Mereka Benar-Benar Luar Biasa!

Mereka diajarkan keterampilan memasak

Hari ini (17 Maret) aku bersama Fajar melakukan observasi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina di daerah Giwangan. Berhubung kami tidak memiliki kendaraan bermotor, dengan senang hati kami naik bis kota menuju Giwangan. Jalan-jalan di Jogja memang tidak populer kalau naik bis. Karena selain kondisi bis yang memprihatinkan, juga karena sepi penumpang. Bahkan saya sering was-was seandainya saya menjadi korban penculikan oleh kondektor atau sopir bis (hehehehe)

Kami berangkat pukul  07:15 dan sampai 45 menit kemudian. Ini adalah kunjungan kedua kami dan hari ini adalah pertama kali kami melakukan observasi di SLB Negeri Pembina. SLB Negeri Pembina merupakan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus yang  kebanyakan adalah tunagrahita atau anak yang mengalami keterbatasan inteligensi. Kami disambut dengan sangat ramah oleh Pak  Muhandis yang begitu antusias mengantarkan kami untuk mengobservasi anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.

Kami diantarkan menuju kelas keterampilan yang berisi anak-anak SMA. Anak-anak tunagrahita ini diajarkan beberapa keahlian seperti tatabusana, keramik, meubel, membatik bahkan otomotif (:D). Di kelas tata busana saya tidak menyangka bahwa anak tunagrahita di SLB ini sangat ramah sekali. Wajah mereka tampak ceria dan mereka berinisiatif mengulurkan tangan mengajak kami kenalan. Di kelas ini saya berkenalan dengan Hari, salah satu anak yang double handicap atau ketunaan ganda yakni tunagrahita dan autis. Meski demikian dia mampu membuat ala keyboard yang terbuat dari kain. Hasilnya sangat bagus (lebih bagus daripada kalau saya yang membuat :D). Di kelas keramik, saya menjumpai David, anak tunagrahita yang asyik membuat souvenir berbentuk daun dari tanah liat. Sama seperti yang lain, David sangat ramah dan mau mempertunjukan kepada kami membuat karya keramiknya.

Waaaah luar biasa peran SLB. Hasil perbincangan terhadap guru-guru disana, bahwa mendidik meereka membutuhkan kesabaran luar biasa. Mereka harus berusaha keras bagaimana caranya anak-anak spesial ini bisa mandiri dan bisa melakukan hal yang produktif. Karena bagaimana pun suatu saat mereka akan terlepas dari ketergantungan orang-orang terdekat.

Sungguh perjuangan yang mulia. Tuhan menitipkan kepada kita anak-anak yang spesial, mungkin untuk sekedar menyadarkan,  bahwa kita yang lebih beruntung dari mereka, seharusnya mensyukuri nikmat-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s