Pulang Untuk Pemilu? Atau Pemilu Untuk Pulang

Setelah dipikir matang-matang, akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke Jakarta. Sebelumnya liburan pemilu ini, aku merencanakan pulang ke Temanggung numpang motornya Arzad. Tapi karena aku berpandangan ke depan (hehehehehe) terpaksa pulang ke Temanggungnya aku batalkan.

Berpandangan ke depan?memulung barang-barang di rumah terus di bawa ke yogya gitu?

Di Stasiun Lempuyangan

Di Stasiun Lempuyangan

Sssssstttt, jangan berisik. Setelah uangku terkuras habis gara-gara tukang fotocopy (masa fotocopy dah kayak beli buku asli), aku terpaksa mengambil uang di ATM. Hmmm gak banyak sih, yang penting pas buat ke Jakarta. Karena tiket kereta bisnis dan eksekutif dan habis, dengan senang hati aku ke Stasiun Lempuyangan naik kereta Progo. Gak papa sih kelas ekonomi, hampir gak ada bedanya sama kelas bisnis selain tempat duduk kiri dua kanan dua. Kalau ekonomi kan salah satu sisi ada tiga tempat duduk. Dengan harga tiket sebesar Rp 35.000 akhirnya sampailah aku di Jakarta.

Perjalanan ini, terasa sangat menyedihkan, sayang aku tak duduk, di kreta taksaka, ho wo wo wo (nyanyian Ebiet G Ade)

Nyontreng siapa yaa?

Sampai di Jakarta kebetulan mama beli jeruk buanyak banget. Hehehe, sudah jadi kebiasaan, kalau ada diskon jeruk murah, satu kulkas berwarna orange, alias jeruk semua. Nah kalau ada aku pasti sehari atau dua hari kemudian kulkas menjadi normal, soalnya memang aku yang paling rakus di rumah.

Kulkas yang penuh Jeruk

Kulkas yang penuh Jeruk

Si iwan ini mendapat gelar kehormatan di rumah, yaitu si perut karet, alias bisa menampung segala makanan

Hehehehe, makacih, makacih atas pujiannya. Dan hari ini adalah pemilu lho. Cuma pilih anggota dewan sih. Aku juga bingung milih siapa, wong waktu kampanye aku kan di Jogja, gak tau siapa aja calegnya. Mana yang DPRD gak ada fotonya, huuuh, terpaksa deh milih caleg yang gelarnya banyak. Wahahahaha, habisnya aku takut kalau yang aku pilih ternyata seorang paranormal yang ngelamar jadi caleg. Terus kertas suaranya lebar banget yah, bahkan untuk yang DPRD dipecah menjadi dua kertas suara. Aku hampir aja menyontreng dua-duanya. Waaah bisa-bisa suara yang gak sah banyak nih.

TPS tempat aku nyontreng

TPS tempat aku nyontreng

Bukti bahwa aku dah cukup umur

Bukti bahwa aku dah cukup umur

Aku sih berharap, pemilu maupun sesudahnya berjalan dengan lancar. Yang menang silakan buktikan janjinya. Kalau yang kalah yang gak usah ngoyo, legowo aja lah. Tapi kalau mau gila, silakan. Fakultas Psikologi siap melayani Anda. Wahahahahahaa, PROMOSI.

4 thoughts on “Pulang Untuk Pemilu? Atau Pemilu Untuk Pulang

  1. KIP! says:

    makanya,, contreng yang strategis tempatnya.. buka dikit kartunya,, tinggal contreng.. wkekekeke.. pojok kanan atas.. *piss*

    btw,, dalem ajah kau celupin kelingkingmu ke tinta..? huehhee,,,

  2. KIP! says:

    Partai Kita Semua..!! wkekekekeee….

    yah,, moga aja tu caleg2 pada bertanggung jawab.. n bukan omdo alias omong doang… huehehehe,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s