Jangan Parkir di Kantorku

Kejadian ini membuktikan bahwa tidak semua pegawai Dishub keparat :p

image Ceritanya, kemarin adalah hari keduaku Bike to Work. Yaa walaupun BTWnya cuma sampai terminal Kalideres, 6 menit dari rumahku. Hari pertama, aku parkir di asramanya temenku yang ayahnya polisi. Cuma karena disana agak ketat (penjaga asramanya aktif) gak enak juga, karena aku bukan penghuni asrama, walaupun aku dah minta ijin ke temenku itu (dan dia mengijinkan) Keesokan harinya, aku coba mencari temoat parkir sepeda yang aman (dan kalau bisa gratis). Akhirnya aku menemukan halaman kantor dishub yang asri, banyak pohon dan berpagar. Aku masuk ke halaman dan berusaha meminta ijin kepada pegawai Dishub. Kantor tersebut sepi dan sepertinya tidak ada orang, karena takut kesiangan, akhirnya aku parkir saja sepedaku di sana. Dengan perasaan riang, aku melenggang ke Halte Busway Kalideres. Saat pulang kantor, aku menuju kantor Dishub tempat aku parkir sepeda. Aku amati satu-persatu jejeran motor, aku tidak melihat satu sepedapun. Was was dong, apalagi aku yakin betul tadi pagi aku parkir di sini. Dan sepertinya tidak mungkin sepeda ini dicuri, karena sudah aku kunci. Kecuali niat betul pakai pemotong besi, tapi apa iya berani bongkar kunci di halaman kantor Dishub? Dengan kondisi agak panik, aku langsung mencari pegawai Dishub, nihil, hanya terdengar sayup-sayup lagu dangdut. Meski kosong ternyata pintu tidak terkunci. Aku langsung menanyakan apakah ada orang di sini. Akhirnya muncullah seorang bapak dengan senyum menanyakan ada keperluan apa. “Pak, saya mencari sepeda merah saya yang tadi parkir di sini” “Nah sudah minta ijin belum?” Kata Bapak itu sambil senyum sinis. “Aduh, iya Pak, maaf saya memang belum ijin, tapi saya tadi dah usaha mau ijin, tapi gak ada orang Pak” “Iya, tapi kalau hilang siapa yang bertanggung jawab, itu gampang lho nyuri, tinggal angkat beres” “Iya Pak, saya minta maaf, dah sembarangan parkir” “Merknya sepedanya apa?” Duaaar, waduh aku gak ingat nama sepeda sendiri. Yang pasti mereknya keren. Saking kerennya malah lupa. Aku langsung cari-cari di Tab. Hampir lima menit aku berjibaku mencari foto sepeda merah mentereng ini. Nyerah, akhirnya aku browsing di Google dengan keyword ‘sepeda populer di Indonesia’😀 yeaah akhirnya ketemu. “Specialized Pak” “Ok ikut saya ke belakang” Aku mengikuti Bapak tersebut ke belakang. Aaaah sepedaku, pengen rasanya meluk,😀 Sambil menuntun ke depan, Bapak tersebut meminta aku membuat surat pernyataan. Waaaah mulai nih, bakalan ditagih uang ‘administratif’ nih. Ternyata Bapak itu yang menuliskan surat pernyataan. Beberapa kali Bapak itu salah menulis merek sepeda saya😀. ” Sudah Pak ditulis SZ saja Pak😀 ” Baliau meminta KTP ku, kemudian menuliskan namaku di bagian akhir surat pernyataan yang berkop Dishub. Isinya sih kurang lebih, menyatakan tidak akan parkir lagi di halaman Dishub😦 “Oke sudah selesai, lain kali minta ijin terlebih dulu ya kalau mau parkir” Aku menuntun sepeda ku keluar, sampai pada detik terakhir kita berpisah, Bapaknya gak minta sepeserpun uang. Sebagai apresiasi ke beliau aku menyalami Beliau dan mengucapkan maaf dan terima kasih (untuk kesekian kalinya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s