Empati Mendalam Pun Mampu Membutakan Akal Sehat!

Peristiwa bakar diri yang dilakukan oleh Sondang Hutagalung, seorang mahasiswa Universitas Bung Karno Jakarta beberapa waktu yang lalu sangat mengejutkan. Dari beberapa foto yang beredar di internet, kondisi korban sangat mengenaskan dengan luka bakar di sekujur tubuhnya. Beberapa hari kemudian akhirnya mahasiswa tersebut meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit. Pada awalnya banyak yang menduga aksi bakar ini dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan jiwa. Namun informasi berikutnya diperoleh keterangan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes yang dilakukan oleh mahasiswa.

Aksi yang dilakukan oleh Sondang mengingatkan kita pada pergerakan rakyat di Tunisia yang diawali oleh aksi bakar diri pedagang sayur yang kecewa karena dagangan yang telah menghidupinya digusur oleh pemerintah. Meski aksi pembakaran diri ini dilakukan secara individual, namun dampaknya sangat luas. Empati yang mendalam terhadap pengorbanan pedagang tersebut menimbulkan solidaritas pada masyarakat yang memiliki nasib sama akibat pemerintahan yang zalim. Kebersamaan ini yang pada akhirnya mampu meningkatkan self esteem setiap warga Tunisia sehingga berhasil menumbangkan rezim yang berkuasa. Tidak hanya di Tunisia, aksi bakar diri merupakan bentuk protes yang populer di wilayah lain misalnya Tibet.

Aksi yang dilakukan oleh Sondang merupakan bentuk kekecewaan terhadap jalannya pemerintahan Indonesia saat ini yang dirasa tidak berpihak kepada rakyat. Sondang merupakan aktivis kampus yang kritis terhadap kinerja pemerintah saat ini. Aksi bakar diri yang dilakukan oleh Sondang mungkin baru pertama kali terjadi di Indonesia dalam rangka memprotes kebijakan pemerintah. Pelaku mungkin terinspirasi oleh aksi-aksi yang sama yang dilakukan di negara lain.

Apakah aksi yang dilakukan oleh Sondang masuk dalam kategori bunuh diri? Dapat dikatakan ya, meskipun hal yang dipermasalahkan Sondang tidak secara langsung menimpa dirinya. Jika yang dipermasalahkan Sondang adalah rakyat Indonesia yang kian menderita maka Sondang sendiri mungkin lebih beruntung karena ia mampu mengenyam pendidikan tinggi. Hal ini berbeda pada kasus kebanyakan bunuh diri yang dilakukan oleh remaja, dimana motif utama pelaku adalah kekecewaan individual.

Aksi yang bakar diri yang dilakukan di depan Istana Merdeka kemarin menyerupai aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh gerakan radikal yang beberapa kali terjadi di Indonesia. Dimana ada ketidakpuasan terhadap diskriminasi maupun hak golongan yang belum terpenuhi sehingga menggunakan cara-cara ekstrim untuk menarik perhatian publik terhadap tuntutan yang mereka ajukan.

Terlepas dari benar atau tidak aksi Sondang, dapat menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa ketidakadilan akan menimbulkan reaksi bagi mereka yang tertindas. Para penguasa harus memahami lebih detail permasalahan yang dihadapi rakyatnya. Penentangan terhadap penguasa yang lalim merupakan keniscayaan. Terlebih kondisi saat ini yang serba sulit akan sangat mudah membutakan mata hati seseorang. Jangan sampai aksi-aksi lain yang jauh lebih nekat akan terjadi.

One thought on “Empati Mendalam Pun Mampu Membutakan Akal Sehat!

  1. emang sondang bilang tujuan bakar dirinya apa? itu semua kan hanya spekulasi teman2nya saja. Data yang dibawa Reza Indragiri Amriel (dalam wawancaranya di TVOne) menunjukkan kasus bunuh diri dengan motif politik justru prosentasenya paling kecil dibandingkan motif2 lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s