Ekspedisi Khatulistiwa Kutai Barat: Ketika Mereka Berduka

Kematian merupakan hal yang sangat sakral pada sebagian besar masyarakat tak terkecuali Suku Dayak Kenyah. Ritual adat penguburan Suku Dayak Kenyah di Kampung Batu Majang dilaksanakan pada bulan Juni 2012 ketika ayah Pak Iban Tanyiq meninggal.
Prosesi pemakaman Suku Dayak Kenyah tersebut menggambarkan akulturasi antara adat dengan agama kristen katolik. Pemakaman adat suku Dayak pada masa lampau biasanya menempatkan peti jenazah pada lumbung. Saat ini pemakaman dilaksanakan dengan cara mengubur jenazah karena terpengaruh ajaran agama kristen. Selain itu alasan mengapa pemakaman jenazah dilakukan dengan cara di kubur adalah agar terhindar dari ancaman beruang madu serta lebah penyengat.

Ketika upacara pemakaman berlangsung, kerabat dari jenazah akan menangis tersedu sedu sebagai ungkapan rasa kasih sayang terhadap orang yang dicintai atau dalam bahasa Dayak Kenyah berarti Tidau/Menidau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s