Kecemasan Tes, Ketika Banyak Hal Muncul Saat Tes Berlangsung

TEST ANXIETY

Salah satu penyebab kecemasan tes dapat dijelaskan melalui pendekatan model drive. Drive model dikembangkan oleh JT Spence (Zeidner, 1998). Menurut model ini, kecemasan menghadapi tes disebabkan oleh banyaknya rangsangan atau stimulus pada saat tes berlangsung. Model ini dikembangkan berdasarkan Teori Belajar Hull tentang dorongan (drive) yang menyebabkan seseorang memiliki perilaku tertentu. Drive (D) diartikan sebagai jenis-jenis kebutuhan seseorang yang jika digabungkan akan menentukan tingkat motivasinya dalam kurun waktu tertentu. Seseorang yang mengalami kecemasan, akan meningkatkan level drive secara keseluruhan.

Diantara banyaknya rangsangan pikiran yang diterima, seseorang akan menghasilkan respon otonom terhadap tes serta bayangan yang tidak ada kaitannya dengan tes atau dengan kata lain, kecemasan tes banyak memunculkan jawaban-jawaban yang salah (disebut dengan jawaban tandingan) (Spielberger dan Sarason, 2005). Hal tersebut akan menyebabkan subjek pada kondisi yang membingungkan, hmmm mungkin penjelasannya seperti ini:

misalnya ketika terdapat tes dengan pertanyaan di mana letak ibukota Negara Indonesia, seseorang yang mengalami kecemasan akan memunculkan jawaban-jawaban tandingan mengenai kota yang dianggap sebagai ibukota Indonesia seperti Yogyakarta, Bukittinggi, Bandung meskipun jawaban yang benar adalah Jakarta dan subjek dalam kondisi normal mengetahui hal tersebut. Proses belajar pada masa lampu akan mempengaruhi apakah subjek memilih jawaban yang benar atau jawaban tandingan yang muncul pada saat subjek mengalami kecemasan tes

Spence (Zeidner, 1998) menyebutkan bahwa seseorang mengalami kecemasan tes ketika merespon stimulus secara emosional. Model ini menekankan pada stimulus berbahaya dan mengancam yang terdapat pada saat pelaksanaan tes. Kecemasan tes merupakan cerminan dari kecemasan secara umum yang terjadi pada saat seseorang sedang menghadapi ujian. Zeidner (1998) juga menjelaskan mengenai Hukum Yerkes-Dodson tentang hubungan kecemasan tes dengan kemampuan seseorang. Hukum Yerkes-Dodson (Ormrod, 2004) menyebutkan bahwa kecemasan akan membantu kemampuan seseorang pada tingkat tes yang mudah, sebaliknya, kecemasan akan membuat kemampuan seseorang menjadi lemah dalam menghadapi tes yang sulit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s