Ekspedisi Khatulistiwa Kutai Barat : Antara Seraung dengan Ular Wagler

Keindahan alam Long Bagun menyimpan sejuta pesona di dalamnya termasuk kekayaan flora dan faunanya. Jika sebelumnya tim Ekspedisi Khatulistiwa telah menemukan beberapa jenis anggrek, kantung semar dan ular, kali ini kami mendapatkan kejutan berupa temuan ular Wagler di Long Bagun. Ular ini ditemukan oleh tim peneliti flora dan fauna di kawasan hutan Kampung Batu Majang. Ular Wagler merupakan ular yang dapat ditemukan di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Philipina.

Ular yang ditemukan masih berukuran kecil kurang dari 30 cm dan berwarna hijau daun. Ular Wagler yang memiliki nama ilmiah Tropidolaemus wagleri ini merupakan ular yang sangat familiar dikalangan hobiis reptil. Ular Wagler dikenal dengan ini memiliki bentuk kepala segitiga besar. Ular ini aktif pada malam hari dan tergolong jenis ular arboreal atau berhabitat di pepohonan.

Di kalangan masyarakat ular ini terkenal dengan bisanya yang sangat mematikan. Bisa ular Wagler tergolong dalam jenis hemotoksin yang menyerang sel darah. Ular ini pada beberapa waktu sempat menyerang rekan kami di Hulu Sungai Tengah namun tidak sampai berakibat fatal.

Semakin terdesaknya hutan oleh pemukiman warga, maka risiko gigitan ular berbisa sangat mungkin terjadi. Seperti yang kita ketahui, banyak warga Long Bagun yang beraktivitas di ladang. Ladang mereka merupakan jenis ladang berpindah yang berdekatan dengan hutan sehingga risiko terkena gigitan ular Wagler juga tinggi. Sebetulnya warga Suku Dayak memiliki perlengkapan yang bisa melindungi diri dari serangan gigitan ular. Perlengkapan tersebut adalah topi seraung. Topi seraung adalah topi yang bentuknya hampir sama seperti topi petani yang sering kita lihat. Hanya saja seraung terbuat dari daun biru dan dihiasi oleh manik-manik. Pada umumnya warga menggunakan topi seraung untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari yang panas. Namun seraung juga dapat digunakan untuk melindungi diri dari serangan gigitan ular Wagler yang memang hidup di atas pepohonan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s