Pelatihan Ekspedisi Khatulistiwa 2012 (Catatan Situ Lembang)

Segala hal yang ada di dunia ini memang akan selalu memberi kejutan. Berawal dari memasang laman web TNI AD di browser Chrome ku, aku mendapatkan inforrmasi mengenai kegiatan Ekspedisi Khatulistiwa 2012. Tanpa pikir panjang, aku langsung mendaftar melalui prosedur yang telah disebutkan di laman web tersebut, yakni email. Setelah mendapatkan email konfirmasi, aku langsung mempersiapkan perlengkapan pribadi yang harus dibawa, seperti peralatan tidur, mandi, makan dan pakaian ganti.

clip_image003

Di barak PARA Pusdikpassus Batujajar

Aku bersama Mbak Anin, rekan sesama relawan Gempa Sumatera Barat pada tahun 2009, berangkat menuju tempat dimana seluruh peserta dikumpulkan yaitu di Pusat Pendidikan Kopassus Batujajar, Jawa Barat. Memasuki kawasan Pusdikpassus, kami sudah disambut dengan papan bertuliskan “Ragu-Ragu Kembali Sekarang Juga”. Kami berdua tiba disana tepat saat apel pagi dilakukan. Beberapa prajurit Kopassus membantu kami membawakan tas kami yang berukuran cukup besar. Ternyata rekan—rekan perwakilan UGM yang lain telah tiba di Batujajar terlebih dahulu. Selain UGM ada juga perwakilan dari Unpad, Unjani, dan Menwa. Dalam ekspedisi oni kami dibagi menjadi 8 koordinasi wilayah dan 1 tim khusus yaitu:

1. Korwil Sambas

2. Korwil Sanggau

3. Korwil Kapuas Hulu

4. Korwil Murung Raya

5. Korwil Hulu Sungai Tengah

6. Korwil Kutai Barat (Aku dan Mbak Anin masuk korwil ini)

7. Korwil Malinau

8. Korwil Nunukan

9. Tim Khusus Penjelajah Perbatasan

clip_image006

The Beauty of Situ Lembang! I love this place so much

Sesuai rencana, peserta Ekspedisi Khatulistiwa 2012 akan digembleng di Situ Lembang mulai tanggal 20-31 Maret 2012. Pemberangkatan ke Situ Lembang dilaksanakan esok pagi. Situ Lembang merupakan danau yang dikelilingi oleh pegunungan yang indah. Suhu disana sangat dingin mencapai 17 derajat celcius. Disana merupakan tempat latihan tempur hutan calon prajurit Kopassus. Aku pernah membaca bahwa keindahan Situ Lembang tidak berlaku bagi calon prajurit Kopassus yang sedang berlatih karena begitu kerasnya latihan untuk menjadi pasukan elit kebanggaan negara Indonesia.

clip_image009

Bersama Raden Mas Aryo alias Jambul Merah

Tapi untuk kali ini saya betul betul merasakan keindahan Sit Lembang. Bukan hanya karena sejuknya alam dan hijaunya hutan yang masih bertahan, tetapi juga kebersamaan seluruh peserta ekspedisi baik dari TNI maupun mahasiswa. Prajurit yang terlibat disini merupakan prajurit pilihan dari beberapa satuan elit TNI seperti Gultor TNI AD, Taifib TNI AL, dan Den Bravo TNI AU serta korps korps lain seperti Marinir,Paskhas, Kostrad, Raider dan tentu saja Kopassus. Tidak seperti bayangan kebanyakan orang mengenai pasukan elit yang selalu serius, kaku, berwibawa, dan tegas dalam penggemblengan ini mereka semua ternyata baik dan ramah. Bahkan tidak jarang kami saling bercanda satu sama lain. Mereka juga tidak sungkan untuk berbagi mengenai masa-masa pendidikan mereka yang keras dan menyimpan hal-hal konyol yang akan membuat kami semua para mahasiswa terpingkal-pingkal. Terkadang para prajurit juga menanyakan menganai bidang-bidang keilmuan yang kami tekuni. Masa-masa penggemblengan ini betul betul menambah kerekatan hubungan antara sipil khususnya mahasiswa dengan militer yang pada masa lalu sempat diliputi permusuhan.

clip_image012

Bercanda ria dengan Letkol Iwan Setiawan

Penggemblengan di Situ Lembang mengadopsi kehidupan militer. Setiap hari kami melaksanakan bina fisik, lari pagi, penghormatan penaikan dan penurunan bendera. Selama di tempat ini kami juga dilatih beberapa materi yang sangat berguna untuk kegiatan ekspedisi di Kalimantan seperti profil pulau Kalimantan, materi mengenai perbatasan, kajian flora dan fauna endemik Kalimantan serta kondisi sosial budaya masyarakat Borneo. Materi materi tersebut disampaikan oleh para ahli yang berkompeten di bidangnya seperti akademisi perguruan tinggi, pejabat tinggi TNI, serta pejabat dari kementerian terkait.

Selama penggemblengan, selalu ada yel-yel yang membuat kami semangat. Tentara merupakan pembuat yel yang sangat bagus yang pernah ku dengar. Di sana aku mengenal bapak Letkol Iwan Setiawan yang merupakan salah satu pendaki Indonesia pertama yang berhasil mendaki Everest pada tahun 1997. Meskipun sudah berpangkat letkol alias melati dua, dia tidak malu-malu membuat yel-yel yang aneh tapi tentu saja keren. Dia salah satu prajurit favorit mahasiswa karena selalu memotivasi kami untuk menjadi generasi muda yang selalu membanggakan Indonesia.

clip_image015

Foto bersama Kordinator Wilayah Kutai Barat. Background helikopter Penerbad

Akhirnya tiba saatnya acara berkesan ini ditutup dengan upacara yang di hadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Bapak Jenderal Pramono Edhie yang merupakan putra dari almarhum Sarwo Edhie Wibowo. Dalam pidatonya yang berapi-api, dia mengingatkan kita betapa kayanya negara Indonesia. Untuk itulah, melalui ekspedisi ini, kami dituntut untuk menginventarisasi kekayaan yang ada di Pulau Kalimantan. Apabila bangsa ini bersatu tentu saja bangsa ini kuat.

*Malam harinya kami merayakan para prajurit yang naik pangkat dengan orgen tunggal dan santapan kambing guling.

clip_image017

Are you Ready? Yes I am

SIAPA KITA! KHATULISTIWA,,,,, KHATULISTIWA,,,,, YIHAAAA YIHAAAA,,,,HAAAAP

KARENA KITA ADALAH PESERTA EKSPEDISI YANG! TANGGAP TANGON TRENGGINAS

6 thoughts on “Pelatihan Ekspedisi Khatulistiwa 2012 (Catatan Situ Lembang)

  1. alwan naufal says:

    Ceritanya sangat menarik padahal ini blum berangkat ke borneo, kami tunggu cerita selanjutnya setelah ekspedisinya selesai…. Tentara itu ternyata tak segarang yªήğ kita kira ya… Hehehhe … ªKü° bangga jadi anak Indonesia… Nitip pesan nih, klo ditawari makanan oleh masyarakat kaltim jangan ditolak ya,, takut kepohonan istilah orang kalimantan…

  2. @Mas Alwan Naufal
    Hehehehe iya betul mas,,, Betul-betul membanggakan jadi anak Indonesia. Wah kayaknya mas orang Kalimantan ya? Dalam pelatihan kemarin, kami juga mendapat pembekalan dari tim ahli termasuk yang menangani masalah Sosial Budaya Kalimantan. Mohon doanya mas agar diberi kelancaran

  3. arten says:

    dik yg berhasil naik sampe ke puncak himalaya bukan iwan s tapi asmujiono yg mengibarkan bendera merah putih just alone dia, tolong diklarifikasi iwan tidak sampe puncak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s