Gili Trawangan (Untuk Keempat Kalinya)

Ini keempat kalinya saya ke Gili Trawangan. Bosen? Nggak.
Karena masing-masing episode ke Gili Trawangan selalu ada temanya. Dan tema yang keempat ini adalah saat-saat saya menikmati penuh keindahan Gili Trawangan.

IMG_5487Pertama kali ke Gili Trawangan karena ada acara kantor. Kedua, bikepacker alias pakai sepeda. Ketiga, nemenin anak bos. Semuanya sih menikmati, tapi ketiga kali saya ke Gili Trawangan waktunya cuma sebentar. Ke Gili Trawangan memang harus nginap, karena apa? Berikut ceritanya.

Kali ini saya pergi dengan rekan kerja, Zahra dan Soraya. Hadir bersama kami Bang Rian (pacarnya Soraya) dan Icha (sepupunya Soraya). Dari Mataram, kami menggunakan mobil menuju Pelabuhan Bangsal, salah satu pelabuhan menuju kepulauan Gili Matra (Meno Air dan TRAwangan). Kami memilih jalur pegunungan Pusuk, karena lebih dekat, meskipun sebenarnya saya lebih menyukai jalur Senggigi karena akan melewati tepian pantai.

Seperti inilah kondisi medan Jalanraya Mataram menuju Bangsal melalui Pusuk. Hati-hati bro! Jalan berliku terjal dan rawan longsor

Seperti inilah kondisi medan Jalanraya Mataram menuju Bangsal melalui Pusuk. Hati-hati bro! Jalan berliku terjal dan rawan longsor

Jalur Pusuk menawarkan keindahan pegunungan dengan hutan yang masih terjaga. Monyet-monyet liar dengan perilaku santun akan berjajar di pinggir jalan. Jadi, walaupun sepi, harap berkendara dengan hati-hati ya, takutnya ada monyet yang akan jadi korban lakalantas, hehehhe. Pegunungan Pusuk ini juga sangat sejuk. Meskipun berliku-liku, dan naik turun, secara umum kondisi jalan di sana sangat baik dan tidak rusak.

Monyet-monyet di Pusuk ini udah ramah banget sama manusia. Hati-hati dengan bawaan anda, kata temen saya, suka usil juga monyet-monyet disini

Monyet-monyet di Pusuk ini udah ramah banget sama manusia. Hati-hati dengan bawaan anda, kata temen saya, suka usil juga monyet-monyet disini

Akhirnya kami tiba di Pelabuhan Bangsal. Penyeberangan melalui Bangsal dilayani oleh perahu yang dikelola oleh koperasi setempat.Harganya 15 ribu rupiah. Murah bukan?. Satu perahu bisa muat banyak orang, sekitar 40 orang lah. Perahu akan berangkat kalau kuota terpenuhi. So, jangan khawatir sama keamanan dan kenyamanannya ya, sudah dipikirkan.

Inilah kondisi Pelabuhan Bangsal, walau ada dermaga, tetep saja naik perahu koperasinya harus becek-becekan di Pantai

Inilah kondisi Pelabuhan Bangsal, walau ada dermaga, tetep saja naik perahu koperasinya harus becek-becekan di Pantai

Ini jadwal kapalnya

Ini jadwal kapalnya

Kami memilih menyeberang menggunakan speed boat. Bang Rian menghubungi agen travel yang ada di Bangsal. Ternyata penyeberangan menggunakan speedboat tidak melalui Bangsal. Kami harus diantar menuju Teluk Kodi menggunakan mobil agen travel. Penyeberangan menggunakan speedboat memakan waktu 15 menit. Super duper cepat. Oh ya karena memasuki musim gelombang pasang, kondisi ombak saat kami menyeberang ke Gili Trawangan cukup besar. Apalagi menggunakan speedboat, hentakan terasa sangat kuat.

Inilah Speedboat yang kami naiki dari Teluk Kodi, lucu kan, rasa jeruk katanya

Inilah Speedboat yang kami naiki dari Teluk Kodi, lucu kan, rasa jeruk katanya

Hidup di NTT membuatku berani akan 2 hal, berani sama anjing dan berani sama ombak. Ombak besar? Siapa takuuut!!! #TakutJugaSih

pernah Hidup di NTT membuatku berani akan 2 hal, berani sama anjing dan berani sama ombak. Ombak besar? Siapa takuuut!!! #TakutJugaSih

Tiba di Gili Trawangan, kami disuguhi pemandangan pantai yang berwarna biru toska. Hahahahah sangat-sangat menyejukan mata. Apalagi buat si Zahra yang baru pertama kali ke Gili Trawangan

Cekrek cekrek dulu di Dermaga Gili Trawangan

Cekrek cekrek dulu di Dermaga Gili Trawangan

Begitu sampai Gili Trawangan jangan heran ya kalau disini penuh dengan bule hehehehe. Pulau ini begitu private, dan kita seperti berada di luar negeri. Jangan norak kalau liat mereka pakai pakaian minim. Biasa aja. Hahahahaha

Di Gili Trawangan, gak ada namanya kendaraan bermotor di darat. Alat transportasi yang ada cuma sepeda dan cidomo alias delman.

Di Gili Trawangan, gak ada namanya kendaraan bermotor di darat. Alat transportasi yang ada cuma sepeda dan cidomo alias delman.

Ini ayunan iconic-nya Lombok. Ayunan semacam ini ada di sisi pulau sebelah timur. Menghadap matahari terbenam

Ini ayunan iconic-nya Lombok. Ayunan semacam ini ada di sisi pulau sebelah timur. Menghadap matahari terbenam

Pas ada kapal lewat

Pas ada kapal lewat

Ketika malam, suasana di Gili Trawangan makin menggila. Semua bar atau cafe ngadain pesta ajeb ajeb. hahahaha. Atau minimal nyetel lagu kenceng lah. Yang paling saya suka ketika lewat di Sama Sama Reggae. Mereka party lagu Reggae dan sepertinya menjadi tempat party paling rame di Gili Trawangan.

Rinduku akan bintang Nusa Tenggara Timur terobati. Pemandangan Galaksi Bima Sakti di Gili Trawangan juga keren kok. Itu celana bukan ngompol ya, tapi abis dudukin pasir basah.

Rinduku akan bintang Nusa Tenggara Timur terobati. Pemandangan Galaksi Bima Sakti di Gili Trawangan juga keren kok. Itu celana bukan ngompol ya, tapi abis dudukin pasir basah.

Paginya, saya kembali bersepeda untuk menikmati sunrise. Suasana sangaaaaaat sepi. Yang tampak biasanya pegawai resto, hotel atau bar yang merapihkan sisa-sisa party semalam.

Matahari mulai muncul dari balik Gili Meno, tampak Gunung Rinjani menjulang tinggi di sebelah kanan

Matahari mulai muncul dari balik Gili Meno, tampak Gunung Rinjani menjulang tinggi di sebelah kanan

Bersepeda di pagi hari, suasana sangat sepi

Bersepeda di pagi hari, suasana sangat sepi

Akibat gelombang pasang, air laut menghempas sampai jalan di depan Vila Ombak. Banyak resto pinggir pantai yang berantakan karena terkena ombak

Akibat gelombang pasang, air laut menghempas sampai jalan di depan Vila Ombak. Banyak resto pinggir pantai yang berantakan karena terkena ombak

Jangan khawatir, disini tersedia ATM berbagai macam bank. Ini ketika kami bersepeda mencari ATM Mandiri.

Jangan khawatir, disini tersedia ATM berbagai macam bank. Ini ketika kami bersepeda mencari ATM Mandiri.

Sebelum pulang kami menyempatkan diri melakukan snorkeling di Gili Meno dan Gili Air. Luar biasa bagusnya terumbu karang dan biota laut disini. Yaaa walaupun banyak terumbu karang yang mengalami pemutihan atau bleaching tapi gak mengurangi antusias saya buat snorkeling. Yang paling saya suka adalah melihat penyu di perairan Gili Meno. Karena gak bawa casing underwater, saya gak bisa mengabadikan penyu yang lucu itu.

Di atas kapal untuk snorkeling

Di atas kapal untuk snorkeling

Hmmmm kebayang kan bawah lautnya kayak apa. Tampak Gili Meno

Hmmmm kebayang kan bawah lautnya kayak apa. Tampak Gili Meno

Underwater Gili Matra keren luar biasa

Underwater Gili Matra keren luar biasa

 

Terima kasih Bang Rian,, keren banget lah perjalanan kita ini

Terima kasih Bang Rian,, keren banget lah perjalanan kita ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s