Produktif Ketika Terjebak Stagnasi

Why Jogja?  Cukup satu kalimat mengapa aku memilih Yogyakarta menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Jogja itu manusiawi.

Kemacetan di Jalan Bekasi Raya Pulogadung

Kemacetan di Jalan Bekasi Raya Pulogadung

Jakarta memang belum mengalami stagnasi total, tapi perjalanan dari kantor ke rumah yang jaraknya 30 km dalam waktu 3 jam merupakan penderitaan tersendiri. Betul kata orang “Jakarta hanya indah pada waktu subuh dan hari raya Idul Fitri”, Jakarta begitu sepi saat dua moment itu. Dari rumah ke kantor biasanya aku berangkat setelah subuh. TransJakarta alias TJ yang menjadi transportasi andalanku bisa melaju dengan mulus nyaris tanpa ada hambatan pada saat fajar menyingsing.  Namun, TJ seakan menjadi tidak berdaya ketika melaju pada sore hari, ketika ribuan kendaraan pekerja tumpah ruah di jalanan ibukota untuk kembali ke rumah masing-masing. Busway yang  merupakan sistem bus in own line hanya menjadi nama tanpa makna. Banyak kendaraan pribadi yang masuk ke dalam jalur bus TJ. TJ pun menjadi bus yang nyaris tidak ada bedanya dengan bus-bus lain. Aku gak akan membahas kedisiplinan masyarakat lagi. Dua buku tesis pun mungkin gak akan selesai membahasnya.

Beruntungnya, aku adalah pengguna TJ yang naik dari halte awal dan turun di halte akhir pulang pergi. Artinya, peluangku untuk dapat duduk di TJ sangatlah besar. Dapat duduk di TJ merupakan anugerah tersendiri, karena TJ biasanya selalu ramai. Mendapat tempat duduk di TJ berarti mengurangi risiko varises di kaki karena berdiri terlalu lama ketika TJ terjebak macet. Tempat duduk favoritku adalah di bagian paling belakang, karena bisa mengamati pemandangan kota dari dua sisi.

Macet telah membuat banyak orang kehilangan waktu, dan waktu adalah sangat berharga. Ketika di dalam TJ biasanya aku mengerjakan tugas kantor dengan laptopku. Meskipun agak rawan, tapi aku percaya dengan sistem keamanan di TJ.

Ada beberapa titik macet yang akan dilalui khususnya pada jam pulang kerja di koridor Busway Kalideres-Pulogadung antara lain :

1.Halte Galur-Halte Pasar Senen

Pada jam pulang kerja biasanya terjadi kemacetan selepas Halte Galur hingga Halte Pasar Senen.Biasanya kemacetan terjadi karena durasi lampu merah yang cukup panjang. Apalagi hampir tidak ada separator busway di sepanjang jalur ini.

2. Roxy

Biasanya terjadi pada jam pulang kerja. Ekor kemacetan biasanya sudah mulai nampak di depan Hotel Merlyn Park, sementara kepalanya ada di flyover Roxy. Penyebab kemacetan ada beberapa sebab, yaitu adanya perempatan yang diatur oleh lampu lalu lintas, dan yang menjadi sumber utama adalah 4 jalur yang ‘berebutan’ masuk flyover yang hanya terdiri dari dua jalur. Di titik inilah kemacetan paling menyiksa menurutku. Meskipun separator busway menyembul jelas, tapi banyak kendaraan pribadi yang masuk ke jalur TJ.

3. Jembatan Baru

Biasanya terjadi pada pagi hari antara pukul 7-9. Kemacetan terjadi menjelang Jembatan Baru dari arah Tangerang menuju Grogol. Kemacetan terjadi akibat penyempitan jalur di jembatan dari empat jalur menjadi dua jalur. Kemacetan juga diperparah karena banyak angkutan umum menaikturunkan penumpang di sekitar jembatan serta banyak pengemudi motor yang berjalan melawan arah karena malas untuk berputar. Bersyukurlah yang berangkat selepas subuh, anda akan terbebas dari kemacetan ini.

4. Perempatan Cengkareng

Kemacetan di perempatan Cengkareng setidaknya sudah berkurang keparahannya karena sudah dibangun flyover dari utara ke selatan. Kemacetan yang terjadi biasanya karena lampu merah yang cukup lama dan banyaknya kendaraan umum yang ngetem sehingga memakan badan jalan.

Baiklah, macet memang sangat menyiksa, membuang waktu, dan sangat mengganggu kesehatan jasmani dan rohani. Lalu apakah kita menyerah begitu saja menghadapi macet? Sebagai warga kota, tentu kita dituntut untuk selalu produktif. Berikut solusi dari ku kegiatan produktif ketika menikmati kemacetan di Jakarta dari dalam TJ.

  1. Membaca: Siapkan buku favorit kalian yang belum pernah dibaca atau buku pelajaran. Jangan lupa, carilah buku dengan jumlah halaman yang cukup banyak. Sia-sia kan membaca satu artikel sebanyak dua halaman untuk menghadapi kemacetan berjam-jam. Meski macet tapi ilmu mu akan bertambah.
  2. Isi penuh baterai di gadget: tidak ada salahnya mengerjakan tugas kantor di TJ atau mendengarkan siaran berita di radio atau surfing internet dengan menggunakan tab. Supaya durasi kegiatan produktifmu lebih panjang daripada waktu macet yang kamu hadapi, pastikan baterai gadgetmu selalu penuh. Kalau perlu siapkan power bank

Ada lagi yang mau menambahkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s