Mereka Juga Berhak Tahu Tentang Bencana Alam

“Apapun keadannya manusia berhak hidup, karena itu hak yang paling asasi”

Bayangkan mata kita tertutup tanpa bisa menerima stimulus cahaya apapun. Kita berada dalam sebuah ruangan dari sebuah gedung. Perasaan tenang mungkin kita rasakan saat itu. Lalu sebuah kepanikan muncul. Orang-orang sekitar berteriak histeris dan kita dapat merasakan langkah kaki berderap begitu ramai.

Sementara kita? Kita hanya berhak bingung, rasa tenang hilang berganti menjadi sebuah kegalauan. Ada apa di luar sana?

Ketika di Pariaman, saya sempat menerima informasi bahwa ada komunitas tunanetra yang sangat membutuhkan bantuan. Ya, tunanetra yang selamat dari gempa Sumatera Barat 2009 entah bagaimana caranya! Jangankan tunanetra, bahkan orang normal pun akan kehilangan orientasi ketika kondisi berubah sangat ekstrim. Sekat-sekat ruangan terasa seperti labirin ketika panik.

Pendidikan mengenai kebencanaan memang penting untuk dipelajari. Kita memang tidak bisa mencegah bencana akibat alam seperti gempa maupun gunung meletus, namun ketika kita setidaknya tahu, kita akan siap, meskipun tidak ada jaminan untuk hidup. Lalu bagaimana dengan nasib mereka yang ‘spesial’?

Seakan mereka hanya bisa menerima keterbatasannya menerima stimulus. Namun apakah mereka layak ditinggal ketika bencana terjadi? Membiarkan nasib mereka di ujung tanduk tanpa ada pertolongan atas keterbatasannya?

Kesiagaan individu memang kurang bisa diandalkan dari orang-orang ‘spesial’ tersebut. Namun manusia adalah perekayasa ulung. Tidak bermaksud menjajah alam, namun kita diberi kecerdasan bagaimanacaranya melindungi mereka yang memiliki kemampuan berbeda dengan kebanyakan orang. Segala konstruksi bangunan sipil memang ada tuntutan untuk ramah bagi siapapun. Bagi para insinyur tampaknya perlu memahami bahwa tubuh manusia begitu lunak, sementara kita hidup di tengah-tengah anyaman baja, dan tumpukan beton. Tidak ada yang menjamin kita selamanya punya sepasang kaki, tangan, dan mata.

Pahamilah bahwa kehidupan adalah hak siapapun termasuk saudara-saudara kita yang spesial. Berilah mereka pengetahuan serta kemampuan-kemampuan yang ‘spesial’dalam menghadapi bencana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s