Danau Maninjau Itu Sungguh Luar Biasa

Khusus untuk yang satu ini perlu aku ceritakan karena belum pernah aku melihat pemandangan seindah ini bahkan dari gambar sekalipun..

Di penghujung program KKN PPM UGM Peduli Bencana Sumatera Barat ini para mahasiswa melakukan kegiatan refreshing dengan menikmati keindahan alam Sumatera Barat. Kegiatan ini penting dilakukan bukan semata para mahasiswa gila jalan-jalan, namun untuk menghindari stres maupun jenuh pasca menjalankan tugas sebagai relawan, terlebih saat kembali ke Jogja sebagian besar dari kami harus menjalani rutinitas sebagai mahasiswa.

Salah satu objek wisata yang kami kunjungi adalah Danau Maninjau yang terletak di Agam Sumatera Barat. Perjalanan ke Danau Maninjau melalui Bukittinggi pada sore hari sekitar jam 4 sore. Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan yang luar biasa, gunung-gunung menjulang tinggi dengan jalan berliku. Sampai tibalah kami di suatu lokasi bernama ampe’ puluah ampe’ kelok yang dalam bahasa Indonesia berarti 44 tikungan/kelokan. Sesuai namanya jumlah tikungan yang ada pada jalan menuju Danau Maninjau ini berjumlah 44, bandingkan dengan Alas Roban di Batang, Jawa Tengah yang sekitar 25 buah. Karena perjalanan dari Bukittinggi, maka 44 Kelok yang kami lalui adalah jalanan yang menurun.

Foto Bersama di Kelok 44 nomor 27

Sampai disuatu titik dimana aku melihat hamparan putih dengan cahaya keemasan ditengahnya. Aku mengira itu adalah awan yang ….aaarrgh aku bingung,,bentuk apakah ini. Ternyata Mas Ikbal bilang itu adalah Danau Maninjau. Hah, danau? Mana tepiannya….

Berangsur-angsur bukit yang ada diseberang danau (sebelumnya tertutup oleh awan) mulai kelihatan, dan saat itulah aku percaya bahwa itu danau, ya danau vulkanik yang amat luas dikelilingi pegunungan. Aku tidak menyangka Danau Maninjau seluas dan seindah ini. Betul-betul indah apalagi di waktu sore, sinar matahari yang berwarna jingga dipantulkan di tengah danau.Sampai di tepian danau, hujan mulai turun dan aku berteduh disebuah kedai. Disana penjualnya menawarkan aku pepes ikan, karena memang penggila pepes, aku membeli satu. Pepes ini berisi ratusan ikan kecil yang seperti Teri Medan, namun ini adalah ikan air tawar yang diambil dari dari Danau Maninjau. Wuaaah rasanya luar biasa. Akupun langsung menyantap 4 bungkus yang tersisa dipiring. Satu pepes harganya cuma 1000 wahhh murah nian.

Danau Maninjau menjadi lokasi terakhir refreshing tim KKN UGM,,wah betul betul Sumatera Barat memang sangat indah. Semoga suatu saat aku dapat berkunjung kesini dan dapat lebih lama berada di kawasan Danau Maninjau.oh iya jadi teringat pantun Bung Karno saat mengunjungi Danau Maninjau tahun 1948
“jika adik memakan pinang, makanlah dengan sirih hijau
jika adik datang ke minang, jangan lupa singgah ke maninjau”

8 thoughts on “Danau Maninjau Itu Sungguh Luar Biasa

  1. iya… indah banget…
    waktu ku kecil.. aku pernah tinggal disana
    di batunanggai…
    asyik banget !!
    kangen banget ama pensi.. rinyuak..
    ndeh.. taragak bana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s