Insiden Saat Parade Senja di Gedung Agung

Marching Band UGM saat Penampilan Parade Senja di Gedung Agung 17 Agustus 2009

Marching Band UGM saat Penampilan Parade Senja di Gedung Agung 17 Agustus 2009

Tampil di Gedung Agung, bagi sebagian teman-temanku  adalah event biasa yang tidak terlalu istimewa. Tapi bagi aku, tampil di Gedung Agung adalah sebuah kebanggan, karena banyak dari mereka yang menyaksikan adalah pejabat-pejabat daerah termasuk Sang Sultan Jogjakarta, selain itu, penampilan kali ini adalah penampilan pertama kami memakai kostum Marching Band UGM yang kondisinya cukup memprihatinkan (secara udah 5 tahun gak ganti-ganti). Setelah aku merelakan liburan semester genapku yang lumayan panjang untuk latihan marching band, akhirnya tanggal 17 Agustus 2009 ini, kami tampil di Gedung Agung Yogyakarta, bersama Marching Band Atmajaya dan Genderang Suling Gita Dirgantara Akademi Angkatan Udara (AAU). Tema pagelaran yang kami bawakan adalah tembang dolanan. Lagu lagu yang kami mainkan antara lain, lagu pemanasan bass tunning dan Lupa-Lupa Ingat (kuburan Band) dan lagu intinya adalah Padhang Mbulan.

Namun terjadi sebuah insiden yang sangat menyakitkan menimpa diriku. Saat aku melakukan visual up tiba-tiba pipa adjustment yang bisa di geser terlepas saat lagu Padhang Mbulan. Akhirnya aku tidak bisa meniup nada-nada yag mengharuskan menekan piston ketiga seperti re, sel, la oktaf dan lain-lain. Untungnya nada-nada pada lagu ini hanya sedikit yang menekan piston 3 dan aku tetap percaya diri untuk meniup tanpa berusaha mencari-cari pipa adjustment itu. Setelah penampilan, akhirnya aku berhasil menemukan pipa tersebut dan mengambilnya saat Marching Out.

Semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Dan saat penampilan Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru UGM pada esok harinya, bagian itu aku sengaja ikat supaya tidak terlepas lagi. Semoga aku bisa berkesempatan lagi untuk tampil di Gedung Agung. Amiiin

4 thoughts on “Insiden Saat Parade Senja di Gedung Agung

  1. Tau dong,,kemarin aku dihibur sama pelatihku mengenai tragedi itu,,,hohohoho

    Untungnya ‘hanya’ Gedung Agung yang bagi sebagian makhluk MBUGM hanya penampilan biasa,,,hohoho,,,tapi bagiku apapun evennya sama-sama penting,,,

    Terus gimana mbak? Apa diomelin sama pelatih? Atau mendapat hukuman lari keliling 10 kali boulevard juga?

    • sepatubalet says:

      hahaha..
      iya dulu kata Bli krisna, pelatihku pas itu, ini bakal jadi sejarah buat adik2 di bawah ku, hahaah lebay…

      waaahh mau tanay nih wan, emang ada yg menganggap penampilan di gedung agung tu sebagai HANYA? kebangeten sih, apapun penampilan yakita harus maksimal lah, meskipun cuma di teknik ato mana..

      ya gak diomelin lah, orang pas itu pas MO aku langsung nangis di peluk Bund(mb rani) trs dihibur ma anak2 bariton n coach. hehehe..
      emang nyesel si seandainya pas sblm MI baritron ku ga di sentuh sama piiiiiiiiipppp, heheheh
      tpi ya sudah,, klo bisa menghibur adik2 yg berinsiden kyk aku udah jadi pahala kan, AMIN

  2. Setelah penampilan itu emang rasanya pengen nangis,,,,Tapi jangan sampailah,,itukan bukan keinginanku, dan setidaknya banyak orang yang gak tau kalau pipe adjustmentnya jatuh

    Itu dia mbak, aku menyesalkan anggapan temen2 yang lain terutama rotasi di atasku yang menganggap Gedung Agung sebagai even biasa. Waaaahh, parah banget, padahal menurutku itu sama aja kayak GPMB, dan melalui Parade Senja itu Image MBUGM akan dinilai sama masyarakat.

    Aku sih berharap MBUGM bisa tampil tahun depan di parade senja,,,melampiaskan kejadian kemarin

    Heheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s