Ekspedisi Khatulistiwa Kutai Barat: Jantur Buyang, “Waterboom” Alami Kecamatan Long Bagun

Tim Peneliti Sosial Budaya mengunjungi air terjun yang ada di kecamatan Long Bagun. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya jantur. Jantur yang kami kunjungi bernama Jantur Buyang. Jantur Buyang terletak di seberang kampung Long Bagun Ulu dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. Akses menuju jantur dapat menggunakan perahu cas atau ketinting menyeberangi Sungai Mahakam, lalu menyusuri sungai kecil yang cukup jernih. Pemandangan yang ada selama menyusuri sungai tersebut sangatlah indah. Hutan yang lebat, serta air yang jernih sangat memuaskan mata. Sekitar 15 menit kami memarkirkan perahu untuk selanjutnya berjalan kaki selama 15 menit.
Berbeda dengan kebanyakan air terjun, Jantur Buyang memiliki tingkat kecuraman yang rendah bahkan cenderung landai. Jantur Buyang memiliki kecuraman sekitar 35 derajat. Jantur Buyang terdiri atas batuan keras yang dilapisi lumut licin. Bentuknya yang landai dan licin membuat orang-orang dapat meluncur dari atas. Selain itu, aliran air dari atas tidak deras. Pada awalnya kami sempat takut karena tempat untuk awalan meluncur cukup tinggi. Namun melihat anak-anak meluncur dengan asyiknya, kamipun merasa tertantang. Untuk menaiki Jantur Buyang, kita harus melalui jalur yang berada di bagian tepi yang tidak teraliri air.

Meluncur di jantur pertama kali sangat memacu adrenalin. Meskipun terdiri dari batu, pada saat meluncur kita tidak akan merasa sakit karena batu tersebut terlapisi lumut sehingga licin. Ketika sampai di dasar kita sudah disambut kolam air yang tidak terlalu dalam. Rasa takut kini berubah menjadi ketagihan. Setelah terbiasa, meluncur di Jantur Buyang sangatlah menyenangkan. Sudah tidak terhitung berapa kali kami meluncur di Jantur Buyang. Apalagi sambil bercanda dengan anak-anak Long Bagun yang membuat acara kali ini sangat spesial.
Jantur Buyang sebetulnya menyimpan potensi pariwisata yang cukup menarik. Keindahan hutan alam, keunikan bentuk air terjun dan keramahan penduduk lokal dapat menjadikan Jantur Buyang sebagai aset pariwisata yang potensial. Sampai saat ini tidak ada yang mengelola Jantur Buyang. Masyarakat bisa dengan bebas mengunjungi air terjun yang landai ini kapanpun tanpa dipungut biaya.

One thought on “Ekspedisi Khatulistiwa Kutai Barat: Jantur Buyang, “Waterboom” Alami Kecamatan Long Bagun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s