Pemaafan Pada Orang Tua yang Anaknya Hamil Di Luar Nikah!

“Apa yang akan terjadi ketika anda mengetahui bahwa anak anda hamil di luar nikah”

Perasaan marah, sedih, kecewa mungkin akan terjadi pada diri anda. Betapa tidak, perasaan orang tua yang telah merelakan diri untuk berkorban membesarkan sang buah hati, berujung pada kejadian yang sungguh memalukan dalam konteks budaya Indonesia yang normatif. Kehamilan di luar nikah tentu tidak diharapkan oleh siapapun. Namun ketika nafsu sudah menguasai segalanya, maka segala yang tidak diinginkan pun bisa terjadi.

Army Fahri Firmansyah dan Cicilia Yetti Prawasti dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia melakukan penelitian pada dua pasangan yang anaknya hamil di luar nikah. Dari penelitian ini saya menemukan fakta menarik bahwa ada perbedaan antara ayah dan ibu dalam menyikapi anak yang hamil di luar nikah. Dimana seorang ibu mengalami guncangan emosional yang lebih mendalam karena dalam perspektif sosial masyarakat Indonesia, ibu dianggap memiliki tanggung jawab yang besar dibandingkan ayah untuk membentuk karakter anak. Oleh karena itu pemaafan yang dilakukan ibu sedikit lebih sulit karena terkait tahapan-tahapan menuju forgiveness salah satunya adalah pemaknaan atau atribusi kausal. Sementara ayah lebih memiliki sikap forgiveness yang lebih cepat karena merasa lebih bertanggung jawab terhadap kejadian yang menimpa anak. Hal ini di latar belakangi bahwa ayah merasa bersalah karena memiliki waktu luang bersama anak.

Salah satu faktor yang mempengaruhi forgiveness adalah pemaknaan peristiwa secara mendalam atau sering disebut atribusi kausal. Dalam proses atribusi kausal, individu berusaha memahami mengapa suatu peristiwa yang tidak menyenangkan bisa terjadi sehingga berujung pada penerimaan. Pada kasus anak yang mengalami kehamilan di luar nikah orang tua berusaha memahami mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi, baik kaitannya dengan pola pengasuhan, kontrol orang tua terhadap anak maupun pemahaman terhadap perilaku anaknya.

Ketika kehamilan yang tidak diinginkan terjadi tentu orang tua selalu merasa bertanggung jawab terhadap kejadian yang menimpa anaknya. Di sisi lain anak juga mengalami guncangan psikis yang begitu hebat sehingga selalu menyalahkan anak bukanlah tindakan yang bijak. Boleh saja kita menganggap dia salah, namun manusia adalah problem solver species. Oleh karena itu berilah mereka kesempatan untuk memperbaiki diri.

Pahamilah masalah yang menimpa hidupmu, kenali sebabnya dan diskusikan solusinya!

9 thoughts on “Pemaafan Pada Orang Tua yang Anaknya Hamil Di Luar Nikah!

  1. artikel ini sangat bagus terutama bagi saya,,sekarang pacar saya lagi hamil jalan 2 bln. Saya mau bertanggung jawab dan usia saya 24th,,tapi…bagaimana cara saya menjelaskan kepada ayah saya..saya takut dia tidak bisa menerimanya dan tidak bisa memaafkan saya..sy rela apabila sy tdak di akui ank lagi karena perbuatan saya..saya bner2 bingung dan kacau balau..perasaan besalah selalu menghantui..:(

    • hai salam kenal, q ingin berbagi cerita, saat in saya menjadi org paling hina dan rendah yang ad didunia in. saya telah melakukan keslhan terbesar dlm hdpku, saat in pcrku sedang hamil dan q binggung ingin berkata ap pada kedua orng tuaku, tetapi q hrs jujur dan mengatakn hal in kepada ortuku, krn q eggk mau brbhng trs mnrs. padahal q tlh melakukan rencana prnikahan. tp q telah memilih jalur yang sangat salah. ooohhhh tuhan maaf kn segalh dosa ku yg prn q lakukan slm hdpku.

  2. saya sedang hamil 2,5 bulan. Umur saya baru 17 tahun. Saya melakukannya dengan mantan saya yang berumur 20 tahun. Saya melakukannya karna diancam olehnya tetapi setelah saya mengatakan bahwa saya hamil anaknya. Dia marah dan tidak mengakui anak ini. Saya harus bagaimana ? Saya stres

    • Rany says:

      Dear riani …
      Aku rani , Hal yg sama sedang menimpaku juga , akan tetapi kehamilan ku baru berusia 2 minggu …
      Namun pasangan ku sdh bersedia lahir & batin utk bertanggung jawab .
      Yg menjadi bebanku, masalah orangtua dan ayahku pribadi yg sangat keras kepadaku .
      Aku sampai skrg jg belum berani mengakui kehamilanku, karna aku takut mereka kecewa 😰

  3. rani says:

    aku jg aku takut berbicara sama orang tua ku terutama sama mamaku pasti dia sangat kecewa bgt aku dah kecewain dia
    sampai skrg pun aku belum bisa jujur sama dia
    pacat dan orang tuanya mau bertanggung jawab sama aku
    ini tinggal sama ma aku aja ,,, aku selalu takut mama juga dah mengira aku hamil tapi aku g pernah jujur sama dia

  4. Ve says:

    Kalo aku hamil sudah hamil jalan 4bulan tapi aku keguguran ketika ingin masuk 4bulan , pacar saya ber janji akan bertanggung jawab tapi saya stress perkataannya belom membuktikan dan saya selalu tidak fokus dengan ke hidupan saya karna saya kehilangan anak saya . Saya belom bilang kepada ortu saya , begitu juga ke ortu si laki saya ingin sekali me nikah menghilangkan keterpurukan sya .

    • nia says:

      Aku juga ngalamin hal yg sama. Aku hamil udah 5bulan jalan. Ortuku dan ortu dia blm tau kehamilanku. Aku takut gmn reaksi ortuku klo tau aku hamil 5bulan lebih. Pacarku jg bingung hrs gmn. Dia malah prnh blg gak mau tanggung jawab, aku bingung hrs gmn. Sdangkan pacarku ngancem gak blh blg ke siapa” dulu. Padahal perutku makin membesar dan org makin curiga. sempet ada pikiran mau bunuh diri/kabur dr rumah. Aku prustasi bgt, gak tau hrs gmn lg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s