Sang Fajar dari Batulai

Oni akhirnya berhenti di depan SD Inpres Batulai yang masih sunyi

Oni akhirnya berhenti di depan SD Inpres Batulai yang masih sunyi

Pukul 06:15 WITA, pagi ini mentari mulai memancarkan cahayanya dengan riang di Desa Kuli. Kambing, kuda, dan kambing sudah memulai aktivitasnya memakan rumput di tanah Rote Ndao yang sedang menghijau. Jika di lihat dari atas bukit, desa ini lebih menyerupai hutan lontar. Rumah-rumah tidak kelihatan karena banyaknya pohon lontar yang tumbuh. Pohon-pohon inilah yang menjadi penghias jalan dari rumah keluargaku hingga ke SD Inpres Batulai.

Ketika bersalaman dengan orang tuaku di depan rumah, aku melihat seorang anak kecil berseragam merah putih berlari. Sebelumnya ia tampak santai berjalan namun begitu melihatku ada di depan rumah dia langsung  berlari menuju ke arah sekolah. Ketika aku sudah ada di jalan menuju sekolah, anak itu masih terus berlari.

Dalam hati aku berpikir, apakah aku telah melakukan kesalahan sehingga membuat anak itu takut. Aku tahu kalau dia adalah salah satu siswa SD Inpres Batulai tempatku bertugas tetapi aku belum terlalu mengenal banyak siswa-siswa disini termasuk anak yang baru saja lari terbirit-birit di depan rumah.

Di depan gerbang sekolah, anak itu berhenti, kemudian melihatku sambil tersenyum. Ketika datang menghampirinya anak itu berteriak senang.

“Yes, beta bisa lebih cepat dari Pak Guru”

“Maksudnya apa nak?” tanyaku heran.

“Iya, beta bisa datang lebih cepat dari Pak Guru to, lihat sekolah masih sepi, beta orang pertama yang datang kesini”

“Kamu su (sudah) makan?” tanyaku

“Sudah Pak, semalam ada makan babi, tadi pagi beta su makan babi”

Owalah, ternyata anak yang bernama Oni, siswa kelas 2 ini masih teringat dengan tantanganku pada saat hari pertama masuk sekolah. Waktu itu, pada apel pagi aku sempat melontarkan tantangan kepada para siswa, siapa yang bisa datang ke sekolah tanpa terlambat. Kalau perlu datang lebih awal dari para guru.

Tantangan itu aku sampaikan karena banyak sekali anak-anak yang telat datang ke sekolah meskipun rumah mereka dekat dengan sekolah. Kedisiplinan harus ditanamkan sejak dini agar mereka belajar mengenai tanggung jawab terhadap perannya sebagai pelajar.

Kalau diingat-ingat, Oni memang merupakan salah satu siswa yang selalu datang paling awal di sekolah. Ia telah memberikan teladan tidak hanya bagi teman-temannya di sekolah namun juga para guru akan pentingnya menghargai waktu.

https://indonesiamengajar.org/cerita-pm/iwan-budi-santoso/sang-fajar-dari-batulai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s