Menyusuri Surga Pantai Selatan Gunung Kidul (2-habis)

Perjalanan ku hari kedua ini adalah menuju Pantai Siung. Sekali lagi, aku juga belum pernah kesana, sehingga GPS menjadi sangat penting fungsinya. Perjalanan hari kedua ini juga sangat luar biasa pemandangannya, setelah pertigaan arah ke Baron dan Pantai Siung, aku disuguhi perbukitan serta jurang yang gersang menawan. Pohon-pohon jati yang meranggas semakin menambah ‘aura’ Gunung Kidul yang sesungguhnya.

Bermain di Pantai Siung

Akhirnya kami sampai juga di loket Pantai Siung. Dengan hanya Rp. 3.000 kita bisa menikmati indahnya Pantai yang sering dijadikan lokasi panjat tebing. Sekitar 1 km akhirnya aku merasakan betul keindahannya. Deburan ombak yang cukup jinak, cuaca cerah dan terik serta lokasi pantai yang relatif sepi membuat Pantai Siung sangat sempurna dijadikan tempat membuang penat.

Aku dan Bagas menuju bukit di sebelah timur untuk melihat pantai dari ketinggian. Pantai Siung merupakan sebuah teluk kecil yang dilindungi oleh bukit karang di sisi barat dan timur. Dari atas tampak bahwa Pantai Siung memiliki terumbu karang yang relatif dekat dengan bibir pantai. Rasa lapar aku rasakan dan akhirnya kami pun bergegad menuju warung makan terdekat. Aku memesan ikan tongkol, sayur tempe, sayur rumput lait dan porsi nasi yang cukup banyak. Dan tahukah teman-teman berapa harganya? HANYA RP. 5.000 SAJA. Wah wah, betul betul pantainya mahasiswa yang murah meriah.

Pantai Indrayanti

Setelah dirasa cukup menikmati Pantai Siung, kamipun beranjak menuju pantai-pantai berikutnya disebelah barat. Pantai pertama yang kami singgahi adalah Pantai Indrayanti. Waw dahsyat, menurutku inilah pantai terindah yang pernah aku jumpai. Jika dibandingkan dengan Siung, Pantai Indrayanti memiliki pasir putih yang lebih halus. Sementara Pantai Siung masih terdapat batu karang yang dapat membuat kaki terluka. Di Pantai ini terdapat pula sebuah Resort yang sepertinya di kelola swasta. Tidak ada loket masuk, kami cukup membayar parkir sepeda motor seharga Rp. 2.000. Kami cukup lama menikmati Pantai Indrayanti.Kemudian pantai yang kami kunjungi selanjutnya adalah Pantai Sundak, Krakal, Drini, dan Kukup. Pantai Kukup hampir menyerupai Tanah Lot di Bali karena memiliki sebuah pulau yang terhubung dengan sebuah jembatan. Pantai Kukup memiliki kekayaan biota laut. Bahkan terdapat laboratorium penelitian Fakultas Biologi UGM di pantai ini.

Bintang Laut di Pantai Sundak

Pantai Krakal ini sepertinya pantai yang memiliki garis pantai terpanjang

Nah di belakang ku itu pulau Pantai Kukup

Itulah pengalaman perjalanan saya menuju surga pantai selatan di Gunung Kidul Yogyakarta.  Meskipun kurang cocok untuk kegiatan renang namun cukup dengan menikmati keindahan alamnya saja, kita sudah sangat puas. Jika disosialisasikan dengan baik, tentu saja akan cepat terkenal. Namun lebih baik menikmati pantai ini ketika hari kerja, karena sangat sepi, dan seolah-olah pantai-pantai tersebut milik kita.

One thought on “Menyusuri Surga Pantai Selatan Gunung Kidul (2-habis)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s