Sebuah Inspirasi Dari Marshanda

Tadi pagi saat mata kuliah Psikologi Faal yang membahas sistem syaraf kami sempat bercanda tentang kelakuan Marshanda yang mengupload video gokilnya di YOUTUBE. Konon katanya Marshanda ini sarafnya ada yang terteka (lho kok iso?). Marshanda alias Chacha ini sedang depresi berat hingga akhirnya menghujat teman-temannya saat SD, dan yang masih teringat dikepalaku dia menyebutkan

“Sampai gw struggle sendirian kayak orang gila di sekolahan”

Eyalah Chacha, cuma gitu doang kok bisa-bisanya sampai kayak gitu (halah berulang mas, ingat EYD). Masih mending kamu struggle tapi wajah mu cantik, lha aku waktu SMP. Aku waktu SMP adalah perintis GELIGA (alias GEnerasi LIliput Gak bAngets), secara badan gue di SMP paling kecil dengan wajah yang masih gak berbentuk. Sampai aku terprovokasi buat ikut team basket. Tapi semenjak itu aku baru sadar, basket itu membutuhkan orang-orang yang tinggi, bukan BASKET YANG MEMBUAT KITA TINGGI.

Memakai seragam SMP dengan tinggi badan yang hanya 135 cm apalagi kalau pulang dengan numpang kendaraan umum dan yang pasti menjadi bahan ledekan, cukup membuatku tertekan. Bahkan kadang menangis sendirian di kamar, merenungi, apakah aku akan bernasib seperti ayahku yang kata kakekku paling lambat pertumbuhannya dibanding dengan om dan tanteku yang lain (Peace Pak…!!).

Tapi seiring waktu berjalan, Yang Maha Kuasa mendengar doaku, (Setelah berNazar kalau puasa ramadhan ku bakal full kalau tinggiku 142 cm di ulang tahunku yang ke 13 ^^v). Aku menjadi lebih tinggi ya cukuplah buat tampil lebih PD dengan seragam putih biru. Bahkan orang-orang kurang ajar yang meledekku dengan sebutan Kuntet dan yang lebih tragis, mereka sampai membuat yel yel dengan lirik berikut:

Kuntet Sin, Kuntet Sin, Bila Si Kecil Panaaas (dinyanyikan dengan jingle Bodrexin, obat penurun panas buat anak-anak)

Beberapa waktu kemudian setelah aku lulus, aku ikut reuni SMP dan ternyata keadaan berbalik (yeeaah). Aku lebih tinggi dari mereka-mereka yang dulu mengejekku sampai aku ngedown bangetz, aku bisa mendapatkan status lebih baik dengan masuk sekolah unggulan dari mereka yang dulu terobsesi sekolah yang sama tapi gak lulus. Rasanya ingin sekali menghina balik mereka, dan mungkin andai Si Chacha mengupload video gokilnya saat itu, gw bakal terinspirasi ikut-ikutan mengupload video dengan lirik berikut.

“buat temen-temen gw yang waktu smp ngeledekin gw, yang bikin gw ngedown kayak orang gila di Kopaja, rasain lo, kualat, %&^&^*(&(()*&*^&$##$%^&*(“

Hahaha, puas rasanya waktu itu, tapi kayaknya gak mungkin deh gw melakukan hal kayak gitu *jelaslah, handycam aja gak punya

Nah itu salah satunya, tapi rasanya aku masih cukup waras untuk tidak membuat video gokil ala Marshanda, setidaknya aku masih mensyukuri kejadian saat itu yang membuatku lebih sabar menghadapi kondisi fisikku yang menjadi bahan olokan teman-teman satu sekolah. Sabar itu buah dari terkabulnya dosa, melatih otot jantung, dan menyegarkan jiwa, meskipun perasaan sakit, SAKIT BUANGETS….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s