Tambah Uang Tambah Beres Ya Pak Polisi!

Angin segar berhumbus di Kepolisian Republik Indonesia. Dari siaran RRI pagi ini, Presiden RI menginstruksikan kepada Menteri Keuangan agar menambah anggaran operasional kepolisian dalam rapat pimpinan Polri. Saat ini Polri mengaku membutuhkan dana operasional untuk menunjang profesionalitas anggota kepolisian. Perlu diketahui, beberapa waktu yang lalu Polri mendapatkan remunerasi atau peningkatan pendapatan anggota Polri untuk memperbaiki kesejahteraan hidup

Selama ini memang banyak sekali beban yang ditangani oleh kepolisian, mulai dari penganiayaan hingga kasus kerusuhan massal. Dengan jumlah penduduk Indonesia berjumlah 240 juta jiwa serta wilayah yang terpencar oleh lautan, jumlah personil anggota Polri di rasa sangat kurang . Namun Bambang Widodo, pengamat kepolisian, Polri saat ini kurang dapat berkoordinasi dengan unsur-unsur keamanan yang lain, seperti TNI, Satpol PP, Satpam dan lain-lain. Sehingga Polisi seharusnya tidak bersikap seolah-olah mampu menangani segala permasalahan kriminal. Bambang juga berspekulasi bahwa Pernyataan Polri yang membutuhkan dana operasional disebabkan oleh terputusnya dana dari perusahaan-perusahaan besar.

Dalam diskusi di RRI tersebut diungkapkan bahwa selama ini Polri tidak memiliki badan pengawasan independen yang mampu mengawasi institusi Polri hingga tingkat daerah. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang ada pada saat ini memiliki jumlah personil yang sangat dikit, dan fungsinya sebagai penasihat presiden serta pengaduan masyarakat. Kompolnas juga bukan institusi yang fungsional. Dengan adanya lembaga pengawasan yang eksternal, akan ada badan yang memberikan penilaian terhadap kinerja Polri. Selama ini Polri cenderung tertutup, sehingga segala penilaian kinerja, hanya bersumber dari data kepolisian.

Hingga saat ini rakyat Indonesia masih belum terbebas dari ancaman kejahatan. Bahkan, saat ini kasus kriminal terjadi ditempat yang tidak terduga misalnya kasus pemerkosaan di angkot (kalau dulu yang namanya pemerkosaan ya terjadi di tempat-tempat sepi, lah ini di fasilitas umum). Hal ini mengindikasikan bahwa orang-orang yang rentan melakukan perilaku kriminal, tidak mempedulikan eksistensi Polri dalam menjaga keamanan lingkungan. Ketika orang sudah tidak takut lagi berbuat kriminal maka hak masyarakat akan kebutuhan dasar manusia yaitu rasa aman akan terancam. Apalagi kondisi saat ini, ketika orang-orang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Perilaku yang melanggar norma sosial akan berpotensi muncul, karena sudah tidak mampu lagi menahan ego pribadi.

Peran Polri sebagai menjaga stabilitas lingkungan sudah seharusnya membaur bersama-sama dengan komponen masyarakat. Dengan mendekatkan diri kepada masyarakat, Polri akan mengetahui permasalahan keamanan yang terjadi sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Di mata masyarakat, kinerja polisi masih dinilai buruk akhir-akhir ini karena maraknya penggunaan cara-cara represif dalam menghadapi gangguan keamanan. Maka dari itu jangan sampai ketika diberikan tambahan dana, tidak ada perbaikan kinerja Polri, atau bahkan yang lebih parah kinerja Polri semakin memburuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s