Dilarang Belajar Saat Ujian?

…Saat aku menulis ini, Ujian Tengah Semester (UTS) semester genap tahun 2010 masih berlangsung. Teman-temanku bahkan mungkin siapapun ku yakin mempersiapkan diri menghadapi ujian dengan belajar, belajar dan belajar. Segala kegiatan yang tidak ada sangkut pautnya dengan belajar seperti bermain, jalan-jalan, olahraga, berorganisasi dikurangi dengan alasan ‘mendapat nilai bagus’.

Yayayaya itulah ujian, apapun kalau menghadapi tes pasti yang namanya belajar mengalahkan segalanya. Ngomong-ngomong soal ujian, aku punya kisah menarik yang bakal aku kenang dan aku lakukan selama ini, apa itu?

<i>“saat aku sekolah di Ngawi, kelas 4 SD, guru favoritku adalah Bu Nining. Dia adalah guru paling baik, pengertian dan guru dari mata pelajaran yang aku suka, yaitu IPS terutama bagian geografi. Ada yang unik dari guru berkacamata tebal ini,

Yang pertama, selalu mengadakan ujian mendadak. Ketika kami sibuk mengeluarkan buku dan alat tulis dari tas kami, Bu Nining tiba-tiba mengatakan,

“ayo anak-anak bukunya dimasukan lagi, kecuali alat tulis dan selembar kertas, sekarang kita ujian materi yang dulu ya”

Kami pun kaget, protes “yaa ibu aku belum belajar”

“Sudah ndak papa, yang penting kerjakan saja”

Kamipun mengerjakan dengan hati dag dig dug, takut hasil ujian jelek. Namun ketika hasil ujian diumumkan dan seluruh anak-anak di kelasnya nilainya benar-benar jelek (kecuali aku yo), Bu Nining sama sekali tidak marah, bahkan beliau minta maaf kalau cara mengajarnya membuat kami tidak paham.

Kemudian cara mengajar beliau keesokan harinya berubah, dia jadi lebih sering bertanya apakah kami mengerti atau tidak? ada yang ditanyakan atau tidak?

Yang kedua, melarang kami belajar saat menghadapi ujian. Ketika itu aku masih ingat betul, Tes Cawu 3 atau 4 ya pokoknya kenaikan kelas gitu. Bu Nining berpesan kepada kami jangan belajar kebanyakan, bahkan beliau sempat mengatakan “ora sinau yo ora opo opo, nek arep dolan yo bhen, seng penting ojo stres, sinaune neng sekolah wae” (gak belajar gak papa, kalau mau main ya biarin, yang penting jangan stres, belajarnya di sekolah saja) </i>

Selama ini aku berpikir kenapa bisa-bisanya seorang guru mengatakan hal demikian. Yang ku tangkap saat itu adalah bahwa ujian ya ujian, menguji apa yang kita pelajari sampai saat ini, nilai jelek berarti memang kita tidak menguasai materi dan itu bisa diperbaiki. Dan akhirnya aku menemukan jawabannya saat kuliah.

Yang namanya ujian yang ada di sekolah-sekolah kebanyakan mengukur maximal performance atau kemampuan maksimal seseorang. Apa artinya? Ya artinya seseorang akan melakukan segala sesuatu yang maksimal saat menghadapi ujian supaya hasilnya bagus. Misalnya dengan belajar mati-matian, belajar dengan gigih, balajar yang serius, dan tentu saja mengalahkan  kegiatan positif yang lain.
terus kenapa wan emangnya?

Dampaknya ya semacam ‘menipu’, lah wong yang diukur kemampuan maksimal kok. Kalau misalnya ujiannya IPS dan yang dilakukan adalah maximal performance, berarti hasil ujiannya adalah kemampuan IPS dia ketika ia belajar maksimal, belajar setiap hari, belajar sampai berjam-jam. Pada kehidupan sehari-hari apa iya dia melakukan hal demikian? Gak toh, wong ada temen kuliah ku yang setiap ujian gak pernah belajar yaa emang sih nilai dia kalah sama yang lain, tapi pengetahuan yang dia kuasai terus diingat sampai semester sekarang. Aku ngebandingin sama yang IPnya tinggi, 3,7 (huwaaaw) materi 2 semester lalu aja ku tanya sudah lupa.

Ya beginilah peserta didik, ujian masih dianggap sebagai ajang untuk mencari nilai. Ya akhirnya ujian cuma buat mengukur Maximal Performance, bukan Typical Performance (kemampuan ‘alami’), kalau aku bilang sih udah gak valid. Sama seperti orang yang mempelajari buku psikotes saat menjelang tes psikologi (yang ngaku anak psikologi, valid gak ya?). Kalau  sudah begitu Sistem Kebut Semalam (SKS) akan menjadi budaya yang sulit dihilangkan. Lihat saja fenomena menjelang Ujian Nasional,, hahahahahah,,jadi teringat,,,Dulu aku sama sekali gak belajar waktu UN, sehari sebelumnya malah jalan-jalan ke Monas bareng Andhika, Cut Ina dan Adrian (sobat sejati ku),,,Nilai ku? Emang sih gak se LUAR BIASA bagusnya dibanding teman-teman sekelas,,,Tapi rasa puas ku bukan main luar biasanya ya meskipun agak kecewa juga sih, berarti belajarku selama ini kurang,,,,,

Catatan
1.    (bukan pembenaran IP rendah lho😀😀😀😀, cuma mengingatkan fungsinya ujian itu untuk mengevaluasi)
2.    Ya kalau anda menganggap ujian sebagai bahan evaluasi yang valid (mengukur Typical Performance) saran di atas boleh dicoba, asal setelah evaluasi anda harus benar-benar melakukan perbaikan terutama kemampuan menyerap materi di kelas.
3.    Perusahaan sekarang makin cerdas, udah gak mempertimbangkan IP sebagai satu-satunya penentu diterima atau tidaknya seorang calon karyawan.
4.    Ingat petuah guru BK ku waktu SMP “lebih baik kalian fokus pada pelajaran di kelas daripada kalian belajar mati-matian menghadapi ujian”
5.    Belajar itu sama sekali gak dilarang malah harus, kata Pak Marnio otak itu hanya dua pilihan DIPELIHARA atau HILANG (maksudnya ingatan),

Dilarang Belajar Saat Ujian?

One thought on “Dilarang Belajar Saat Ujian?

  1. Jujur aku suka ngajarin sama anak anak, teman teman, rekan rekan .. kalo mau ujian itu jangan belajar .. santai aja .. refreshing .. yang penting setiap belajar selama sekolah kita faham atas pelajaran tersebut .. nanti waktu mau dekat ujian seandainya mau belajar yah ndak papa .. tapi santai aja .. riview aja baca .. sederhana .. malah kalo mau ujian harus siapkan eneregi yang baik .. otak mau bertempur di istirahatkan sebentar ..

    kisah ini benar benar mirip dengan saya dari sd .. memang raport saya tidak pernah bagus sd kuliah .. tapi setiap ujian .. alhamdulillah … (hasil jujur insya allah ..) saya typical anti nyontek .. bagi saya nyontek dosa besar .. (bukan kecil hehehe …) bohongin hati dan diri sendiri, merasa tuhan tidak ada .. bohongi guru .. menyiakan jerih payah ortu nyari duit .. kemudian nanti pas hasil raport keluar ortu di bohingin lagi dengan nilai PALSU … (masya allah .. selamanya bohong tuh sama ortu …) …

    tar ngelamar kerja juga … ah panjang deh ..

    dan hasil kejujuran dari sd sd kuliah alhamdulillah aku selalu masuk negeri .. sd terbesar ke 4 di kelas .. kalash sama 3 perempuan … laki laki tewas semua .. dan hasil terakhir kuliah gak jelek jelek banget sih … tapi diatas 3 hehehe …

    ^_^ …
    nice posting ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s