Bersepeda ke Candi Banyunibo

Rencananya Sabtu ini mau sepedaan jelajah candi-candi yang ada di kawasan Kali Opak, Bokoharjo, Sleman sekitar Candi Boko. Di sana candi-candi dengan ukuran kecil lumayan banyak bertebaran seperti Candi Ijo, Candi Barong dan Candi Banyunibo. Sebetulnya tidak ada tujuan pasti mau ke candi mana, yang penting menuju icon candi yang ada di GPS Garmin.

Jalan Inspeksi Selokan Mataram yang sudah dilebarkan.

Jalan Inspeksi Selokan Mataram yang sudah dilebarkan.

Perjalanan dari kost ke kawasan Bokoharjo melalui jalan inspeksi Selokan Mataram. Waah ternyata jalannya sudah lebar dan bagus. Dulu waktu masih muda (ciyeee muda) aku sering ke talang Selokan Mataram untuk sekedar jogging, sepedaan atau rapling.

Lama tidak kesini, ternyata pembangunan jalan di kawasan Selokan Mataram sudah sangat cepat. Dulu jalan inspeksi Selokan Mataram sangat sempit. Apalagi di jembatan Kali Gadjah Wong yang hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat. Sepertinya jalan inspeksi Selokan Mataram ini memang dibangun untuk mengurangi kepadatan Jalan Solo yang merupakan akses utama dari Yogyakarta menuju Solo.

Jembatan Talang Air Selokan Mataram di Babarsari yang sering digunakan sebagai tempat rapling

Jembatan Talang Air Selokan Mataram di Babarsari yang sering digunakan sebagai tempat rapling

Pagi itu cuaca cerah berkabut, jadi sinar matahari tidak terlalu panas. Senang sekali bisa menikmati persawahan dengan padi yang sudah mulai menguning dan sebagian sudah dipanen.

Agak offroad nih di jalan inspeksi Selokan Mataram sebelum RIng Road Timur

Agak offroad nih di jalan inspeksi Selokan Mataram sebelum RIng Road Timur


Ketika melewati Sambisari sepeda langsung aku belokkan ke kanan menuju arah Berbah. Sampai di depan gerbang Akademi Angkatan Udara (AAU) saatnya menyeberang Jalan Solo yang ramainya bukan main. Setelah hampir tiga menit akhirnya bisa juga nyebrang jalan.

Langkah selanjutnya adalah menemukan jalan yang tepat untuk menyeberangi Kali Opak. Kali Opak merupakan kali yang besar sehingga jembatan yang dibangun hanya ada di beberapa titik salah satunya adalah di desa Kali Tirto, Kecamatan Berbah. Jembatan ini ada di koordinat S7 48 29.3 E110 27 33.2.

Menikmati suasana pedesaan di Kecamatan Prambanan

Menikmati suasana pedesaan di Kecamatan Prambanan

Tidak jauh dari jembatan itu sebetulnya ada Candi Abang di Desa Jogotirto (tampak di GPS). Namun karena tidak ada akses jalan serta papan nama yang meyakinkan, akhirnya ku urungkan niatku ke Candi Abang. Perjalanan aku lanjutkan ke Candi Banyunibo.

Inilah dia Candi Banyunibo

Inilah dia Candi Banyunibo

Candi Banyu Nibo terletak di koordinat S7 46 40.5 E110 29 38.1. Secara administratif candi ini terletak di Dusun Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Candi Banyunibo dikelilingi perbukitan. Lokasinya lumayan terpencil dari Jalan Raya Prambanan-Piyungan. Banyu Nibo asalnya dari bahasa Jawa yang artinya air jatuh atau air menetes. Candi Banyunibo merupakan candi agama Budha. Hal ini nampak dari stupanya yang khas candi Budha seperti Candi Borobudur.Candi Banyunibo dibangun pada abad 19 ketika Kerajaan Mataram Kuni masih eksis.

Patung Lembu alias Sapi

Patung Lembu alias Sapi

Sama seperti candi-candi lainnya di Pulau Jawa, Candi Banyunibo ditemukan dalam kondisi berantakan pada tahun 1940. Setelah dilakukan analisis yang mendalam para ahli mencoba untuk membangun kembali Candi Banyunibo. Pada tahun 1942 bagian atap dan pintu candi berhasil disusun. Tahun 1962 berhasil menyusun subasement, kaki candi, tubuh candi, serta pagar di bagian utara. Akhirnya pada tahun 1978 pemugaran Candi Banyunibo selesai dilakukan. Butuh waktu 30 tahun lebih untuk memugar candi yang ukurannya lebih kecil dari kost ku teman teman😀. Jelas saja, karena memugar candi tidak bisa sembarangan. Memugar candi yang ditemukan dalam kondisi bebatuan yang berserakan sama seperti kita mencoba merangkai puzzle yang berserakan juga. Kalau puzzle kan cuma 2 dimensi, lah candi tiga dimensi, pusing kan?

Komplek Candi Banyunibo terdiri dari satu candi induk dan enam buah candi perwara atau pendamping. Candi induk  menghadap ke barat sementara candi-candi pendamping dalam kondisi berserakan. Di kawasan komplek kita dapat menjumpai beberapa arca berbentuk sapi.

Batu-batu berserakan di sekitar Candi Banyunibo

Batu-batu berserakan di sekitar Candi Banyunibo

Di dalam candi induk terdapat sebuah ruangan yang dapat dimasuki oleh pengunjung. Di dalam ruangan tersebut terdapat delapan buah lubang jendela dan beberapa relief. Relief yang ada di Candi Banyunibo menceritakan sosok wanita bernama Hariati yang merupakan dewi kesuburan dalam agama Buddha. Ada juga yang menganggap Hariati sebagai dewi ibu dan dewi kekayaan. Hariati yang digambarkan sebagai wanita yang selalu dikelilingi oleh anak-anak.

Setelah puas berada di Candi Banyunibo, perjalanan dilanjutkan dengan mencari candi-candi yang lain. Namun karena salah jalan, aku malah menuju jalan tanjakan yang ternyata jalan buntu yang diujungnya loket Candi Boko. Karena sudah pernah kesana beberapa tahun lalu, akhirnya kuputuskan untuk pulang ke kost, selain itu hari juga sudah mulai panas.

Sarapan pagi kali ini adalah Mie Ayam serta es campur yang ada di Pasar Prambanan. Harganya lumayan murah lho, Mie Ayam bakso Rp. 5.000 sementara es campurnya Rp. 3.500. Selesai sarapan perjalanan dilanjutkan menuju Kalasan. Naaah kalau sudah di Kalasan jangan lupa menikmati es dawet Pak Bagong. Es Dawet Pak Bagong ini ada di sebelah kiri Jalan Solo yang mengarah ke Jogja. Spanduk Es Dawet Pak Bagong ini ada gambar lebahnya Al*amart. Hehehe dulu waktu aku kesini memang banyak lebah yang mengerubungi air gula merah utuk campuran dawet. Tenang saja, kalau gak diganggu lebah-lebah itu gak bakalan nyengat.

Selesai menyeruput segelas dawet seharga Rp. 3.000, perjalanan dilanjutkan kembali mencari kembali jalan inspeksi Selokan Mataram menuju ke Kampus UGM.

One thought on “Bersepeda ke Candi Banyunibo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s