Mendaki Pergasingan di Malam Purnama

Menurut saya, ini pendakian paling syahdu dalam hidup.

Memenuhi janji di Pergasingan

Saya pernah dikecewakan oleh Pergasingan. Bagaimana tidak, teringat beberapa bulan yang lalu pergi ke tempat ini seorang diri menggunakan motor. Cuaca saat itu gerimis. Perjalanan dari Mataram memakan waktu 3 jam. Di Suela, hujan lebat menerjang, memaksa saya menggunakan jas hujan yang tersimpan diujung bawah tas carrier. Cobaan gak hanya berhenti disitu. Sampai Desa Sembalun, saya nyasar. Seharusnya saya menyimpan lokasi pintu masuk Bukit Pergasingan sebelum sampai ke Sembalun. Cobaan berikutnya adalah sampai puncak, saya tidak melihat setitik sinar matahari pun. Pergasingan berselimut kabut pekat, sore, malam hingga pagi. Bingkai Matahari Fajar Pergasingan saat itu hanyalah mitos belaka, kecewa? pasti. Tapi itu yang membuat saya berjanji, akan kembali ke tempat ini.

Preeeeet, hahahahahaah. Sudah sudah kecewanya. Tapi sekarang, saya sudah merasakan kesempurnaan matahari fajar di Bukit Pergasingan yang legendaris itu. Gini nih ceritanya!! Continue reading

Advertisements