Malam Jumat di Pemakaman Raja Mataram Kotagede (WOOW)

Gerbang Pemakaman Raja Mataram Kotagede

Bagi kebanyakan orang, mengunjungi makam pada malam hari adalah hal yang konyol apalagi bertepatan dengan malam Jumat Kliwon. Namun bagi sebagian orang ada tradisi unik pada saat menyambut Jumat Kliwon yang berkaitan dengan makam di Yogyakarta, khususnya di Pemakaman Raja-Raja Mataram Kotagede. Tradisi tersebut adalah ziarah memanjatkan doa serta mandi di Sendang Seliran

Isi perut dulu di angkringan

Pada malam Jumat Kliwon ini, aku diajak Khibran, sahabat kampusku dan dua orang teman lainnya mengunjungi Pemakaman Raja-Raja Mataram yang ada di Kotagede. Selama ini mungkin kita hanya mengetahui kalau pemakaman raja di Yogyakarta hanya ada di imogiri. Lokasi pemakaman ini tidak jauh dari Pasar Kotagede yang terkenal kerajinan peraknya. Kami berangkat sekitar pukul 21:00 menyusuri jalanan Kotagede yang sangat khas. Perumahan disana sangat klasik dengan trotoar yang cukup tertata. Di simpang pasar ada semacam penanda bahwa dulunya lokasi ini merupakan keraton Kerajaan Mataram Islam yang pasca perjanjian Giyanti, kerajaan legendaris ini dipecah menjadi dua yaitu Yogyakarta dan Surakarta.

Gapura Pemakaman Raja Mataram Kotagede

Komplek Pemakaman Raja Kotagede berada di sebelah selatan pasar yang ditandai oleh papan penunjuk nama serta pohon beringin raksasa. Penjaga parkir dengan ramah mengarahkan motor yang kami tumpangi. Meskipun malam Jumat (Kliwon pula :D) Pemakaman Raja Kotagede sangat ramai. Lokasi parkir hampir penuh dan masih banyak penziarah yang berdatangan baik tua muda, pria maupun wanita. Sebelum memasuki makam, kami makan terlebih dahulu angkringan yang banyak tersedia di jalan menuju gerbang makam. Aku sendiri memesan kacang rebus dan wedang jahe yang membuat malam Jum’at kali ini terasa hangat.

Bersih-bersih di Kolam Sendang Seliran

Setelah makan malam selesai aku langsung masuk menuju makam. Setelah melewati sebuah gapura yang bernuansa candi hindu, aku disambut oleh Masjid Kotagede yang merupakan salah satu masjid tertua di Yogyakarta. Aroma dupa langsung menyeruak. Di dalam area pemakaman ternyata sudah bayak warga yang berkumpul, tidur-tiduran serta berdoa untuk memohon sesuatu. Komplek inti pemakaman Raja dikelilingi oleh dinding yang kokoh sehingga kita tidak dapat melihat isi makamnya. Penziarah pada malam itu hanya bisa berdoa dari luar makam.

Suasananya WOOOW banget,, ada terang bulan juga😀

Tujuan utama kami adalah Sendang Seliran yang merupakan lokasi pemandian keluarga Kerajaan Mataram. Fungsinya hampir sama dengan Pemandian Tamansari yang merupakan pemandian Keraton Yogyakarta. Bentuk bangunan pun hampir sama yaitu terdiri dari kolam serta arsitektur yang sangat megah. Tembok-tembok kokoh melindungi bagian-bagian lokasi pemandian ini. Terdapat dua area pemandian yang masing-masing dikhususkan untuk pria dan wanita (jelaslah supaya tidak saling intip). Di pemandian khusus pria, kami langsung membasuh wajah kami dengan air yang ada di kolam. Di kolam tersebut sebetulnya terdapat lele yang dapat terlihat jelas pada siang hari. Tidak ada maksud maupun tujuan tertentu aku melakukan kegiatan tersebut.

Setelah selesai, kami langsung berkumpul di tangga yang berada di gerbang Sendang Seliran untuk saling bercengkerama. Suasana terang bulan dan arsitek pemakaman yang sangat unik menjadikan suasana Malam Jumat kliwon terasa menyenangkan. Sama sekali tidak ada kesan angker di Pemakaman Raja Mataram Kotagede, selain karena penerangannya cukup, kondisi pada saat itu ramai oleh para penziarah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s