Melihat Kecantikan Tangerang dari Festival Cisadane 2015

Jembatan Jalan Merdeka, Kota Tangerang

Jembatan Jalan Merdeka, Kota Tangerang

Jika Tenggarong terkenal karena Mahakam, Pontianak masyur dengan Kapuas, dan Pekanbaru jaya karena Siak, Tangerang tampak sangat cantik dengan Cisadane.

Malam itu saya melihat timeline Twitter yang menginformasikan bahwa Tangerang akan macet karena adanya Cisadane Fashion Carnival di Jalan Kisamaun. Penasaran dengan even tersebut, saya lalu mencari informasi di internet. Ternyata Pemerintah Kota Tangerang memiliki even besar bernama Festival Cisadane, dimana Cisadane Fashion Carnival merupakan acara penutupnya. Sebelum saya kehilangan kesempatan melihat Festival Cisadane, saya memutuskan untuk melihat perayaan tersebut keesokan harinya.

Di Twitter disebutkan bahwa acara akan dimulai pada pukul 14:00 WIB. Saya berangkat dari Stasiun  Kalideres menuju Stasiun Tangerang. Perjalanan memakan waktu kurang dari tiga puluh menit.  Wooow, Stasiun Tangerang kini memiliki empat jalur. Sejak rute Duri-Tangerang di upgrade menjadi double track jalur ini menjadi sangat ramai. Jalur KRL Duri-Tangerang menjadi alternative bagi warga Tangerang yang ingin berpergian ke Jakarta tanpa melalui Jalan Daan Mogot yang dulu terkenal sangat macet.

K

KRL ku tiba di Stasiun Tangerang

Stasiun Tangerang kini sudah 4 jalur

Stasiun Tangerang kini sudah 4 jalur

Letak Jalan Kisamaun tidak jauh jaraknya dari Stasiun Tangerang. Setelah keluar dari stasiun, saya berjalan kaki ke arah selatan. Saat itu Jalan Kisamaun yang merupakan lokasi CIsadane Fashion Carnival sudah ditutup untuk kendaraan bermotor. Meski sudah ditutup ternyata karnavalnya belum dimulai. Saya pun memutuskan untuk datang ke Festival Cisadane yang diselenggarakan di Jalan Benteng Raya yang letaknya setengah kilometer dari Jalan Kisamaun.

Suasana Jalan Kisemaun, Kawasan Pasar Lama yang sudah sepi dari kendaraan berotor

Suasana Jalan Kisemaun, Kawasan Pasar Lama yang sudah sepi dari kendaraan berotor

Petugas Dishub menghimbau agar kendaraan bermotor enyah dari Jalan Kisemaun :D

Petugas Dishub menghimbau agar kendaraan bermotor enyah dari Jalan Kisemaun😀

Saya menyusuri Cisadane yang cukup lebar. Pemkot Tangerang tampaknya sudah menata dengan baik bantaran Cisadane sehingga warga bisa menikmati pemandangan kawasan sungai yang hulunya ada di Bogor tersebut. Selain duduk santai sambil menikmati jajanan pedagang kaki lima, warga bisa juga memancing ikan.

Menikmati Cisadane

Menikmati Cisadane

Festival Cisadane menampilkan stand perwakilan kecamatan yang ada di kota Tangerang. Selain itu, festival juga diramaikan oleh para pedagang  mulai dari makanan sampai tongsis. Ada juga panggung hiburan. Ketika saya datang, panggung hiburan tersebut sedang berlangsung lomba menyanyi dangdut. Benar-benar merakyat, apalagi warga dapat mengunjungi festival ini dengan gratis.

Stand Kecamatan Neglasari

Stand Kecamatan Neglasari

Banyak pedagang Batu Akik juga

Banyak pedagang Batu Akik juga

Yang membuat festival Cisadane sangat keren adalah diselenggarakan di tepian Cisadane. Sambil menikmati jajanan, pengunjung bisa melihat keindahan Jembatan Jalan Merdeka yang berwarna-warni. Sayang sekali, di hari terakhir festival itu saya tidak melihat ada lomba dayung di Cisadane.

Benar-benar di tepi sungai

Benar-benar di tepi sungai

Pukul 16:00 saya kembali ke Jalan Kisamaun untuk melihat Cisadane Fashion Carnival. Dari jauh-jauh terdengar suara Drum Band. Akhirnya karnaval dimulai meskipun telat 2 jam. Peserta pertama adalah Drum Band SMK Negeri 6 Kota Tangerang. Drum Band SMK Penerbangan negeri ini menjadi penanda bahwa Cisadane Fashion Carnival telah dimulai sekaligus mengajak warga untuk datang ke Jalan Kisamaun. Penampilan berikutnya adalah peragaan busana yang ditampilkan oleh para remaja. Sebagian besar busana yang dipamerkan terbuat dari sampah yang didaur ulang. Sangat kreatif. Peserta lainnya adalah kelompok silat, sepeda BMX, Barongsai beserta Naganya, dan lain-lain.

Drumband SMK Negeri 6 Kota Tangerang

Drumband SMK Negeri 6 Kota Tangerang

Barisan Polwan yang yellnya samar-samar terdengar (kalah dengan suara Drum Band)

Barisan Polwan yang yellnya samar-samar terdengar (kalah dengan suara Drum Band)

Perhatikan kostumnya, apakah ada yang aneh :D

Perhatikan kostumnya, apakah ada yang aneh😀

Rombongan anak kecil dengan busana yang meriah

Rombongan anak kecil dengan busana yang meriah

Rombongan sepeda BMX

Rombongan gaool sepeda BMX

Silat Betawi

Silat Betawi

Sayangnya penyelenggaraan Cisadane Fashion Carnival ini kurang tertib. Tali pembatas yang dipasang sepanjang pinggir jalan putus karena pengunjung menonton dari badan jalan. Jalur karnaval yang harusnya memakan satu ruas jalan Kisemaun, hanya tersisa 30% nya saja karena pengunjung tumpah ruah di jalan. Warga dengan bebas meminta peserta carnival berhenti untuk sekedar foto selfie, tentu saja hal ini sangat menghambat jalannya acara. Petugas keamanan dari aparat kepolisian, satpol PP dan TNI pun tampak tidak berdaya melihat semrawutnya acara penutupan Festival Cisadane 2015 ini.

Pengunjung menghentikan seorang peserta karnaval lalu meminta selfie

Pengunjung menghentikan seorang peserta karnaval lalu meminta selfie

Petugas pun kewalahan :(

Petugas pun kewalahan😦

Semoga tahun depan perayaan bisa berlangsung lebih tertib dengan menyiagakan aparat di sepanjang jalur. Karena saya melihat para petugas hanya berkerumun di beberapa titik tanpa berusaha menertibkan pengunjung serta kendaraan bermotor yang masuk ke jalan Kisemaun.

Sukses untuk Tangerang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s