Ojekan Gratis di Flyover Pesing

Dibalik ganasnya biker Jakarta, ada kemurahan hati yang terselip.

Thanks Pak Frendy atas tumpangannya

Thanks Pak Frendy atas tumpangannya

Jakarta di saat rush hour, sumpek, macet, dan berpolusi. Ketiga hal menyebalkan tersebut banyak disebut oleh para ahli sebagai biang keladi tingginya tempramen warga Ibukota tercinta ini. Banyak orang yang sehari-hari ramah menjadi galak, yang sabar menjadi nafsuan, dan yang baik sejenak menjadi buas.

Beberapa hari yang lalu ketika berangkat ke kantor, saya menjumpai peristiwa menarik seputar biker Jakarta di Flyover Pesing. Ketika itu Bus Transjakarta yang saya tumpangi tiba-tiba berhenti di atas Flyover Pesing. Penumpang mulai gusar karena bus berhenti cukup lama, sementara mesin masih menyala (tentu bukan karena mogok).

Banyak yang putar balik

Banyak yang putar balik

Setelah mengintip ke arah depan, ternyata penyebabnya adalah sebuah mobil yang mogok tepat di depan bus yang kami tumpangi. Mobil tersebut mogok menutup seluruh jalur Flyover Pesing. Akibatnya flyover menjadi macet total. Selama bus berhenti, petugas tidak melakukan apa-apa. Setelah pintu bus dibuka, barulah petugas keluar untuk melihat kondisi. Penumpang pun bingung, karena posisi bus yang tepat berada di tengah-tengah flyover. Sementara halte bus terdekat cukup jauh.

Para pengendara sepeda motor tetap dapat melintas karena terdapat celah antara bus Transjakarta dengan mobil yang mogok. Dari pintu yang terbuka tampak para penumpang yang mulai cemas takut terlambat. Hari sudah semakin siang sementara mobil yang mogok belum dievakuasi.

Para pengendara motor yang iba, akhirnya menawarkan diri tumpangan sampai ke halte terdekat. Satu persatu penumpang turun dan menerima tumpangan gratis dari para pengendara sepeda motor yang sama-sama terjebak kemacetan tersebut.

Saya sendiri akhirnya dibonceng oleh Pak Frendi, seorang PNS Dishub DKI Jakarta. Pak Frendy dengan baik hati mengantarkan saya menuju Halte Indosiar untuk kembali melanjutkan dengan bus Transjakarta.

Kejadian yang saya tulis di atas merupakan sisi lain biker Jakarta yang ternyata masih memiliki nurani terhadap sesama. Meskipun biker banyak disorot karena sering melanggar aturan lalu lintas (sebetulnya motor dilarang melintasi Flyover Pesing) namun ada kemurahan hati yang masih tersimpan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s