Keong Mas dan Pengajar Muda

Escargot de Batulai

Escargot de Batulai

Ini bukan kisah balapan lari antara keong dengan pengajar muda. Ini adalah kisah seorang guru karnivora yang hidup di masyarakat vegetarian. Tiada hari tanpa tumis kangkung atau sawi sementara hewan ternak seperti babi, kambing dan sapi berkeliaran di luar sana “kenapa mereka tidak dimakaaaaan?” batin guru ini. Guru ini mencari-cari sumber protein, dan akhirnya berjumpa dengan hewan mungil musuh petani di Desa Kuli. Yaaa,,, Keong Mas, bukan santapan asing, karena di Jogja banyak angkringan yang menjual sate keong. Dengan campuran bumbu-bumbu seadanya, daging keong mas ini terasa sangat mewah di lidah. Pantas saja orang Perancis sangat suka escargot (siput). Rasa dagingnya beda tipis dengan kerang.Dengan hati was-was takut keong ini mengandung racun, guru ini menawarkan masakan amatirnya ke beberapa kerabat dan tetangga. Mereka bilang sangat enak. Lima jam berlalu dan tubuh kami tidak merasakan reaksi apapun. Finally, escargot for protein!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s