MODIFIKASI PERILAKU FOBIA ULAR

Subjek merupakan pria berusia 21 tahun yang berstatus mahasiswa perguruan tinggi negeri di Yogyakarta jurusan sastra jepang. Subjek memiliki fobia terhadap ular. Alasannya adalah ular binatang yang sangat berbahaya terutama racunnya. Bahkan subjek membayangkan bahwa racun tersebut dapat membuat tubuh nyeri, meriang, bengkak, pendarahan dalam dan sakit yang sangat terasa. Subjek sebelumya tidak pernah memiliki kejadian yang buruk terhadap ular. Gambaran negatif subjek terhadap ular terbentuk karena pengaruh media. Bahkan di tempat tinggal asalnya subjek mengatakan bahwa ia sebetulnya sering menjumpai ular dan ia merasakan hal yang wajar.

Prosedur yang digunakan dalam terapi eksposure antara lain:

Competing Response

Menunjuk pada perilaku yang bertentangan dengan kecemasan, seperti relaksasi.

“Subjek sebelumnya diberi penjelasan mengenai ular. Selama ini subjek beranggapan bahwa semua ular membahayakan dan beracun. Adahal dalam kenyataannya, sebagian besar spesies ular tidak berbisa, dan ular hampir tidak pernah menyerang manusia. Kasus gigitan ular terjadi sebagai bentuk pertahanan diri ular, bukan menyerang. Setelah itu subjek dirilekskan dengan menarik nafas panjang serta motivasi yang kuat”

Response Prevention

Selama treatment berlangsung, klien tidak diperbolehkan melakukan respon yang maladaptif untuk mengurangi kecemasan, seperti menghindari kandang ular.

Subjek membuat pernyataan bahwa dia tidak akan keluar dalam proses modifikasi perilaku. Subjek tampak antusias mengikuti jalannya modifikasi perilaku untuk mengatasi fobia ular. Subjek diberi keyakinan bahwa ular yang ada merupakan ular yang jinak, sehingga tidak perlu melarikan diri,panik, atau stres.

Exaggerated Scenes

Berlaku dalam imaginal exposure, ilustrasi yang digunakan dapat dilebih-lebihkan.

Untuk menghindari imajinasi yang berlebihan terhadap suatu stimulus, subjek diperintahkan untuk membayangkan bahwa dirinya digigit oleh seekor ular sepanjang 2 meter. Subjek menyadari bahwa ular sepanjang 2 meter hanya memiliki gigi kurang dari 1 cm dan itu tidak membahayakan. Subjek dapat mengatasi risiko yang muncul

Proses Desensitisasi Sistematis

1. Membuat anxiety hierarchy (fear survey schedule & Subjective Units of Discomfort Scale)

2. Latihan relaksasi

3. Klien diminta untuk membayangkan/dihadapkan pada keadaan yang membangkitkan kecemasan dengan taraf yang paling rendah, dan sedikit demi sedikit taraf tersebut ditingkatkan.

Berikut adalah tahapan-tahapan subjek menghadapi stimulus yang menakutkan, yaitu ular mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi:

1.      Melihat ular kecil (40cm)

2.      Menyentuh dengan satu jari.

3.      Menyentuh dengan dua jari.

4.      Menyentuh dengan dua jari (dijepit)

5.      Menyentuh dengan 5 jari.

6.      Menyentuh dengan telapak tangan.

7.      Menggengam

8.      Mengangkat ular.

9.      Memegang kepala.

10.  Mengalungkan di leher

11.  Melihat ular besar (1 meter)

12.  Menyentuh dengan satu jari.

13.  Menyentuh dengan dua jari.

14.  Menyentuh dengan dua jari (dijepit)

15.  Menyentuh dengan 5 jari.

16.  Menyentuh dengan telapak tangan.

17.  Menggengam

18.  Mengangkat ular.

19.  Memegang kepala.

20.  Mengalungkan di leher

21.  Membawa ular besar dengan jarak 20 meter.

III. KESIMPULAN

Fobia ular yang dialami subjek karena keliru memahami tentang ular.Oleh karena itu perlu dijelaskan sekilas mengenai ular sehingga mengubah persepsi buruk tentang ular. Modifikasi perilaku pada penderita fobia harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai resiko. Panik yang sangat besar bahkan shock dapat saja terjadi ketika subjek dihadapkan pada stimulus fobia. Oleh karena itu perlu asesmen maupun pendataan mengenai kondisi fisik maupun mental penderita fobia sebelum dilakukan modifikasi perilaku.

2 thoughts on “MODIFIKASI PERILAKU FOBIA ULAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s