Pesanku Kepada Para Prajurit KPK

Hari ini mentari bersinar cukup cerah, ku lihat dari jendela, Jalan Rasuna Said tampak mulai padat oleh kendaraan. Sepanjang mata melihat, kota ini sudah semakin dipenuhi oleh gedung pencakar langit. Para pekerja dengan penampilan metropolisnya lalu lalang di trotoar jalan nan asri. Mobil-mobil mewah melaju dengan anggunnya. Detak Jakarta begitu kencang. Aku bersyukur, pembangunan di Indonesia terus menggeliat. Namun, aku tidak tahu bagaimana dengan saudara-saudara ku nun jauh di sana. Inilah awal tugasku menjadi pemimpin sebuah lembaga yang sangat dicintai oleh mereka yang menyadari bahwa korupsi adalah perbuatan keji. Aku paham betul amanah yang dititipkan oleh ku sangatlah berat. Betapa besar dosaku jika mengingkarinya. Betapa besar laknatku jika aku membiarkan mereka terkapar dalam kemiskinan, sementara segelintir lainnya bermewah durja.

Ku lihat berkas-berkas di meja ku. Cukup banyak memang kasus yang harus ku tangani. Angka-angka yang berjumlah miliaran hingga triliunan rupiah itu jelas membuatku sangat marah. Begitu teganya mereka mempermainkan aset negara. Jika uang tersebut berhasil diselamatkan, betapa makmurnya negeri ini sejak lama. Aku menyadari bahwa komisi ini tidaklah sehebat yang banyak orang bayangkan. Ibarat dalam perang, prajurit kami sangat sedikit, sementara musuh kami sangatlah banyak jumlahnya. Melawan mereka selalu dipenuhi oleh tekanan-tekanan politik yang begitu licik. Namun bagiku tidak ada alasan untuk menyerah pada koruptor. Kami akan berjuang sekuat tenaga, apapun harus kami lakukan demi memperjuangkan kebenaran. Kebenaran yang niscaya akan menciptakan kemakmuran pada bangsa ini.

Hari ini aku menuju ruang rapat untuk memberikan sapaan perdana kepada prajurit-prajurit kebanggaanku. Mereka berasal dari berbagai penegak hukum yang telah terpilih. Kepada rakyat Indonesia, saya jamin, mereka adalah putra-putri terbaik yang senantiasa berada di garis depan melawan korupsi. Setelah aku membuka pintu, aku melihat wajah-wajah penuh semangat itu telah berkumpul dihadapanku. Selamat pagi yang telah aku ucapkan dibalas dengan begitu lantangnya. Adapun hal yang akan aku bicarakan pada hari ini adalah pentingnya integritas seorang penegak hukum dalam menciptakan keadilan di negeri ini.

“Prajurit-prajuritku, Integritas merupakan tolak ukur seorang penegak hukum yang ideal. Ibarat sapu yang akan digunakan untuk membersihkan rumah kita, sapunya pun harus bersih. Sebagai manusia kita memang tidak sempurna, namun hal tersebut janganlah dijadikan alasan untuk menghentikan usaha kita menjadi orang yang semakin lebih baik. Prajurit-prajurit yang aku banggakan, saya yakin dilema yang kalian hadapi amatlah berat. Saya juga yakin, banyak tekanan-tekanan maupun tawaran-tawaran menggiurkan yang ditujukan kepada kalian, baik dari instansi tempat kalian berasal maupun dari pihak-pihak yang tidak menyukai keberadaan kita, lalu, apakah kita akan tergoda untuk mengkhianati perjuangan rakyat Indonesia melawan korupsi?”

Suasana menjadi hening, kulihat wajah-wajah prajuritku satu persatu, sesuai yang aku perkiraan, ruangan itu penuh dengan gelengan kepala. Ya Tuhan lindungilah mereka, lindungi putra-putri terbaik bangsa ini.

“Saya lanjutkan, peristiwa tragis yang dialami oleh rekan kita sebelum era kepemimpinan saya merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Ketika kalian berada di komisi ini, kalian sudah seharusnya siap dengan apapun yang terjadi, termasuk fitnah-fitnah yang mungkin akan kita alami. Prajuritku, saya berpesan, janganlah gentar menghadapi rekayasa-rekayasa semacam itu, jangan patah semangat dalam menjalankan setiap tugas yang dibebankan. Percayalah, di luar sana, mata-mata sayu itu menantikan hasil dari perjuangan kita. Mereka yang telah lelah hidup dalam penderitaan. Mereka yang selalu sabar meskipun haknya dirampas. Saya yakin mereka menyadari keterbatasan yang kita miliki. Namun ada satu hal, yang saya yakin masih mereka banggakan dari prajurit-prajurit disini, yaitu integritas. Jagalah integritas kalian, jangan sampai memainkan kepercayaan rakyat Indonesia. Saya yakin dengan menjaga integritas, kalian akan mampu memberantas korupsi dengan penuh kebijakan. Semoga Tuhan melindungi kita dan Bangsa Indonesia. Amin”

Tepuk tangan membahama begitu aku selesai menyampaikan sambutan perdana ini, ku salami mereka satu persatu. Pada tangan-tangan yang hangat itu lah, perjuangan memberantas korupsi itu ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s