YAA!! INILAH KABUPATEN TERJAUH DARI KHATULISTIWA

Selamat Datang di Rote Ndao

Selamat Datang di Rote Ndao

Rote Ndao adalah kabupaten paling selatan sekaligus kabupaten di Indonesia yang letaknya paling jauh dari garis khatulistiwa. Rote Ndao merupakan daerah kepulauan yang terletak di Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan Pulau Rote sebagai pulau yang terbesar. Dari daratan Pulau Timor, Pulau Rote berjarak kurang lebih 13 KM. Ibukota Kabupaten Rote Ndao adalah Ba’a yang terletak di Kecamatan Lobalain. Ba’a terletak di pantai utara Pulau Rote dan menjadi pusat aktivitas warga Rote Ndao.

Akses dari Kupang ke Pulau Rote dapat ditempuh dengan menggunakan moda transportasi laut dan udara. Ada dua jenis kapal yang melayani rute Kupang-Rote yaitu kapal cepat dan kapal feri. Kapal cepat sesuai namanya, dapat menempuh Kupang ke Ba’a yang jaraknya 60 Km dalam waktu dua jam, sementara kapal feri dapat memakan waktu hingga empat jam. Moda transportasi kedua adalah menggunakan pesawat terbang yang dapat ditempuh dalam waktu 15 menit. Meski pulau terpencil, Pulau Rote sudah memiliki bandara yang dapat didarati oleh pesawat berbadan kecil.

Transportasi yang digunakan oleh Pengajar Muda menuju Rote adalah kapal cepat. Kapal cepat yang kami naiki bernama Bahari Ekspress. Kami berangkat dari Pelabuhan Tenau yang terletak di barat laut kota Kupang. Sepanjang perjalanan menuju Kota Kupang kami disuguhi pemandangan pegunungan dan laut biru yang eksotis. Di Pelabuhan Tenau kami menjumpai banyak wisatawan asing dengan papan selancarnya yang juga akan menuju Pulau Rote. Mereka akan berselancar di Pantai Nembrala yang merupakan salah satu lokasi selancar dengan ombak terbaik kedua di dunia setelah Hawaii.

Perairan yang kami lalui dari Kupang menuju Ba’a bernama Selat Pukuafu. Selat ini memisahkan Pulau Timor dengan Pulau Rote. Selat Pukuafu dalam waktu-waktu tertentu memiliki ombak yang ganas sehingga tidak dapat dilalui oleh kapal penyeberangan apapun. Masyarakat sekitar sering menyebutnya waktu musim angin baik angin barat atau angin timur. Saat kami berangkat kami berada pada angin musim timur. Ombak pada saat ini cukup besar, kapal Bahari Ekspres yang melaju 40 Km/jam terkadang oleng ke kiri dan ke kanan. Bersyukur kami dapat melalui itu semua dengan selamat sampai tiba di Pelabuhan Ba’a.

Mata Air Oemau

Mata Air Oemau

Setelah makan siang kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi mata air yang bernama Oemau. Lokasinya dekat dengan pusat kota Ba’a. Mata air ini berupa kolam jernih dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Karena jernihnya, kita dapat melihat bebatuan di dasar kolam dengan sangat jelas. Mata air ini menjadi semacam oase bagi warga, karena Pulau Rote dan Nusa Tenggara pada umumnya terkenal dengan daerah yang sulit air. Warga memanfaatkan mata air ini untuk mandi, mencuci dan air minum. Di dalam mata air ini hidup beberapa jenis ikan berukuran kecil. Tanpa membuang waktu, kami langsung menceburkan diri ke mata air di siang hari yang sangat terik itu.

Rote Ndao merupakan wilayah yang cukup subur jika dibandingan dengan wilayah lain di NTT. Rote Ndao juga memiliki lahn persawahan dan perkebunan yang cukup luas. Melihat potensi-potensi yang ada, sudah sepatutnya Rote Ndao menjadi daerah yang maju meski kabupaten ini baru berdiri di tahun 2000-an.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s