Wangi Kopi vs Kotoran Kucing

Sabtu dini hari adalah sebuah malam kelam bagiku. Setelah jagoanku, Brazil, kalah dari Belanda, semalaman aku direpotkan oleh kejadian yang sungguh keterlaluan. Dua ekor kucing bertarung dengan dahsyat disertai dengan auman-auman menakutkan. Dari dalam kamar ku dengar beberapa barang berjatuhan dan menimbulkan kegaduhan luar biasa di sela-sela perhelatan Piala Dunia, yang saat itu Uruguat vs Ghana. Karena tidak tahan dengan bandit-bandit kecil di rumah kost akhirnya ku keluar. Dua ekor kucing yang sedang bertengkar itu berada di pintu keluar. Ku ambil sebuah sandal, ku lempar, dan ‘Bhuk’ yeah Gotcha……Sandalnya mengenai tubuh kucing itu dan cukup sakit untuk membuatnya lari terbirit-birit.

Saat berbalik menuju kamar tiba-tiba aku mencium sesuatu. Yeah I’m Smelling Something….Sialan, kulihat lantai lorong berwarna kuning kehijauan. Huasyeeeeem, kucingnya buang air besar di lorong rumah kost. Paling parah depan kamarnya Irfan, terus memanjang ke arah kamar anak baru, terus ke depan kamarnya Dhiko, helmnya juga kena! Dan baunya, beuuuhhh,,luar bisa Me(nik)MATIKAN. Tepat Jam 02:23 WIB, dan apakah aku harus membersihkannya seorang diri? Atau membangunkan mereka-mereka yang sedang tidur?

Untung aku tidak mendistribusikan tanggung jawab kepada yang lain , karena gara-gara segelas kopi aku tidak bisa tidur. Aku pun ke kamar mandi mempersiapkan segala sesuatu yang ada. Air? Cukup, Pel? Ada, tapi basah. Pewangi? hmmm, karbol udah aku abisin tadi waktu bersihin kamar mandi. Dan masalah pun terjadi. PEWANGI untuk melawan BAU BUSUK KOTORAN KUCING tidak ada. Terpaksa aku gunakan pewangi pakaian, dicampur segelas air dan kutuangkan ke TKP. Tapi apa yang terjadi? Bau wangi menyengat dan bau kotoran kucing yang juga tidak kalah menyengat seolah bersatu padu untuk membuatku semaput (pingsan). Baunya malah jadi gak karuan, membuatku ingin muntah.

Berputar-putar mencari akal, akhirnya aku ingat cara ibuku menghilangkan bau amis pada lantai akibat telur. Ibuku menggunaan bubuk kopi hitam, dan dibiarkan selama beberapa menit lalu dibersihkan. Akhirnya ku cari kopi yang masih tersisa waktu aku di Padang. Lumayan, cukup menyengat bau kopinya. Ku rebus segelas air dan kucampurkan beberapa sendok bubuk kopi. Hmmmm sedap, tapi ini bukan buat diminum. Ku tuangkan cairan kopi ini di bekas kotoran kucing dan tunggu beberapa menit.

Hmmmmm aroma kopi ternyata mengalahkan bau gak karuan yang berasal dari kotoran kucing ditambah pewangi tadi. Ku ambil air dan kubersihkan bekas air kopi supaya gak terlihat kotor. Akhirnya sudah bersih meskipun bau gak karuan masih tersisa tapi sedikit. Malam yang merepotkan. Lain kali pintuharus ditutup nih.

4 thoughts on “Wangi Kopi vs Kotoran Kucing

  1. bochil says:

    Makasih bro. Bakal gw coba. Gw strees udh 4x ngbersihin teras yg terus2n d ‘kotor’in kucing nyebelin…:’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s