Pahlawan Tak Dikenal

Semua orang bisa menjadi pahlawan, setidaknya jadi bagi diri sendiri.

Makam pahlawan tak dikenal di pemakaman dusun Pendowo, Kranggan, Temanggung. Siapapun engkau, doa kami selalu menyertaimu serta keturunanmu

Tiga hari menjelang Hari Pahlawan yang selalu jatuh pada 10 November. Di tanggal yang sama pada tahun 1945, arek arek (orang-orang) Surobaya menunjukkan rasa cinta tanah airnya dengan mengorbankan diri melawan penindasan yang dilakukan oleh bangsa asing yang haus akan kekuasaan. Bagaimaa tidak, kemerdekaan yang diraih dengan susah payah pada 17 Agustus 1945 tidak dianggap sama sekali oleh penjajah. Perjuangan beralih menjadi upaya-upaya mempertahankan kemerdekaan yang secara sporadis terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Ya, para leluhur kita lah yang melakukan itu semua, tidak hanya semata untuk negara dalam konteks formal, namun juga kelangsungan hidup yang lebih baik untuk anak cucunya.

Keberanian para pahlawan mempertaruhkan dirinya dapat dipahami mengingat kondisi pada masa lalu sangatlah darurat. Masyarakat berada dalam kondisi yang serba salah, antara menikmati ketertindasan atau berinvestasi untuk masa depan yang  lebih baik. Tentu saja investasi itu harus mengorbankan tenaga, harta hingga nyawa. Keadaan yang serba sulit tersebut juga meningkatkan rasa senasib sepenanggungan, sehingga gerakan-gerakan yang mungkin kita rasa saat ini diluar akal sehat sangat mungkin dilakukan pada masa lalu. Sekali lagi, kita bersyukur, bahwa kakek nenek kita memilih untuk berinvestasi demi masa depan kita yang lebih baik.

Di negeri yang masih menganggap status sosial adalah segalanya, nilai-nilai kepahlawanan sangat mudah dicederai. Pahlawan menjadi sebuah prestise kebanggaan pada masa kini. Akhir-akhir ini, banyak di antara kita yang begitu narsis nya membanggakan diri dengan mengumbar jasa-jasanya. Perbuatan baik selalu dibuat heboh agar orang-orang mengetahuinya. Harapannya jelas, supaya status sosial orang tersebut dapat meningkat di mata masyarakat. Hal ini daat kita lihat pada masa-masa pemilihan pemimpin, baik dari tingkat kelompok hingga tingkat negara. Promosi memang perlu tapi terkadang terlalu berlebihan sehingga ketika akan melakukan perbuatan baik pun tidak dilandasi sikap mulia.

Tidak ada yang bisa membendung orang lain untuk mengungkapkan kebaikan kita. Namun ketika kebaikan tidak dilandasi oleh niat yang ikhlas dan hanya mengharapkan pujian, maka sikap kepahlawanan tersebut sudah tercederai.

Selamat hari pahlawan, jangan kalah sama leluhur kita yang begitu tangguh mempertahankan negeri ini dari kehancuran!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s