Akhirnya, Tangga 300

Hutan Bakau yang masih terjaga. Untunglah anak-anak itu mengetahui bahwa Hutan Bakau dapat melindungi desa mereka dari abrasi pantai dan tsunami

Hutan Bakau yang masih terjaga. Untunglah anak-anak itu mengetahui bahwa Hutan Bakau dapat melindungi desa mereka dari abrasi pantai dan tsunami

Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya di hari ketiga puasa ini aku dan tujuh orang anak di sekitar tempat tinggalku pergi menuju Bukit Mando’o. Kami melewati Pasar Kuli yang saat itu sedang ramai. Sebagai desa yang kecil di selatan Pulau Rote, pasar tradisional hanya buka pada hari Kamis saja. Barang dagangan yang dijual cukup lengkap, mulai dari buku tulis, sayur, hingga peralatan tukang. Beberapa anak yang ikut bersamaku membeli alat tulis untuk keperluan tahun ajaran baru.

Perjalanan menuju Bukit Mando’o cukup jauh. Dari Desa Kuli bukit ini terlihat jelas di sebelah timur. Selama perjalanan kami melewati persawahan yang dipagari oleh dahan daun lontar. Setiap lahan pertanian maupun perkebunan disini wajib dipagari karena hewan ternak seperti babi, kambing, sapi dan kerbau dilepas liarkan.

Desa Kuli merupakan salah satu bekas wilayah kerajaan Lole. Di sini masih dapat dijumpai rumah raja dan makamnya yang berada di pinggir jalan. Makam tersebut berukuran besar dan nisannya menyerupai bentuk pion catur. Kondisi makam tersebut cukup mengenaskan. Posisinya berada persis dipinggir jalan tanpa ada pagar pelindung.

Di Desa Kuli juga masih dapat kita jumpai hutan bakau yang kondisinya cukup lebat. Hutan bakau sangat berperan penting menahan abrasi akibat ombak di Samudera Hindia. Di hutan bakau ini juga terdapat beberapa jenis ikan dan burung laut. Menurut keterangan anak-anak masih ada kera yang hidup di hutan bakau tersebut.

Akhirnya kami sampai di gerbang Bukit Mando’o. Penjaga yang biasanya berada disana kebetulan sedang pergi ke pasar, sehingga kami tidak dapat menjumpainya. Kami melewati tangga yang sudah disemen. Tersedia pagar besi untuk pegangan namun beberapa bagiannya patah dan digeletakkan begitu saja. Menurut hitungan anak-anak, jumlah anak tangga disana lebih dari 300 buah. Perjalanan menuju puncak bukit sangat melelahkan. Namun jangan khawatir tersedia beberapa gazebo untuk beristirahat di beberapa titik.

Dari puncak Bukit Mando'o, laut biru dengan pulau karang yang berserakan dimana-mana

Dari puncak Bukit Mando’o, laut biru dengan pulau karang yang berserakan dimana-mana

Di puncak bukit pemandangannya sangat luar biasa. Di sebelah selatan kita dapat melihat hamparan Samudera Hindia. Di arah barat kawasan pantai, hutan bakau, persawahan dan pemukiman membentuk kombinasi yang menyedapkan mata. Di arah utara pegunungan tengah Pulau Rote berdiri kokoh sambil memamerkan tebing-tebing kapurnya. Sementara di arah timur, laut luas bertemu dengan dinding tebing. Di puncak  bukit tersedia sinyal Telkomsel dan Indosat.

Pemandangan dari atas Bukit Mando’o yang luar biasa ternyata belum dikelola secara maksimal. Jalan menuju bukit kondisinya rusak dan membahayakan pengguna kendaraan jika tidak hati-hati. Papan informasi menuju Bukit Mando’o tidak tersedia sehingga orang-orang yang berkunjung ke tempat ini harus rajin bertanya kepada masyarakat Desa Kuli.

di atas bukit ini kami merayakan ulang tahun Juan, anak Desa Kuli yang ikut bersama kami ke Bukit Mando’o. Anak dengan rambut nyentrik ini kini berusia 17 tahun. Tidak ada kue ulang tahun, karena perayaan ulang tahun bukan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh anak-anak Desa Kuli. Selama perjalanan menuju Bukit Mando’o, kami membahas banyak hal. Mulai dari Perang Diponegoro, hingga hutan bakau sebagai penahan abrasi.

Desa Kuli menjadi tempat belajar yang sangat lengkap. Laboratorium ekonomi, biologi, dan sosial tersedia di desa ini. Ketika mereka hidup di Desa Kuli, sebetulnya mereka sudah belajar banyak hal. Sayang mereka belum menyadarinya bahwa mereka tinggal di laboratorium yang lebih kongkret.

 

3 thoughts on “Akhirnya, Tangga 300

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s