JOY TRIP DENGAN LOKALAN “CIBATU”

Stasiun Purwakarta

Stasiun Purwakarta

Hari pemberangkatan menuju daerah penempatan mengajar sudah dekat. Mendekati hari itu tiba, kami berusaha menikmati apapun yang ada, sebelum kami harus berpuasa selama setahun . Salah satu hal yang tidak akan aku jumpai selama setahun ke depan adalah kereta api. Semua orang tahu kereta api hanya ada di Jawa dan Sumatera. Sebagai seorang penggemar kereta api atau railfans sudah menjadi kewajiban menikmati kereta api dan jalurnya dimanapun ia berada.

Kebetulan, Purwakarta tempat Pengajar Muda menjalani masa-masa pelatihan merupakan salah satu daerah yang dilalui jalur kereta api dengan pemandangan yang sangat eksotis. Purwakarta masuk dalam Daerah Operasi (Daop) II  PT. Kereta Api yang berpusat di Bandung. Stasiun Purwakarta yang terletak di pusat kota melayani perjalanan menuju Bandung dan Jakarta dengan harga yang sangat murah.

Kali ini bersama Ine dan Mas Gun, mencoba menikmati perjalanan Kereta Api Lokal Cibatu menuju Bandung. Dengan tarif seharga Rp. 3.500  kami menikmati pemandangan eksotis bumi Parahyangan. Saking indahnya ada kalimat ‘Tuhan menciptakan bumi Parahyangan ketika sedang bahagia’. Jalur kereta api Purwakarta hingga Bandung didominasi oleh pegunungan dan lembah. Terowongan aktif terpanjang di Indonesia, Sasaksaat berada di jalur ini, menembus hampir satu kilometer di bawah pegunungan. Selain terowongan terpanjang, jembatan kereta api tertinggi dan terpanjang di Indonesia juga berdiri di jalur ini, yaitu Cisomang dan Cikubang.

Pada perjalanan kali ini kami berjumpa dengan Topik, seorang railfans cilik yang memiliki pengetahuan cukup banyak tentang kereta api khususnya di jalur antara Purwakarta dan Bandung. Meskipun baru kelas dua SMP, Topik berani meninggalkan rumah demi menikmati hobinya menaiki kereta api. Di dalam kereta dia menunjukan hasil karyanya berupa minatur lokomotif kereta api yang terbuat dari kertas. Miniatur itu hampir selalu ia bawa ketika akan menaiki kereta.

Perjalanan menuju Stasiun Bandung hampir memakan waktu dua setengah jam, lebih lama jika menggunakan akses jalan tol Cipularang. Oleh karena itu sejak dibangunnya jalan tol yang menghubungkan Jakarta hingga Bandung, okupansi penumpang kereta api semakin sedikit. Salah satu dampaknya adalah digabungnya kereta api Parahyangan dan Argo Gede menjadi Argo Parahyangan karena tidak mampu bersaing dengan bus penumpang yang dapat menempuh Jakarta Bandung lebih cepat.

 Bagi railfans seperti aku, merasakan gelapnya terowongan Sasaksaat atau saat-saat melewati Jembatan Cisomang jauh lebih menyenangkan daripada harus terlelap di dalam bus ketika menyusuri jalan tol.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s