OESELI, PANTAI INDAH DI PEKARANGAN SELATAN INDONESIA

Pantai Oeseli

Pantai Oeseli

Pulau Rote sesungguhnya sangat menawan. Sayang, aku belum memiliki kendaraan sehingga hanya bisa berkelana di Desa Kuli saja. Sebenarnya desa penempatanku memiliki pemandangan yang lumayan indah. Desa Kuli menjadi paket bentang alam yang sangat lengkap dengan adanya bukit dengan hamparan rumput yang hijau, sabana, persawahan, sungai, danau dan pantai. Namun tidak ada salahnya melakukan orientasi medan ke tempat lain.

Aku sangat gembira ketika Pak Nathan, rekan guru di sekolah serta kerabat orang tua angkatku di rumah mengijinkan motornya untuk ku pakai selama tiga hari berkeliling ke rumah penempatan delapan Pengajar Muda Rote Ndao. Kesempatan ini langsung kumanfaatkan menuju Desa Oeseli, tempat Pengajar Muda Rizqie. Oeseli dikenal masyarakat Rote karena terdapat pos Marinir. Dengan bermodalkan GPS Garmin, aku sendirian menuju Oeseli yang jaraknya 22 kilometer.

Perjalanan menuju Oeseli melalui kondisi jalan yang beragam. Salah satu pemandangan yang aku sukai adalah perbukitan di Desa Oelasin yang berselimut rumput hijau seperti Bukit Teletubbies. Sementara pohon lontar menjadi penghias taman-taman alami Rote Ndao. Di belakang perbukitan itu terhampar Samudera Hindia yang berwarna hijau.

Sampai di Oeseli aku ditakjubkan oleh teluk yang sangat indah. Di teluk itu air laut memiliki tiga warna yaitu putih, hijau dan biru. Masyarakat Oeseli memanfaatkan tenangnya air laut di teluk itu untuk membudidayakan rumput laut. Bintang laut berbagai ukuran bertebaran di pantai ini. Setelah puas menjelajahi Oeseli aku menuju Pantai Boa. Pantai Boa terkenal sebagai salah satu lokasi selancar terbaik di dunia.

Di Pantai Kedua

Di Pantai Pertama

Namun sebelum sampai di Pantai Boa, aku disuguhkan oleh sebuah pantai yang sedang surut. Seketika aku memberhentikan motor dan berlari ke arah teluk yang dipagari oleh bukit karang. Ukiran indah menghiasi hamparan pasir berwarna putih cerah itu. Waw dahsyat sekali alam Rote ini. Laut jernih dengan bintang laut bertebaran di dalam air laut yang sedang surut. Hanya ada beberapa anak saja yang malu-malu ketika ku sapa. Di sisi kiri pantai terdapat sebuah rumah kayu beratap daun dengan gardu pandangnya.

Di Pantai Kedua

Di Pantai Kedua

Setelah berpuas diri menikmati pasir dan bintang laut pantai yang tak ku ketahui namanya ini, aku melanjutkan kembali perjalanan menuju Pantai Boa. Namun sebelum sampai di Boa, aku lagi-lagi disuguhkan pemandangan pantai yang tidak kalah indah. Namun pantai yang juga tidak aku ketahui namanya ini agak kotor. Puing-puing kayu berserakan begitu kita memasuki kawasan pantai. Namun air laut disini sangat jernih dan memiliki warna hijau cerah. Garus pantainya cukup panjang, dan saat itu hanya aku seorang diri yang berada di pantai.

Hampir semua pantai di Pulau Rote tidak dikenai retribusi. Jika dikelola dengan baik seperti memperbaiki infasrtruktur tansportasi dan akomodasi, bukan tidak mungkin Pulau Rote menjadi salah satu destinasi wisata favorit seperti Bali dan Lombok. Apalagi kebudayaan masyarakt Rote sudah cukup mendunia seperti alat musik Sasando dan Topi Ti’ilangganya yang khas.  Saat ini hanya Pantai Nembrala dan Boa saja yang sudah sangat terkenal di mancanegara sebagai lokasi selancar yang bagus. Semoga kedepannya, pantai-pantai elok yang kutemukan hari ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

5 thoughts on “OESELI, PANTAI INDAH DI PEKARANGAN SELATAN INDONESIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s