Sampai Jumpa Mbak Anies!

Memotong ayam sesuai ajaran islam

Memotong ayam sesuai ajaran islam

Kehadiran Mbak Anies sebagai Pengajar Muda di SD Inpres Batulai, Kabupaten Rote Ndao pasti telah menimbulkan kesan yang mendalam bagi para siswa, guru dan masyarakat sekitar. Hal itu dibuktikan oleh acara perpisahan yang istimewa di ruang kelas III. Acara tersebut dihadiri oleh para guru, siswa beserta orang tuanya dan masyarakat Desa Kuli. Mereka datang membawa bahan makanan, baju adat, serta yang sangat berkesan bagi aku dan Mbak Anies adalah 14 ekor ayam. Sangat berkesan karena kami berdua yang menyembelih ke-14 ayam itu semua. Meskipun masyarakat Rote Ndao mayoritas beragama kristen termasuk warga Desa Kuli, namun toleransi mereka terhadap agama lain sangat tinggi. Mereka tidak akan membiarkan kami memakan daging hewan yang tidak dipotong sesuai ajaran agama islam.

Acara dimulai dengan penayangan video profil Mbak Anies serta kegiatan yang telah dilakukan sebagai Pengajar Muda Rote Ndao tahun 2012-2013. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Mbak Anies di SD Inpres Batulai. Asal tahu saja, Mbak Anies lah yang telah membawa salah satu muridnya yang bernama Deri pergi ke Jakarta mewakili Nusa Tenggara Timur dalam Konferensi Anak yang diselenggarakan oleh Majalah Bobo.

Acara berikutnya adalah penampilan tari oleh Mbak Anies dan muridnya dihadapan para guru dan tamu undangan. Dengan mengenakan pakaian adat khas Rote Ndao, mereka menari dengan sangat baik. Setelah tarian satu persatu, guru, orang tua murid, dan komite sekolah menyampaikan sambutan serta kesan terhadap adanya Pengajar Muda di desa mereka. Pihak kepala sekolah juga menyampaikan, selain prestasi yang mengantarkan muridnya ke Jakarta, prestasi lain dari Mbak Anies adalah mampu meningkatkan nilai Ujian Nasional murid kelas VI secara jujur tanpa ada kecurangan.

Keharuan lalu muncul ketika Mbak Anies menyampaikan kesannya selama bertugas di SD Inpres Batulai. Mata semua tamu undangan tampak berkaca-kaca, beberapa bahkan sampai menangis karena ibu guru yang selama ini mengajar, membimbing dan menuntun mereka akan pergi meninggalkan Rote Ndao beberapa hari kemudian.

Akhirnya aku sudah berada pada akhir masa transisi. Dua minggu sudah aku melakukan orientasi medan, mengenali karakteristik masyarakat, serta menjalin hubungan dengan orang-orang yang potensial di Pulau Rote Ndao. Terima kasih Mbak Anies atas masa transisi yang mengesankan ini. Meski harus jatuh bangunšŸ˜€ tapi banyak informasi bermanfaat yang aku dapat dari Mbak Anies. Aku yakin setahun ke depan adalah masa-masa penuh tantangan di ujung selatan negeri ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s