Ke Temanggung part II

Sepedaan kali ini dimulai setelah sholat jumat. Untung cuacanya mendukung, gak terlalu panas tapi tetap aja menyengat. Dan lagi-lagi masalah ada pada pakaian. Aku memakai baju kuliah yang gak aku ganti. Rute seperti biasa, menyusuri Selokan Mataram dan berbelok kemudian lurus menyusuri Jalan Magelang. Saat itu suasana cukup ramai mengingat akhir pekan. Asap-asap bus dan truk mewarnai udara siang yang makin sejuk. Perjalanan ke Temanggung tidak ada yang istimewa selain banyak jalan yang sedang diperbaiki sehingga debu tanah yang berhamburan di udara dan menyesakkan nafas. Setelah di Secang hujan mulai turun dengan lebatnya. Sampai di rumah sudah seperti orang yang habis berenang alias basah kuyup. Untung sudah diantisipasi, baju ganti dimasukan ke plastik di dalam tas. Perjalanan sampai dalam waktu 3 jam. Lebih cepat dari yang kemarin, mencapai 5 jam itupun karena main ke rumah di Rio, berteduh saat hujan di tambah membawa barang terlampau banyak.

Gunung Merbabu dari Alun-Alun Temanggung

Esok harinya menikmati Kota Temanggung yang relatif sepi, niatnya mau olahraga, tapi sepatu basah dan di alun-alun gak ada orang sama sekali. Sepi,,walhasil cuma gowes keliling kota yang kecil ini sambil beli dawet. Perjalanan dari Temanggung ke Kranggan menurun, jadi tinggal duduk manis aja,,hehehe gak kayak berangkat tadi. Oh iya sebelum sampai Pasar Kranggan aku mampir ke makam seorang purnawirawan yang bernama Bambang Sugeng yang berada persis di sebelah timur Jembatan Kali Progo.

Beli Dawet di Muntilan

Perbatasan Jogja-Jawa Tengah

Pulangnya aku dipaksa membawa beras seberat 5 kg+kue apem 30 uah+macaroni. Wahahah tapi gak papa sih. Pulang ke Jogja jalanan sebagian besar menurun, dan agak membantu juga kalau membawa beban berat karena efek gravitasinya lebih awet hihihi. Memasuki Jombor aku sempat balapan dengan 2 pesepeda kayaknya sih bapak dan anak. Tapi ternyata dia bukan level ku. Lho kok bisa? Ya dia bukan pesepeda yang baik, terbukti, melanggar lampu lalu lintas di perempatan Jombor (ringroad). Nah kalau kecelakaan gimana? Biasanya pesepeda mungkin merasa inferior akhirnya menyalahkan kendaraan bermotor. Wah yang naif tuh juga siapa. Oke,,,safe riding with your bike guys,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s