Mengapa Tinggal di Kalideres (Agak) Menyenangkan?

Terminal Bus Kalideres

Terminal Bus Kalideres

Konon katanya, saluran Mookervart yang melalui kecamatan ini dahulu alirannya sangat deras. Yap, Kalideres, sebuah kecamatan di Jakarta Barat ini tidak lepas dari saluran Mookervart yang menghubungkan Cisadane, Kali Pesanggrahan, dan Kali Angke. Dulu Kalideres adalah bagian dari Kecamatan Cengkareng. Karena tidak ada wilayah kecamatan Cengkareng yang berbatasan dengan Bandara Soekarno Hatta, maka seharusnya yang ada adalah Bandara Kalideres😀

Mengapa tinggal di Kalideres itu menyenangkan? Ada beberapa hal yang menyebabkan tinggal di Kalideres itu lebih baik dibandingkan tinggal di tempat lain.

Yang pertama adalah lokasi Kalideres yang sangat strategis. Kecamatan Kalideres adalah kecamatan paling barat di Provinsi DKI Jakarta. Kalideres menjadi gerbang masuk kendaraan terutama angkutan umum dari wilayah barat Jawa bahkan Sumatera. Bus-bus lintas pulau tersedia di Terminal Kalideres, yang merupakan salah satu terminal paling penting di Jakarta.

Yang kedua adalah besarnya perhatian pemerintah terhadap aktivitas komuter warga Kalideres. Hal ini nampak dari dibangunnya koridor III TransJakarta yang melalui Jalan Daan Mogot dengan rute Kalideres-Pasar Baru pada tahun 2005. Warga Kalideres merasakan kehadiran TransJakarta lebih awal dibandingkan dengan daerah lain di Jakarta. Koridor III ini menghubungkan Kalideres dengan pusat kota. Untuk menunjang aktivitas warga, koridor III dijadikan percobaan angkutan malam hari (amari) dimana bus beroperasi 24 jam. So, warga Kalideres bisa beraktivitas dengan TransJakarta sepanjang hari.
Fasilitas komuter lainnya adalah jalur KRL Tangerang – Duri yang melewati Stasiun Kalideres. Dulu jalur KRL Duri-Tangerang hanya ada satu jalur dengan intensitas KRL yang sangat jarang. Kini rute Tangerang – Duri sudah dibangun dua jalur sehingga menunggu KRL datang pun tidak lama.
Kalideres juga terkenal dengan angkutan umum yang melimpah ruah ke berbagai macam jurusan di Indonesia. Mulai dari wilayah Jabodetabek, Sukabumi, Bandung, Jawa Tengah bahkan hingga Aceh tersedia di terminal ini. Jadi walaupun Kalideres minim tempat hiburan, tapi kita dapat kemanapun melalui terminal atau stasiun Kalideres.

Yang ketiga adalah akses Bandara Soekarno Hatta yang sangat dekat. Jika calon penumpang pesawat dari daerah lain harus bermacet-macetan ria di akses Tol Bandara. Warga Kalideres memiliki banyak alternatif menuju bandara (ya walaupun ujung-ujungnya lewat Rawabokor). Memang tidak ada angkutan umum langsung dari Terminal Kalideres menuju Bandara. Dari terminal Kalideres naik Kopaja 95 menuju Rawabokor, dari Rawabokor tinggal naik angkutan khusus bandara,

Yang keempat Kalideres punya Mall Daan Mogot alias DM. Mall ini memang berukuran kecil tapi sangat nyaman. Saya sendiri jarang pergi ke DM semenjak barang-barang yang diinginkan dapat dibeli secara online. Namun bagi yang ingin hangout bareng teman-teman, banyak tempat yang tersedia. Mulai dari Gramedia, Pizza Hut, KFC & lain-lain.

Yang kelima adalah wilayah Kalideres relatif jarang macet (ingat… relatif ya, daerah mana sih di Jakarta yang bebas macet, selain Kepulauan Seribu). Coba bandingkan dengan kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Timur yang macetnya bisa berjam-jam. Macet di Kalideres tidak terlalu mengerikan. Selain karena angkutan umum yang memang banyak tersedia, kawasan pemukiman tidak sepadat seperti daerah Bekasi.

2 thoughts on “Mengapa Tinggal di Kalideres (Agak) Menyenangkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s