Mengenang Masa Kecil di Pendowo

Suasana di Desa Pendowo

Pendowo merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kabupaten Temanggung sendiri dikenal sebagai daerah yang berhawa sejuk karena terletak di dataran tinggi yang dikelilingi beberapa gunung seperti Sumbing, Sindoro, dan Ungaran. Temanggung merupakan penghasil tembakau terbaik di Indonesia yaitu tembakau srintil. Kecamatan Kranggan letaknya cukup strategis karena berada di akses jalan utama Magelang-Temanggung-Wonosobo. Kecamatan Kranggan berada di sebelah timur Kali Progo yang merupakan salah satu sungai penting di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Gunung Sumbing terlihat jelas dari Desa Pendowo

Desa Pendowo terletak 1,4 km jauhnya dari akses jalan utama Magelang-Temanggung. Jalur yang menuju Desa Pendowo merupakan jalur alternatif dari Kota Temanggung menuju Pringsurat atau menuju Boja, Ungaran. Namun karena jalanan yang sempit serta harus melewati perbukitan, jalur ini lumayan sepi dari kendaraan bermotor. Hingga sekarang tidak ada angkutan umum yang melintasi Desa Pendowo.

Suasana tegal/perkebunan warga

Mayoritas warga di Desa Pendowo kebanyakan berprofesi sebagai petani. Mereka menjual hasil pertaniannya seperti sayuran dan buah di Pasar Kranggan yang terletak di kecamatan. Pada saat kendaraan bermotor belum banyak seperti saat ini, mereka berjalan kaki sejauh 1,4 km pada pukul 04:00 WIB kemudian pulang pada pukul 09:00 WIB. Saat ini sudah banyak warga yang memiliki sepeda motor sehingga tidak perlu berjalan kaki menuju pasar. Anak mudanya banyak yang bekerja di pabrik kayu yang saat ini banyak dibangun di Kecamatan Kranggan. Selain itu ada pula yang merantau ke luar daerah seperti Semarang, Yogyakarta, Jakarta hingga ke luar Pulau Jawa.

Di Desa Pendowo terdapat sebuah lapangan sepak bola yang letaknya persis di depan kantor desa. Mungkin lapangan ini juga berfungsi sebagai ‘alun’alun’ desa. Di lapangan tersebut, tim sepak bola lokal bernama Kalimosodo FC berlatih. Pemain Kalimosodo FC merupakan pemuda desa setempat. Selain untuk kegiatan olahraga sepak bola, lapangan tersebut juga berfungsi sebagai tempat acara yang diselenggarakan oleh warga desa seperti karnaval hari Kemerdekaan Indonesia dan peringatan hari-hari besar lainnya.

Pintu air dam yang sudah tidak terawat lagi

Desa Pendowo dulunya memiliki waduk yang berfungsi sebagai penampung lumpur, penyediaan air bagi warga dan irigasi persawahan. Waduk ini dibangun pada tahun 1985. Sayangnya kondisi waduk saat ini sangat memprihatinkan. Debit air hilang sehingga tersisa padang rumput yang sering dimanfaatkan warga untuk pakan ternak. Yang tersisa hanya aliran sungai yang sangat kecil. Aliran sungai inilah yang dulunya dibendung. Aku sempat merasakan ketika waduk ini berada dalam kondisi yang baik. Saat itu waduk tidak hanya dimanfaatkan untuk irigasi namun juga tempat mencari ikan, seperti mujair, lele dan wader.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s