Mambasmi Sampah Hingga Puncak

di gerbang Bukit Mando'o

di gerbang Bukit Mando’o

Lelah berbalut semangat. Mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan suasana Sabtu sore (24/08) di Desa Kuli, kecamatan Lobalain, Rote Ndao. Puluhan anak-anak yang terbagi dalam beberapa kelompok berbaris rapih. Ternyata jumlah peserta dalam kegiatan di hari Sabtu ini diluar perkiraanku, sangat banyak. Mereka adalah para anggota pramuka SD Inpres Batulai yang akan berjalan kaki untuk kerja bakti di Bukit Mando’o atau yang lebih dikenal dengan Tangga 300.

Semangat naik tangganya ya anak anak!

Semangat naik tangganya ya anak anak!

Bukit Mando’o adalah sebuah objek wisata yang cukup terkenal di Pulau Rote. Di puncak Bukit Mando’o kita dapat melihat pesona kawasan pantai di Desa Kuli yang eksotis. Hamparan laut yang bernuansa biru dan hijau menyatu dengan hutan bakau yang rimbun. Di arah utara kita juga dapat melihat perbukitan yang diselimuti oleh hutan. Untuk menuju puncak bukit ini kita harus melewati anak tangga yang jumlahnya 300 lebih. Inilah yang menyebabkan Bukit Mando’o lebih dikenal dengan Tangga 300.

Sampah yang berhasil dikumpulkan

Sampah yang berhasil dikumpulkan

Sayangnya kondisi objek wisata Bukit Mando’o sangat memprihatinkan. Objek wisata kebanggaan Suku Lole ini dikotori oleh sempah plastik di puncaknya. Sampah ini berasal dari bungkus makanan dan minuman para pengunjung yang dibuang sembarangan. Bangunan gazebo di atasnya pun tidak luput dari aksi vandalisme. Coretan-coretan tidak penting yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab ini menghiasi hampir semua dinding gazebo.

Beristirahat sambil bersantai di puncak bukit

Beristirahat sambil bersantai di puncak bukit

Bukit ini bukannya tanpa penjaga. Ada satu orang laki-laki yang menjaga Bukit Mando’o. Ketika kami akhirnya tiba di Bukit Mando’o, beliau menyambut kami dengan hangat. Untuk menambah seru suasana, aku membuat permainan menghitung jumlah tangga yang ada di Bukit Mando’o. Masing-masing kelompok yang sudah dibentuk akan menyebutkan jumlah tangga ketika sudah sampai di puncak.

Pemandangan eksotik dari Puncak Bukit Mando'o

Pemandangan eksotik dari Puncak Bukit Mando’o

Setelah semua kelompok sampai di puncak, kami beristirahat makan dan minum sambil menikmati pemandangan dari Bukit Mando’o. Jumlah anak tangga yang disebutkan oleh para siswa tidak ada yang sama. Ada yang menyebutkan 357 hingga 390 buah. Setengah jam kemudian, kami mengambil sampah plastik yang berserakan di puncak bukit. Jumlahnya sangat banyak mencapai tiga kardus penuh. Sampai di bawah, sampah-sampah ini akan kami bakar bersama dengan bapak penjaga bukit. Pemungutan sampah juga dilakukan saat kami menuruni anak tangga. Sampai di bawah aku memerintahkan masing-masing kelompok menyebutkan kembali jumlah anak tangga kepada bapak penjaga. Ternyata tidak ada jawaban tepat. Bapak penjaga mengatakan bahwa jumlah anak tangga yang berada di Bukit Mando’o berjumlah 360 buah. AKhirnya hadiah aku berikan kepada kelompok yang jawabannya paling mendekati 360.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s