Menyusuri Surga Pantai Selatan Gunung Kidul(1)

Kami memang tidak  tahu jalan ke lokasi surga surga itu berada, namun GPS di Handphone ku berhasil mengantarkan kami melihat keindahan alam Gunung Kidul yang luar biasa.

Aku mengajak Afrizal (peserta latih ku di PPBN), Medina dan Wawan untuk melihat keindahan pantai selatan Gunung Kidul yang konon terkenal keindahannya. Boleh dibilang, waktu keberangkatan kami telat, yaitu jam 12:00. Padahal perjalanan kesana diperkirakan memakan waktu 2 jam. Artinya, jika kita ingin tiba di Jogja sebelum gelap, maka kita menikmati pantai hanya sekitar 1 jam saja.

Pemandangan Bukit Karang yang indah

Perjalanan kali ini sangat terbantu oleh keberadaan GPS. Kami jadi mengetahui beberapa jalan alternatif yang dapat mempercepat perjalanan. Tujuan pertama kami adalah Baron. Dari kota Wonosari terus ke arah selatan. Selama perjalanan, pemandangan batu kapur yang indah, dan pohon jati yang meranggas mendominasi penglihatan kami. Welcome in Gunung Kidul, kabupaten yang terlihat elok justru karena kegersangannya. Panas memang menyengat namun, hati kami sangat bersemangat menanti pantai-pantai yang indah tersebut.

Bergaya di Pantai Baron😀

Akhirnya kami tiba di lokasi, yakni Pantai Baron. Kami membayar Rp. 5.000 untuk satu kendaraan bermotor (2 orang). Sangat sangat murah, karena retribusi tersebut juga mencakup beberapa pantai di sekitarnya seperti Kukup, Krakal, Sundak. Karena hari Minggu, Pantai Baron sangat ramai sekali. Pantai ini diapit oleh dia bukit karang dan mengalir sungai bawah tanah di sebelah barat. Pasir di pantai ini berwarna kemerahan seperti tanah, dan tidak putih seperti yang kami bayangkan. Saya bersama Wawan memilih menaiki bukit di sebelah timur, dan kami harus membayar Rp. 1000 kepada penjaga tangga *Pungli L . Di atas bukit, kami dapat merasakan hawa segar pantai yang ombaknya sangat ganas.

Tujuan kami berikutnya adalah ke Pantai Drini yang letaknya sekitar 5 km ke arah timur Pantai Baron. Pantai Drini letaknya agak terpencil. Tiba di lokasi, perasaan takjub meliputi. Ini baru namanya pantai. Pantai Drini memiliki hamparan pasir berwarna putih dan memiliki sebuah pulau yang berada di sebelah timur. Warga setempat menamakan Drini sesuai dengan pohon-pohon yang mendominasi pulau tersebut. Pantai Drini memiliki air yang sangat jernih, pasirnya pun lembut. Karena tidak membawa pakaian ganti, akhirnya kamipun hanya bermain di pasir, tidak bernang seperti yang pengunjung lainnya lakukan.

Pantai Drini Nya Keren

Puas bermain di Pantai Drini, kami memutuskan untuk pulang agar tidak terlalu malam sampai di Jogja. Karena membawa GPS, saya memutuskan untuk melewati jalur alternatif Panggang-Imogiri. Beberapa segmen jalur ini memiliki jalan yang lebar dan sepertinya baru di aspal. Lalu bagaimana dengan pemandangannya? Waw sangat luar biasa. Jati yang meranggas seolah-olah mengingatkan saya kepada kampung halaman di Ngawi. Namun di sini lebih indah. Ketika hampir tiba di Imogiri kami melewati jalan berliku menuruni bukit. Disana kami melihat hamparan dataran rendah Bantul yang didominasi persawahan.

Perjalanan menyusuri surga pantai selatan bagian 1 telah dilaksanakan, nantikan perjalanan bagian 2 bersama teman Menwa saya, Bagas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s