Kersik Luway, Surganya Anggrek Hitam dan Kantung Semar

KHATULISTIWA!

10 Maret 2012. Sama seperti hari sebelumnya tim Ekspedisi Khatulistiwa pagi ini menerima pembekalan dari Dinas Kehutanan, Dinas Kesehatan dan Kesbangpol Linmas yang ada di lingkungan Kabupaten Kutai Barat. Namun yang sangat istimewa pada hari ini adalah kami berkesempatan mengunjungi Cagar Alam Kersik Luway yang berada di desa Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat. Kami berangkat menggunakan Bus Pemda setelah materi terakhir selesai dipaparkan.

bus mogok akibat jalan becek

Lokasi Cagar Alam Kersik Luway tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Barat. Jalur aspal menuju cagar alam cukup mulus namun 3 kilometer memasuki gerbang, hanya ada jalan tanah yang ketika hujan akan sangat sulit dilalui. Bus yang kami tumpagi tidak bisa melanjutkan perjalanan karena tanah yang becek, sehingga kami harus berjalan kaki sekitar 2 km. Rasa lelah sirna seketika ketika kami tiba di gerbang Cagar Alam Kersik Luway. Keunikan dari cagar alam ini adalah adanya hamparan pasir putih padahal berada di tengah-tengah hutan. Kondisinya nyaris sama seperti gumuk pasir di Pantai Parang Kusumo Yogyakarta. Nama Kersik Luway itu sendiri dalam bahasa suku Dayak berarti pasir yang sunyi.

Tiba di Cagar Alam Kersik Luway

Cagar alam ini merupakan surganya tanaman langka khas Kalimantan Timur yaitu Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata). Habitat asli Anggrek Hitam hanya dapat di temukan di Kalimantan dan menjadi maskot flora Propinsi Kalimantan Timur. Meskipun dinamakan Anggrek Hitam namun warna tanaman ini cenderung dominan hijau muda. Itulah yang membuat seluruh peserta Ekspedisi Khatulistiwa sempat kecele. Warna hitam hanya di temukan pada bunga itupun berupa bercak. Daun anggrek hitam menyerupai daun palem, sementara bunganya mirip bunga kenanga Kami beruntung karena pada saat kami tiba, Anggrek Hitam sedang memasuki musim mekar yang jatuh pada bulan Maret hingga Juni. Anggrek Hitam memiliki aroma wangi yang sangat khas. Selain Anggrek Hitam, Cagar Alam ersik Luway juga menjadi habitat tanaman langka Kantung Semar (Nephenthes, sp). Tanaman Kantung Semar merupakan tanaman karnivora yang memangsa serangga. Tanaman ini hidup berdampingan dengan Anggrek Hitam di hamparan pasir yang tertutup oleh tanaman perdu.

Anggrek Hitam

Sebetulnya masih banyak jenis anggrek yang ada di Cagar Alam Kersik Luway, seperti Anggrek Merpati, Anggrek Tebu, Anggrek Ratap Tangis, Anggrek Kumis Kucing, Anggrek Buluh Rindu dan Anggrek Sragotonga. Namun waktu yang terbatas kami harus kembali ke basecamp untuk persiapan acara selanjutnya. Hari ini sungguh luar biasa karena dapat menyaksikan keindahan alam Kalimantan dengan mata kepala sendiri meskipun kami belum ke lokasi yang sebenarnya di hulu Sungai Mahakam.

Kantung Semar

Semangat Tim Ekspedisi Khatulistiwa!

One thought on “Kersik Luway, Surganya Anggrek Hitam dan Kantung Semar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s