LOST IN LONG APARI

Bersama anak gaul dari Long Apari

Inilah kali kedua saya ke ibukota kecamatan Long Apari yang ada di Tiong Ohang. Jika pada kesempatan pertama saya menaiki speed boat melalui Sungai Mahakam yang memang menjadi akses utama menuju kecamatan yang berada di ujung utara wilayah Kutai Barat, maka kesempatan kedua kali ini saya menggunakan helikopter penerbad. Mengikuti Ekspedisi Khatulistiwa memang sangat mengesankan. Banyak pengalaman luar biasa yang saya dapatkan disini termasuk terbang dengan pesawat herkules dan helikopter. Kesempatan tersebut sangat langka didapat oleh mahasiswa sipil semacam saya.

Kami berangkat menuju Long Apari pada tanggal 16 Juni 2012 pukul 09:20 WITA dari helipad yang ada di dekat pos kotis Kutai Barat, di Long Bagun. Di langit, kami menyaksikan keindahan alam jantung Kalimantan. Hutan lebat yang menyelimuti pegunungan membentang hingga batas mata dapat memandang. Sesekali kami menjumpai mozaik-mozaik yang menampakan aktivitas penebangan hutan serta kegiatan ladang berpindah masyarakat. Namun kami tidak menikmati pemandangan tersebut sepanjang waktu. Awan tebal bagaikan gumpalan kapas, menutupi keindahan Gunung Ayau yang kami lewati. Gunung Ayau merupakan pegunungan yang memanjang dan merupakan batas wilayah antara Kalimantan Timur dengan Kalimantan Tengah. Jika kita menaiki perahu di Sungai Mahakam, Gunung Ayau tampak seperti dinding besar memanjang yang bagian atasnya sangat terjal. Gunung ini konon sering terjadi peperangan antara Suku Dayak yang berada di wilayah Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Timur.

Naik Helikpoter itu lebih seru

Helikopter yang saya tumpangi merupakan kelompok pertama dari dua kelompok yang diterbangkan menuju Long Apari. Helikopter direncanakan mendarat di sebuah lapangan sepak bola yang berada di dekat SMA 2. Ketika sudah berada di atas Tiong Ohang, pesawat tidak langsung mendarat, melainkan berputar satu kali terlebih dahulu. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk merekam pemandangan ibukota kecamatan Long Apari ini dari udara. Di bawah sana, masyarakat tampak bergerombol menyaksikan detik-detik helikopter yang saya naiki mendarat. Sebelum turun dari helikopter, teknisi memerintahkan agar ketika turun tidak bergerak ke arah belakang karena berbahaya. Setelah seluruh penumpang dan barang-barang diturunkan, kami segera menuju markas Koramil Long Apari yang menjadi tempat bermalam rombongan Ekspedisi Khatulistiwa. Anak-anak kecil yang menyaksikan pendaratan heli dengan senang hati membawa barang bawaan kami yang cukup banyak.

Setelah tiba di Koramil, kami langsung berkoordinasi dengan pimpinan daerah seperti kepolisian dan kecamatan. Namun camat, kapolsek dan komandan koramil ternyata tidak berada ditempat. Akhirnya koordinasi dilakukan dengan personil yang ada. Pada saat kami koordinasi dengan sekretaris camat pada malam harinya, baru diketahui ternyata kedatangan kami bagi warga Tiong Ohang sangat mendadak. Warga biasanya akan menyambut kami dengan acara adat sama halnya dengan tamu-tamu lain yang akan berkunjung ke Tiong Ohang. Akhirnya pada malam itu pula kami dipasangkan gelang manik sebagai tanda bahwa kami telah menjadi bagian dari warga Tiong Ohang.

Pesona Tiong Ohang

Kecamatan Long Apari terletak di kawasan paling ujung hulu Mahakam. Jika dilihat di peta, Kecamatan ini berada persis di tengah-tengah Pulau Kalimantan. Oleh karena itu jika ada yang bertanya dimanakah letak sebenarnya the heart of Borneo, jawabannya ada di Long Apari. Lokasi yang saya kunjungi adalah Tiong Ohang yang menjadi ibukota kecamatan Long Apari. Sementara kampung Long Apari masih berada di hulu Sungai Mahakam yang dapat ditempuh selama kurang lebih 3 jam dengan menggunakan perahu motor. Terdapat 10 desa yang berada di wilayah Kecamatan Long Apari. Tujuh desa berada di sekitar Tiong Ohang sementara tiga desa berada ke arah hulu sungai Mahakam. Seluruh kantor pemerintahan seperti kantor camat, polsek dan koramil, terletak di Tiong Ohang sehingga kondisi disini cukup ramai. Tiong Ohang pada masa lalu terkenal hasil sarang walet yang harga perkilonya pernah menembus puluhan juta.

Pemandangan alam di Tiong Ohang sangat indah. Sungai Mahakam yang dihiasi oleh bebatuan terlihat sangat jernih sehingga menggoda siapapun untuk menceburkan diri ke dalamnya. Terkadang kita dapat menyaksikan ikan-ikan berukuran lumayan besar berenang kesana kemari. Ketika pagi atau sore hari, banyak warga yang pergi ke sungai untuk mandi maupun mencuci. Perahu-perahu kecil nampak lalu lalang mengantarkan orang-orang pergi berladang atau ke kampung yang terletak di hulu.

para prajurit di Jembatan Gantung Tiong Ohang, Long Apari

Di Tiong Ohang terdapat sebuah jembatan gantung membentang menghubungkan kampung-kampung yang dipisahkan oleh Sungai Mahakam. Bagian badan jembatan terbuat dari kayu ulin yang terkenal kuat. Meski demikian, jembatan ini kondisinya sangat memprihatinkan. Pada beberapa titik terdapat besi penghubung yang patah di antara tali gantung dengan badan jembatan. Sebagian besar besi penghubung tersebut kondisinya juga sudah berkarat sehingga mengurangi daya kekuatan jembatan. Pada saat hari raya Natal aparat keamanan setempat akses jembatan gantung diberlakukan sistem buka tutup agar tidak terjadi penumpukan beban.

di Atas Bukit Puncak Penihing

Salah satu potensi objek pariwisata yang ada di Kecamatan Long Apari adalah Bukit puncak penihing yang terletak di sebelah selatan kampung Tiong Ohang. Bukit puncak penihing merupakan sebuah bukit terjal yang terlihat sangat jelas dari kampung-kampung yang berada di sekitar Tiong Ohang. Bukit ini terletak di ketinggian 273 meter di atas permukaan laut. Perjalanan ke Bukit puncak penihing meakan waktu kurang lebih 45 menit melewati jalan setapak di ladang masyarakat. Mendekati kaki Bukit puncak penihing, kondisi medan cukup sulit dan membahayakan. Tebing-tebing bebatuan tajam harus dipanjat dengan mengandalkan akar tanaman yang menjadi pegangan tangan dan pijakan kaki. Namun bagi mereka yang suka petualangan, perjalanan menjadi terasa sangat menantang. Dibutuhkan kewaspadaan ketika mendekati puncak bukit karena kondisi medan terdiri dari batu-batu kerikil yang mudah longsor. Oleh karena itu pengunjung harus antri satu persatu untuk sampai di puncak bukit.

Kehidupan sosial masyarakat Long Apari khususnya di Tiong Ohang sangat beragam. Mayoritas warga Long Apari adalah Suku Dayak Penihing. Di samping itu ada juga Dayak Seputan serta suku pendatang seperti Jawa, Bugis dan Banjar. Masih banyak masyarakat Dayak di Tiong Ohang yang melakukan tradisi-tradisi adat seperti tato, wanita dengan telinga panjang. Selain itu juga masih dapat dijumpai masyarakat yang sedang membuat kerajinan tangan seperti tikar pandan, ajat (tas), kerajinan manik dan lain-lain.

Long Apari Yang Dilupakan

Secara umum nasib Kecamatan Long Apari hampir sama seperti wilayah perbatasan lain di Indonesia. Pembangunan infrastruktur disini sangat-sangat menyedihkan. Akses transportasi hanya mengandalkan Sungai Mahakam itupun tergantung debit air. Pada saat musim kemarau, warga merana karena perahu yang mengangkut kebutuhan pokok warga tidak bisa melintas. Pada saat itulah harga-harga kebutuhan pokok meningkat. Selain mengandalkan jalur sungai, sarana transportasi alternatif lainnya adalah menggunakan pesawat perintis. Lokasi bandara terletak di Datah Dawai,Kecamatan Long Pahangai yang masih harus ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan perahu dari Long Apari. Penerbangan tidak tersedia setiap hari, dan warga pun harus mengantri daftar tunggu. Hanya orang sakit serta perjalanan dinas yang akan diprioritaskan untuk keberangkatan.

Sarana komunikasi yang saat ini menjadi kebutuhan vital ternyata belum bisa dinikmati warga. Janji pemerintah yang akan membangun pemancar sinyal seluler tidak terealisasi hingga tulisan ini dibuat. Masyarakat masih mengandalkan warung telepon (Wartel) yang biaya permenitnya mencapai 4000 rupiah.

5 thoughts on “LOST IN LONG APARI

  1. Dwi says:

    waah ada no contact koramil polsek atau camat di long apari ga ya??
    saya peserta SM-3T dari Universitas Negeri Jakarta yang mulai 4 November ini brgkt ke sana sbg tenaga pengajar selama setahun..mohon info dan balasannya ke contact saya 081315604xxx .. terima kasih

  2. andrianus apeng says:

    Begitu Indah suasana nuansa kampungan tercinta di kec. Long Apari, lama sudah tak jumpa pada kawan disana….
    Karena sangat berhalangan banyak tugas disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s