Di Atas Merapi Merbabu Sumbing serta Sindoro

Kebersamaan dalam Direct Assessmen Indonesia Mengajar di Museum Pendidikan Indonesia Kampus UNY

Kebersamaan dalam Direct Assessmen Indonesia Mengajar di Museum Pendidikan Indonesia Kampus UNY

Akhir Juli 2011.

Sore itu adalah bagian awal dari perjalanan menuju Bumi Lancang Kuning. Kepergianku kesana adalah untuk mencicipi rasanya bekerja selama beberapa bulan di sebuah perusahaan kertas raksasa di pedalaman Propinsi Riau. Perusahaan ini juga yang telah memberikan sedikit nominalnya agar aku bisa melanjutkan kuliah di UGM tanpa perlu memikirkan lagi biaya yang harus orang tua ku keluarkan. Dan beruntungnya, perusahaan inilh yang membuatku secara kebetulan bertemu dengan salah satu orang luar biasa yang dimiliki oleh bangsa ini, Pak Anies Baswedan. Muda, cerdas,inovatif, santun dan inspiratif, sosok yang sangat dirindukan sebagai pemimpin negeri ini.

Hampir saja aku telat tiba di Bandara Adi Soetjipto Yogyakarta. TransJogja sore itu nyaris tidak nampak selama satu jam. Akhirnya aku memutuskan kembali ke kost, meminta Theo (teman kostku) mengantarkan ku ke bandara dengan motornya. Tiba disana, ternyata pesawat delay setengah jam. Begitu gate dibuka, aku langsung masuk ke pesawat mencari nomor kursi ku yang sesuai pada tiket. Seharusnya aku duduk di tengah, namun karena ingin menikmati pemandangan di luar sana, aku pindah ke kursi yang dekat dengan jendala, toh siapa tahu pemilik kursi ini telat sehingga ditinggal. Sekitar 5 menit, sang empunya kursi akhirnya datang. Berbeda dengan kebanyakan orang yang mungkin akan berekspresi ‘jutek’ ketika kursinya sudah diduduki, bapak itu tersenyum melihat keterkejutanku. Wajahnya sangat familiar dan sangat populer dikala itu, sambil pindah ke posisi tempat dudukku, aku berpikir keras mengenai bapak di sebelahku ini. Akhirnya ketika sudah merasa nyaman di posisi bangku ku, aku langsung ingat bahwa beliau adalah Pak Anies Baswedan, alumni UGM, rektor termuda di Indonesia dan penggagas program Indonesia Mengajar. Waaah rasanya terhormat sekali bisa duduk sebelahan dengan beliau di pesawat.

Pesawat mulai mengudara menuju Jakarta. Senja itu, langit berwarna jingga sangat indah, pertama aku dapat menyaksikan Merapi dan Merbabu dari dekat. Berikutnya Gunung Sumbing dan Sindoro tampak gagah tanpa ada awan yang menghalangi. Akhirnya langit menjadi gelap. Aku pun memberanikan diri berbicara dengan Pak Anies Baswedan.

“Pak Anies Baswedan ya?” tanya ku

“Iya” jawab beliau.

Dalam obrolan itu, Intinya aku sangat salut dengan progam Indonesia Mengajar gagasannya beliau. Pak Anies Baswedan sendiri terinspirasi dari sosok Pak Koesnadi yang pernah menjabat sebagai Rektor UGM. Pak Koesnadi lah yang menggagas program Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) yang bertujuan agar terciptanya pemerataan program pendidikan ke seluruh wilayah Indonesia pada tahun 1951-1962. Saat itu usia republik ini masih sangat muda. Namun semangat mahasiswa saat itu mampu mengalahkan rasa takut terhadap keganasan alam, penyakit menular hingga konflik bersenjata. Meski pada akhirnya, ada beberapa mahasiswa UGM yang gugur dalam pengabdian. PTM inilah yang menjadi cikal bakal program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi para mahasiswa di perguruan tinggi saat ini.

Sosok Pak Koesnadi sendiri sangat luar biasa bagiku. Jabatannya sebagai rektor tidak menjadikannya rintangan untuk bergaul dengan mahasiswa. Semasa menjabat sebagai Rektor UGM, Pak Koesnadi sendiri sangat dekat dengan anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) UGM. Di arsip Menwa UGM sendiri sangat banyak foto-foto yang menunjukan rasa sayang seorang rektor terhadap para anggota yang sudah dianggap anak sendiri. Beliau tidak sungkan ikut dalam kegiatan Menwa sambil lesehan di bawah tenda peleton.

Pesawat akhirnya mendarat dengan mulus di Jakarta. Pengalaman dalam perjalanan inilah yang membuatku mengikuti perkembangan program Indonesia Mengajar bahkan memotivasi untuk ikut bergabung sebagai Pengajar Muda.

Dua tahun tahun dari perjalanan itu, akhirnya aku dapat menyelesaikan studiku. Keinginnku ingin terlibat dalam program Indonesia Mengajar akhirnya terfasilitasi dengan dibukanya kesempatan menjadi Pengajar Muda, tidak lama setelah aku mendapatkan Surat Keterangan Lulus (SKL). Berbekal dengan prestasi akademik seadanya dan pengalaman organisasi sewajarnya aku memberanikan diri mengikuti proses seleksi yang konon sangat sulit itu. Satu persatu tahapan seleksi aku ikuti. Dimulai dari tahap administrasi.Tahap Administrasi disini tidak sekedar mengumpulkan dokumen-dokumen yang disyaratkan tetapi juga menulis essay. Setelah tahap administrasi aku dinyatakan lolos, tahap selanjutnya adalah Direct Assesmen. Dalam tahap ini ada beberapa rangkaian seleksi antara lain diskusi kelompok terfokus, micro teaching dan wawancara. Pada saat micro teaching siapapun peserta seleksi pasti akan mendapatkan kesan disini. Mental kita diuji ketika harus mengajar tim seleksi dan rekan-rekan calon pengajar muda yang berperan sebagai siswa SD yang nakal, usil dan rewel😀.

Setelah dinyatakan lolos Direct Assessmen aku mengikuti Medhical Check Up (MCU) di Jakarta. Ketika sudah berada dalam tahap MCU, sebetulnya aku sudah diterima di beberapa perusahaan yang aku lamar pada saat Job Fair di UGM awal Februari lalu. Inilah yang memunculkan pertimbangan-pertimbangan dalam memilih tujuan masa depanku. Setelah berdiskusi dengan orang tua, sahabat dan teman, akhirnya pilihanku mantab untuk menjadi Pengajar Muda. Beberapa hari kemudian, tibalah pengumuman bahwa aku lolos tahap MCU dan selanjutnya bersiap untuk mengikuti pelatihan Pengajar Muda Angkatan VI selama 7-8 minggu. Ini adalah kejutan yang sangat luar biasa. Aku sendiri tidak menyangka bisa lulus sampai sejauh ini, padahal rekan-rekan calon pengajar muda lainnya sangat luar biasa prestasinya.

Semoga kesempatan menjadi Pengajar Muda ini bisa memberikanku ilmu dan pengalaman yang dapat meningkatkan kualitas diri diri masa depan.

One thought on “Di Atas Merapi Merbabu Sumbing serta Sindoro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s