Tim Ekspedisi Khatulistiwa Menyusuri Sungai Mahakam

KHATULISTIWA!

Kapal Taksi (Samarinda-Long Bagun)

Berfoto dengan wanita Dayak bertelinga panjang

Hari ini sebagian Tim Ekspedisi Khatulistiwa pada tanggal 12 April 2012 bergerak menuju Long Bagun yang merupakan Pos Komando Taktis (Pos Kotis) Korwil Kutai Barat setelah satu minggu tiba di bumi Kalimantan. Long Bagun terletak di sebelah barat laut Kutai Barat. Pagi hari pukul 08:45 WITA kami berangkat dengan menggunakan Kapal Taksi menyusuri Sungai Mahakam melawan arus ke arah hulu melalui pelabuhan Melak. Kapal Taksi adalah kapal berukuran panjang yang berfungsi sebagai angkutan penumpang maupun barang. Kapal ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas biasa di lantai bawah dan kelas VIP di lantai dua. Kelas VIP memiliki tempat tidur, kipas angin dan colokan listrik sehingga kita dapat bermain dengan laptop atau handphone sepuasnya tanpa takut kehabisan daya baterai. Hampir sama dengan kereta api,  Sungai Mahakam akan berhenti pada pelabuhan-pelabuhan yang berada di Sungai Mahakam dari Samarinda hingga Long Bagun. Ketika berhenti, penumpang dapat membeli makanan atau minuman di toko yang berada pada pelabuhan, jadi jangan khawatir kelaparan di dalam Kapal Taksi. Kecepatan rata-rata Kapal Taksi yang kami tumpangi sekitar 15 Km/jam. Jika ingin lebih cepat dapat menaiki kapal speed boat yang ukurannya lebih kecil.

Seperti yang kita ketahui bahwa Sungai Mahakam adalah sungai terbesar di propinsi Kalimantan Timur yang berhulu di pegunungan Muller Schwaner dan bermuara di Selat Makasar. Sungai ini memiliki panjang kira-kira 920 KM melintasi tiga kabupaten yang ada di Kalimantan Timur yaitu Kutai Barat, Kutai Kertanegara dan Kota Samarinda. Di sungai inilah terdapat Jembatan Kutai Kertanegara yang ambruk pada akhir tahun yang lalu. Sungai Mahakam merupakan jalur transportasi yang penting bagi masyarakat Kalimantan Timur karena melalui sungai inilah hasil alam seperti tambang dan kayu diangkut. Kalimantan Timur merupakan salah satu propinsi terkaya di Indonesia karena hasil alamnya yang luar biasa. Selain itu, Sungai Mahakam juga berfungsi sebagai jalur pemasok kebutuhan logistik masyarakat pedalaman. Sarana komunikasi seluler hanya ada jika kita melewati kampung-kampung yang telah memiliki BTS. Untuk di Long Bagun sendiri sinyal Telkomsel cukup baik. Jarak Melak sampai Long Bagun jika ditarik garis lurus sekitar 200 km, namun karena bentuk Sungai Mahakam yang berkelok-kelok maka jaraknya menjadi lebih jauh.

Pemandangan hutan Sungai Mahakam yang tertutup kabut

Selama perjalanan, kami menikmati keindahan alam yang ditawarkan oleh Sungai Mahakam. Di sepanjang tepi Sungai Mahakam terkadang kita akan menyaksikan beberapa perkampungan penduduk. Rumah yang mereka huni memiliki bentuk panggung menyesuaikan dengan Sungai Mahakam yang terkadang pasang surut.  Selain rumah panggung beberapa dari mereka bahkan ada yang mengapung di sungai. Tidak seluruh wilayah daerah aliran Sungai Mahakam adalah hutan lebat seperti gambaranku sejak awal. Hutan lebat dapat ditemui pada segmen-segmen tertentu dari Sungai Mahakam. Sebagian sudah diubah menjadi lahan garapan untuk dikembangkan tanaman ekonomis seperti karet maupun sayur mayur. Beberapa kali kami juga menjumpai pelabuhan yang khusus untuk mengangkut kayu dan batu bara. Terkadang kayu-kayu besar dalam jumlah banyak di hanyutkan melalui sungai.

Setelah di Long Bagun kami akan berpencar untuk menjalankan tugas masing-masing. Baik tim jelajah perbatasan, peneliti dan komunikator sosial akan segera bekerja untuk menjadikan Ekspedisi Khatulistiwa ini bermanfaat bagi negara. Sukses untuk kita semua!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s