Menuju Puncak, Menerawang Parangtritis

Selamat Hari Pahlawan! Merdeka

Selamat menempuh hidup baru! Lhoo?

Yeah di tanggal yang cantik ini 10-11-12 alias 10 November 2012 bertepatan dengan Hari Pahlawan. Tapi bagi sebagian pasangan,  tanggal nan cantik ini banyak dipilih sebagai hari pelaksanaan resepsi pernikahan.

Ngumpul di Fakultas Psikologi UGM

Sementara bagi Psikopit, klub sepedaannya fakultas Psikologi UGM, tanggal yang cantik ini dijadikan sebagai waktu untuk berkunjung ke sebuah tempat yang spektakuler. Lokasinya berada di wilayah selatan Yogyakarta dan berada di tepi jurang. Bagi yang pernah ke Pantai Parangtritis, tengok pebukitan indah yang berada di sebelah timur. Nah lokasi tujuan bersepeda di Hari Pahlawan ini berada di salah satu titik di atas sana. Penasaran apa nama tempatnya, mari kita lanjutkan.

Kami berkumpul di Fakultas Psikologi sekitar pukul 13:00 WIB. Di ruang auditorium kami sedang diselenggarakan acara yang bertemakan psikologi perkembangan. Sebelum berangkat kami ditawari makan siang terlebih dahulu oleh penyelenggara acara tersebut.

Meninggalkan kampus tercinta, lagi ada hajatan nikahan tu😀

Heading to Parangtritis, yeaah

Tepat pada pukul 13:18 WIB kami mulai bergerak meninggalkan kampus UGM menuju Pantai Parangtritis. Cuaca Jogja yang sedang mendung sangat cocok untuk bersepeda di siang hari. Psikopot menyusuri sepanjang Jalan Prangtritis dan berhenti di beberapa titik untuk menunggu beberapa anggota yang menyusul.

Pucuk Pucuk Pucuk

Jalanan dan dedauan yang basah bisa mencelakakan, dowong wae

Perjalanan menuju Pantai Parangtritis cenderung. Dalam waktu kurang lebih 3,5 jam, kami mulai memasuki kawasan Parangtritis. Kami disambut oleh jembatan Kali Opak yang pemandangannya sangat indah. Hamparan sungai yang berwarna hijau berpadu dengan jembatan besi dan perbukitan yang mulai menghijau. Kami mulai memasuki wilayah perbukitan Parangtritis dengan tanjakan yang lumayan ekstrim. Di saat itulah hujan mulai turun, namun kami semua tetap melanjutkan perjalanan.

Ketika sampai di lokasi helipad, tanjakan semakin ekstrim dengan jalanan semen yang licin karena diguyur hujan. Sampailah kami di sebuah pertigaan yang mengarah ke Goa Lanse. Kondisi jalan cukup berbahaya karena terbuat dari batu karst yang tajam dan sangat licin. Kami semua menuntun untuk menghindari resiko terjatuh.

Pondok Jati Rasa yang berada di tepi jurang🙂

Inilah tempatnya, Pondok Jati Rasa

Bebas memandang Samudera Hindia

 

Oiii pengunjung Parangtritis, kami ada di atas lhooo

Akhirnya kami tiba di sebuah podokan yang dikenal sebagai Pondok Jati Rasa. Pondokan ini terletak tepat di tepi jurang yang di depannya berupa hamparan Samudera Hindia. Pemandangannya jelas sangat-sangat indah. Kami bisa melihat kawasan Pantai Parangtritis, Parangkusumo hingga muara Kali Opak. Pondokan ini kental dengan arsitektur Jawa. Sebagian bangunan terbuat dari kayu dan batu karst yang dapat dengan mudah ditemukan di Gunung Kidul. Kami langsung disambut dengan air kelapa yang sanga menyegarkan. Karena cuaca mendung, pemandangan matahari terbenam menjadi kurang jelas.

Suasana Malam

Makan malam

Meski Lokasi Pondok Jati Rasa sulit dijangkau namun semua itu terbayar oleh keindahan kawasan Samudera Hindia yang sangat menawan.

2 thoughts on “Menuju Puncak, Menerawang Parangtritis

  1. barokta says:

    kalau mau kesana dan menginap disana bagaimana ya?jd pgn nih kesana bareng keluarga dan teman2 dkt,hehehehe(mohon yg tau bisa reply koment ini.teriakasih)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s