Remaja dan Permasalahannya

Sekali lagi aku harus terlibat dalam permasalahan (kenakalan) remaja. Kalau dulu karena masalah cinta yang disalah artikan *Halah preek. Sekarang adalah masalah hormat menghormat pamong alias guru. Weleh remaja itu banyak tingkahnya ya….

 

Aku memang mahasiswa psikologi, tapi please, jangan mempersepsikan kami sebagai orang yang bisa menyelesaikan masalah secara singkat seperti dukun :D… Bagaimanapun kami juga manusia yang juga punya se-pleton masalah yang menggumpal. Banyak orang yang lebih nyikologis daripada mahasiswa ber IPK 3 ngepas macam aku *krik krik krik. Remaja itu labil, pada umumnya sih. Rasa ingin tahunya besar, karena kognitifnya maju, dan merasa punya kemampuan yang mumpuni, terus berpikiran “hehehe coba aaaaah” dan dhuaaaarr, ternyata bencana pun menanti. Wahahaha bingung-bingung deh lo…..

 

Its okay, itu wajar guys, namanya juga coba-coba, nek salah yooo nyesek toh. Tapi tidak semua orang berpikiran sama seperti kalian. Beberapa memaklumi dan yang lain mungkin tidak. Naaaah remaja itu sering berpikir pragmatis kalau menghadapi masalah. Maunya saya pengen masalah ini cepat selesai. Waduuuh, nyari dukunnya dimana ya? Makanya gak heran banyak remaja yang pengen bunuh diri. Padahal yang namanya masalah itu ada prosesnya.

 

Naaaaah proses yang seharusnya dinikmati ini malah dijadikan beban, akhirnya stres, pikiran numpuk, dah kayak Kali Gendol saat ini yang penuh dengan material. Mana mungkin air jernih di sana bisa keluar? Betul gak? Jadi,,, sangat mengharapkan,,, siapapun yang menghadapi masalah, hadapilah dengan berpikir jernih, terutama buat remaja-remaja calon penerus bangsa. Masa remaja itu ibarat mall perbelanjaan dan kalian adalah orang yang punya banyak uang. Kalian bisa membeli apa aja tergantung uang yang dibawa. Nah kalian juga udah punya kemampuan yang hampir sama dengan orang dewasa *secara fisik sih. Tubuh kalian energik, pikiran juga belum terlalu terbebani, yaaah ibarat hardisk yang baru ke isi 30%. Maka pintar-pintarlah mencari barang, cerdiklah dalam mencari pergaulan, serta yang terpenting bijaklah dalam mengkonsumsi teknologi😀😀😀.

 

Itulah kenapa, masa anak-anak dan remaja itu disebut masa sekolah. Karena belajar teori itu penting. Siapa yang bilang teori itu tidak penting? Sini tak pencet lidahnya. Ya akhir kata, remaja itu memang harus ‘nakal’ supaya ia bisa belajar memahami bahwasanya hidup itu penuh dengan kekecewaan namun pekat dengan kebahagiaan, mumpung masih muda. Kalian perlu belajar empati, yaitu merasakan apa yang sedang dirasakan orang lain. Berpikir sebelum bertindak, evaluasi sesudahnya. Berdoa untuk yang terbaik, dan bersiap untuk yang terburuk. Dan yang terakhir BELAJAR DIKECEWAKAN ITU PENTING😀😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s