Tebukoq: Pesta Panen Masyarakat Dayak Bahau

KHATULISTIWA!
Pagi hari ini seperti biasa kami melakukan pembersihan dan kerja bakti Posko karena Komandan Korem (Danrem) akan melakukan peninjauan kesiapan pelaksanaan Ekspedisi Khatulistiwa 2012 wilayah Kutai Barat. Kondisi Posko cukup berantakan karena hujan lebat pada hari sebelumnya yang mengakibatkan genangan air dan lumpur di mana-mana. Kerja bakti dilakukan dengan membuat jalan dari batu serta potongan kayu untuk menghindari lumpur. Selesai melakukan pembersihan, aku dan beberapa prajurit TNI mandi di Sungai Mahakam. Berbeda dengan hari sebelumnya, Sungai Mahakam kali ini terlihat lebih deras dan keruh. Namun hal tersebut tidak menyurutkan kami untuk mandi di sungat terbesar Kalimantan Timur ini.

Penyambutan tamu di Lamin Adat Long Bagun Ulu

Menjelang pukul 15:00 WITA, rombongan Danrem tiba di Long Bagun menggunakan helikopter. Hal ini menarik minat masyarakat yang ingin menyaksikan helikopter secara langsung. Danrem tiba bersama Wakil Bupati dan Dandim Kutai Barat. Setelah heli mendarat kami langsung menuju Long Bagun Ulu untuk menyaksikan acara adat Tepukoq. Tepukoq adalah acara adat yang digelar oleh masyarakat Suku Dayak Bahau untuk merayakan panen hasil bumi. Tepukoq dilaksanakan di rumah adat khas Dayak Kalimantan Timur yaitu Lamin yang terletak di tengah perkampungan penduduk Long Bagun Ulu. Tepukoq dirayakan dengan makan bersama.

Tamu undangan yang terdiri dari Danrem, Komandan Korwil, dan Camat

Selanjutnya kami bermain tarik tambang bersama warga setempat. Meskipun namanya tarik tambang, yang ditarik adalah rotan bukan tali. Pada tarik tambang kali ini, kami bertanding melawan ibu-ibu yang jumlahnya hampir dua kali lipat dari kelompok kami yang mayoritas prajurit TNI. Gong dipukul tiga kali sebagai aba-aba lomba di mulai. Pada awalnya pertarungan berjalan hampir seimbang. Namun beberapa ibu-ibu melakukan aksi “kelitik” terhadap kelompok kami sehingga menjadi tidak konsentrasi. Meskipun tidak sportif namun aksi ibu-ibu tersebut membuat masyarakat yang menyaksikan terpingkal-pingkal. Hingga akhirnya kami betul-betul berada dalam suasana yang nyaman meski jauh dari daerah asal kami. Kebersamaan begitu terasa, dan masyarakat Long Bagun sangat antusias dengan kedatangan kami. Hal tersebut juga tampak pada saat kami melakukan pertandingan persahabatan bola voli antara Tim Ekspedisi Khatulistiwa dengan pemuda setempat. Masyarakat berkerumun menyaksikan dari pinggir lapangan. Bahkan beberapa orang sampai memanjat pagar.

Hiburan berupa tarian beregu putri

Suasana hangat yang diberikan oleh masyarakat Long Bagun seolah menjadi penyemangat bagi kami untuk menjalankan Ekspedisi Khatulistiwa ini. Karena yang paling penting pada saat kita menjadi tamu adalah diterima oleh sang tuan rumah. Apalagi jika sudah menganggap kami bagian dari kehidupan mereka hal tersebut akan menambah persaudaraan antar anak bangsa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s