga. Untunglah anak-anak itu mengetahui bahwa Hutan Bakau dapat melindungi desa mereka dari abrasi pantai dan tsunami

Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya di hari ketiga puasa ini aku dan tujuh orang anak di sekitar tempat tinggalku pergi menuju Bukit Mando’o. Kami melewati Pasar Kuli yang saat itu sedang ramai. Sebagai desa yang kecil di selatan Pulau Rote, pasar tradisional hanya buka pada hari Kamis saja. Barang dagangan yang dijual cukup lengkap, mulai dari buku tulis, sayur, hingga peralatan tukang. Beberapa anak yang ikut bersamaku membeli alat tulis untuk keperluan tahun ajaran baru.

Continue reading